SUMENEP – Rasa syukur dan haru menyelimuti keluarga Irsya, bocah asal Kecamatan Pasongsongan, Kabupaten Sumenep, yang sejak lahir mengalami kelainan pada kedua kakinya. Setelah bertahun-tahun hanya mampu berpindah tempat dengan mengesot menggunakan kedua tangan, kini harapan untuk bisa berdiri dan berjalan semakin nyata.
Harapan itu hadir berkat kepedulian H. Ali Zainal Abidin, atau yang akrab disapa Bang Ali, dermawan asal Sumenep yang kini menetap di Kabupaten Pamekasan. Melalui bantuan yang diberikan, Bang Ali membiayai seluruh proses pembuatan kaki palsu untuk Irsya, sehingga keluarga tidak lagi dibebani biaya yang selama ini sulit mereka jangkau.
Beberapa hari lalu, Irsya telah menjalani proses pengukuran kaki di Klinik Assalamah Pamekasan oleh tenaga ahli pembuat kaki palsu yang didatangkan dari Surabaya. Hasil pengukuran tersebut kini memasuki tahap pembuatan. Jika tidak ada kendala, sekitar dua pekan lagi kaki palsu itu akan selesai dan Irsya dijadwalkan kembali ke Pamekasan untuk proses pemasangan sekaligus penyesuaian.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Kabar tersebut menjadi kebahagiaan tersendiri bagi keluarga Irsya. Bagi mereka, bantuan ini bukan hanya tentang pembuatan kaki palsu, tetapi juga membuka harapan baru agar Irsya dapat tumbuh lebih mandiri, bersekolah dengan nyaman, bermain bersama teman-temannya, dan menjalani kehidupan seperti anak-anak lainnya.
Dengan mata berkaca-kaca, Devi, ibu Irsya, menyampaikan rasa syukur sekaligus terima kasih kepada seluruh pihak yang telah membantu putranya.
“Alhamdulillah, kami sekeluarga mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Bapak H. Ali Zainal Abidin atau Bang Ali. Kami benar-benar tidak menyangka akan mendapatkan bantuan sebesar ini. Semoga Allah SWT membalas semua kebaikan beliau dengan kesehatan, umur yang berkah, rezeki yang melimpah, dan kemudahan dalam setiap urusannya. Bantuan ini sangat berarti bagi masa depan anak kami,” ujar Devi.
Ia mengatakan, selama ini keluarga hanya bisa berdoa agar suatu hari ada jalan bagi Irsya untuk memiliki kaki palsu. Keterbatasan ekonomi membuat keinginan tersebut sulit diwujudkan.
“Kami tidak punya apa-apa untuk membalas semua kebaikan ini selain doa. Semoga Allah SWT membalas setiap kebaikan Bang Ali dengan pahala yang berlipat. Kami akan selalu mengingat bantuan ini sebagai kebaikan yang telah menghidupkan harapan bagi anak kami,” tambahnya.
Devi juga menyampaikan apresiasi kepada Agus Sugianto, S.Pd, Kepala SDN Panaongan III, yang sejak awal berinisiatif mencarikan solusi dan menghubungkan keluarganya dengan pihak-pihak yang bersedia membantu. Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada Deny Puja Pranata (Mana-mana) yang menjadi penghubung hingga bantuan dari Bang Ali dapat terwujud, serta kepada Dokter Atika beserta seluruh tim Klinik Assalamah Pamekasan yang telah memberikan pelayanan dengan penuh perhatian selama proses pemeriksaan dan pengukuran kaki palsu.
Menurut Devi, perhatian yang diberikan oleh banyak pihak telah memberikan semangat baru bagi keluarganya untuk terus optimistis.
“Insyaallah sekitar dua pekan lagi kami akan kembali ke Pamekasan untuk mengambil kaki palsu Irsya. Kami berharap setelah itu anak kami bisa mulai belajar berdiri dan berjalan. Mudah-mudahan semua proses berjalan lancar dan menjadi awal kehidupan yang lebih baik bagi Irsya,” tuturnya.
Kisah Irsya menjadi bukti bahwa kepedulian yang diwujudkan melalui tindakan nyata mampu menghadirkan perubahan besar. Kolaborasi antara seorang pendidik, kreator konten, tenaga kesehatan, dan seorang dermawan telah membuka jalan bagi seorang anak untuk mewujudkan impiannya.
Kini keluarga Irsya hanya menunggu hitungan hari. Sekitar dua pekan lagi, kaki palsu itu akan selesai dibuat. Mereka berharap, langkah pertama yang nantinya diayunkan Irsya menjadi awal dari perjalanan panjang menuju masa depan yang lebih baik, sekaligus menjadi pengingat bahwa sekecil apa pun kepedulian, akan selalu berarti bagi mereka yang membutuhkan.
Penulis : Red







