PROBOLINGGO – Langkah kaki anak-anak SDN Kalisalam 1 Dringu dan SDN Dungun 1 Tongas mendadak riuh pada Jumat (24/7/2026). Di tangan mereka, sebuah kotak kecil berisi Day Old Chick (DOC) atau anak ayam jantan petelur menjadi rebutan perhatian.Dinas Pertanian (Diperta) Kabupaten Probolinggo sengaja membawa ratusan anak ayam ini bukan tanpa alasan. Memanfaatkan momentum Hari Anak Nasional (HAN) 2026,
Diperta meluncurkan program “Jum’at Berkah” untuk menantang arus cita-cita generasi alfa. Di tengah gempuran tren anak muda yang mayoritas bermimpi menjadi kreator konten media sosial, pemerintah daerah mencoba memutar kemudi arah pandang mereka kembali ke bumi: sektor peternakan.
“Kami ingin membuka wawasan bahwa sektor peternakan juga memiliki prospek yang menjanjikan dan berperan penting dalam mendukung ketahanan pangan,” ujar drh. Nikolas Nuryulianto, Kepala Bidang Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner Kabupaten Probolinggo.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Program ini dirancang agar anak-anak tidak melihat anak ayam sebagai mainan sesaat. Petugas Diperta turun langsung memberikan edukasi teknis yang dikemas sederhana.Niko menjelaskan bahwa DOC sangat rentan terhadap perubahan cuaca dan angin. Anak-anak diajarkan untuk tidak langsung melepas ayam di area terbuka. Sebaliknya, mereka harus merawatnya di dalam kotak khusus dengan lampu penghangat selama tiga hingga empat minggu pertama.
“Kami juga mengajarkan bagaimana merawat DOC. Setelah ini, kami akan kembali ke sekolah untuk melihat perkembangan ayam yang dipelihara sebagai bahan evaluasi program,” tegas Niko.
Melalui komitmen ini, Diperta ingin menitipkan pesan tanggung jawab dan kasih sayang kepada makhluk hidup sejak usia dini.
Bagi Diperta, pengenalan sejak dini adalah langkah strategis jangka panjang. Mengubah cara pandang anak-anak terhadap profesi peternak merupakan investasi besar bagi ketahanan pangan di Kabupaten Probolinggo. Ayam tidak hanya dikenalkan sebagai sumber pangan di meja makan, tetapi juga sebagai peluang usaha yang mandiri.”Harapan kami semakin banyak anak yang mencintai peternakan. Jika sejak kecil mereka sudah mengenal dan menyukai dunia ini, maka ke depan akan lahir generasi penerus yang mampu mengembangkan sektor peternakan kita,” pungkas Niko.Riuh tawa dan antusiasme para siswa hari itu menjadi modal awal. Di tangan para ‘peternak cilik’ inilah, masa depan ketahanan pangan daerah kelak akan digantungkan.
Penulis : Moch Solihin









