SUMENEP, Detikzone.id – Bertahun-tahun menjadi satu-satunya akses penghubung antar dusun, Jembatan Kadhempol di Desa Palo’lo’an, Kecamatan Gapura, akhirnya akan memasuki babak baru. Jembatan anyaman bambu yang selama ini lapuk dan membahayakan pengguna segera digantikan dengan jembatan beton melalui Karya Bakti Skala Besar Program Bakti TNI AD untuk Wilayah Madura.
Harapan itu mulai terlihat saat Babinsa Koramil 0827/16 Gapura, Koptu Lucky Vecky Tania, bersama masyarakat bergotong royong membersihkan area sekitar jembatan pada Selasa (14/7/2026). Kegiatan tersebut menjadi tahap awal sebelum dimulainya pembangunan konstruksi permanen.
Selama ini, Jembatan Kadhempol menjadi jalur vital bagi aktivitas masyarakat. Setiap hari, pelajar melintasinya menuju sekolah, petani mengangkut hasil panen, dan warga menggunakan jembatan tersebut untuk menjalankan berbagai aktivitas.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Namun, kondisi jembatan bambu yang terus menua membuat masyarakat harus melintas dengan penuh kehati-hatian. Kerusakan yang semakin parah bahkan beberapa kali memaksa warga melakukan perbaikan secara swadaya, meski hanya mampu bertahan dalam waktu singkat.
Kepala Desa Palo’lo’an, Sunaryo, mengatakan pembangunan jembatan beton menjadi harapan besar masyarakat yang selama ini mendambakan akses yang lebih aman.
“Jembatan ini merupakan akses utama masyarakat. Anak-anak sekolah setiap hari melewati jembatan ini, begitu juga para petani saat membawa hasil panennya. Selama ini kami beberapa kali memperbaikinya secara swadaya, tetapi kondisinya tidak bertahan lama,” ujarnya.
Ia mengaku bersyukur karena Jembatan Kadhempol akhirnya masuk dalam program pembangunan melalui Bakti TNI AD.
“Kami berharap proses pembangunannya berjalan lancar sehingga masyarakat segera memiliki jembatan yang aman dan mampu mendukung aktivitas ekonomi desa,” katanya.
Sementara itu, Babinsa Koramil 0827/16 Gapura, Koptu Lucky Vecky Tania, menjelaskan bahwa pembersihan lokasi merupakan bagian dari persiapan sebelum pekerjaan konstruksi dimulai.
“Saat ini kami membersihkan area jembatan. Setelah itu akan dilanjutkan dengan penggalian dan pembangunan pondasi sebagai tahap awal pembangunan jembatan beton,” jelasnya.
Ia juga mengapresiasi semangat gotong royong masyarakat yang sejak awal terlibat aktif membantu proses persiapan.
“Antusiasme warga sangat luar biasa. Semangat kebersamaan inilah yang menjadi kekuatan utama agar pembangunan berjalan lancar dan selesai sesuai target,” ungkapnya.
Pembangunan Jembatan Kadhempol diharapkan tidak hanya menghadirkan akses yang lebih aman bagi masyarakat, tetapi juga memperlancar mobilitas, mendukung distribusi hasil pertanian, serta mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat Desa Palo’lo’an dan sekitarnya. Dengan hadirnya jembatan beton, harapan lama warga untuk memiliki infrastruktur yang kokoh akhirnya mulai menjadi kenyataan.
Penulis : Red







