PROBOLINGGO – Kabar gembira bagi para pengguna jalan yang melintas di jalur Pantai Utara (Pantura) Jawa, khususnya di wilayah Kabupaten Probolinggo. Pekerjaan rehabilitasi Jembatan Matikan II yang berlokasi di Kecamatan Paiton telah resmi rampung.Dengan tuntasnya pengerjaan tersebut, arus lalu lintas di ruas jalan nasional Probolinggo–Paiton yang sebelumnya sempat tersendat akibat sistem buka-tutup, kini dipastikan kembali normal dan lancar.
Penyelesaian proyek strategis ini dikonfirmasi langsung oleh Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 1.1 Probolinggo-Paiton-Situbondo, Wahyu Wibowo. Menurutnya, seluruh tahapan pengerjaan fisik telah selesai pada Senin (13/7/2026) dan kini jembatan sudah dapat dilalui kendaraan secara penuh dari kedua arah.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Seluruh pekerjaan rehabilitasi Jembatan Matikan II sudah selesai 100 persen. Dua lajur sudah dapat difungsikan kembali sehingga lalu lintas kembali normal,” jelas Wahyu.
Sebelumnya, proyek perbaikan jembatan ini sempat menimbulkan kepadatan kendaraan, terutama pada jam sibuk karena harus memberlakukan sistem buka-tutup jalur. Rampungnya Jembatan Matikan II ini dinilai sangat krusial untuk memperlancar arus mobilitas warga serta distribusi logistik antar daerah.
Belum usai dengan agenda perbaikan jembatan di wilayah timur, pihak PPK 1.1 kini telah bersiap untuk memindahkan fokus perbaikan ke titik selanjutnya, yakni Jembatan Pajarakan.Berbeda dengan skema di Paiton, proses rehabilitasi di Jembatan Pajarakan akan diiringi dengan pembuatan jalur atau jembatan darurat khusus untuk kendaraan roda dua.
Hal ini dilakukan sebagai langkah mitigasi agar aktivitas dan mobilitas warga sekitar tidak terputus total selama perbaikan berlangsung.Saat ini, pihak PPK tengah mematangkan segala persiapan teknis di lapangan, termasuk berkoordinasi dengan instansi terkait mengenai pengaturan manajemen lalu lintas dan pemasangan rambu-rambu. Pengendara diimbau untuk selalu berhati-hati dan mematuhi arahan petugas saat melintasi area perbaikan jalan dan jembatan di kawasan Probolinggo.
Penulis : Moch Solihin







