Polusi Debu PG Pesantren Baru Memicu Kemarahan Warga, Produksi Diminta Dihentikan Jika Tak Ada Solusi

Senin, 27 Juli 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KEDIRI – Puluhan warga Lingkungan Dander, Kelurahan Ketami, Kecamatan Pesantren, Kota Kediri, meluapkan kekecewaan terhadap polusi debu dan bau limbah yang diduga berasal dari aktivitas PG Pesantren Baru. Dalam audiensi yang digelar di halaman rumah Heru, Senin (27/7/2026), warga mendesak perusahaan segera mengambil langkah nyata. Bahkan, mereka meminta operasional pabrik dihentikan sementara apabila pencemaran tidak segera diatasi.

Audiensi yang dimulai pukul 09.00 WIB itu dipimpin Ketua RW 05 Kelurahan Ketami, Cahyo, dan dihadiri sekitar 50 warga. Hadir pula General Manager PG Pesantren Baru, Sugondo, bersama jajaran manajemen, perangkat kelurahan, Bhabinkamtibmas, Babinsa, serta para ketua RW setempat.
Dalam pertemuan tersebut, Ketua RW 04, Gunawan, menyampaikan keluhan warga yang selama ini mengaku terganggu oleh tebalnya debu serta bau limbah yang dinilai semakin meresahkan.

“Warga tidak membutuhkan kompensasi. Yang kami inginkan hanya satu, polusi ini benar-benar dihentikan. Jangan hanya janji, tetapi harus ada bukti nyata,” tegasnya.
Ia juga meminta pihak PG Pesantren Baru segera mengambil tindakan. Jika persoalan tidak mampu diselesaikan, warga mendesak agar aktivitas produksi dihentikan sementara demi melindungi kesehatan masyarakat.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menanggapi desakan tersebut, General Manager PG Pesantren Baru, Sugondo, menyampaikan permohonan maaf dan mengapresiasi masukan yang diberikan warga. Ia mengakui perusahaan akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sumber pencemaran.

“Kami akan melakukan investigasi, mengevaluasi seluruh sistem produksi, termasuk mengajukan penggantian ketel pembakaran yang memang sudah tidak layak. Kami juga akan melibatkan perwakilan warga untuk mengawal proses penyelesaian ini serta mendatangkan tenaga ahli guna mengurangi dampak polusi,” ujarnya.

Usai audiensi, sekitar pukul 10.30 WIB, perwakilan warga bersama jajaran manajemen PG Pesantren Baru melakukan peninjauan langsung ke area mesin produksi guna melihat kondisi yang diduga menjadi penyebab polusi debu.
Kegiatan yang berakhir pukul 11.30 WIB tersebut berlangsung aman dan tertib.

Meski demikian, warga berharap komitmen yang disampaikan pihak perusahaan tidak berhenti sebatas janji, melainkan segera diwujudkan melalui langkah konkret agar polusi debu tidak lagi mengganggu lingkungan dan kesehatan masyarakat sekitar.

 

Penulis : Purwasis

Berita Terkait

Upaya Penyelundupan Handphone oleh Pengunjung Rutan Kelas 1 Jakpus Berhasil Digagalkan Petugas
Desak Transparasi RAT Puluhan Anggota Koperasi UKP DLH Pemalang Gandeng Pengacara 
Pembangunan Koperasi Merah Putih di Kompleks Makam Kuna Sutan Nasinok Menuai Penolakan Ahli Waris
Ziarah HUT ke-81 TNI, Kodim 0827/Sumenep Kenang Jasa Pahlawan dan Teguhkan Pengabdian
Pondasi Koperasi Merah Putih Berdiri di Kompleks Makam Kuna Sutan Nasinok, Keturunan Keberatan
Bos CV Ayunda Menikahi Dian Mariana di Banyuwangi, Ribuan Tamu Dikejutkan Hadiah Umrah, 10 Oktober Resepsi Berlanjut di Pamekasan
Dugaan Kelalaian Medis di RSUD Waluyo Jati Kraksaan: Kuasa Hukum Soroti ‘Misteri’ 33 Jam Tanpa Visite Dokter Spesialis
SELESAI, TUNAI, TUNTAS

Berita Terkait

Selasa, 29 September 2026 - 18:10 WIB

Upaya Penyelundupan Handphone oleh Pengunjung Rutan Kelas 1 Jakpus Berhasil Digagalkan Petugas

Selasa, 29 September 2026 - 18:08 WIB

Desak Transparasi RAT Puluhan Anggota Koperasi UKP DLH Pemalang Gandeng Pengacara 

Selasa, 29 September 2026 - 17:09 WIB

Pembangunan Koperasi Merah Putih di Kompleks Makam Kuna Sutan Nasinok Menuai Penolakan Ahli Waris

Selasa, 29 September 2026 - 14:06 WIB

Ziarah HUT ke-81 TNI, Kodim 0827/Sumenep Kenang Jasa Pahlawan dan Teguhkan Pengabdian

Selasa, 29 September 2026 - 13:31 WIB

Pondasi Koperasi Merah Putih Berdiri di Kompleks Makam Kuna Sutan Nasinok, Keturunan Keberatan

Berita Terbaru