KEDIRI – Puluhan warga Lingkungan Dander, Kelurahan Ketami, Kecamatan Pesantren, Kota Kediri, meluapkan kekecewaan terhadap polusi debu dan bau limbah yang diduga berasal dari aktivitas PG Pesantren Baru. Dalam audiensi yang digelar di halaman rumah Heru, Senin (27/7/2026), warga mendesak perusahaan segera mengambil langkah nyata. Bahkan, mereka meminta operasional pabrik dihentikan sementara apabila pencemaran tidak segera diatasi.
Audiensi yang dimulai pukul 09.00 WIB itu dipimpin Ketua RW 05 Kelurahan Ketami, Cahyo, dan dihadiri sekitar 50 warga. Hadir pula General Manager PG Pesantren Baru, Sugondo, bersama jajaran manajemen, perangkat kelurahan, Bhabinkamtibmas, Babinsa, serta para ketua RW setempat.
Dalam pertemuan tersebut, Ketua RW 04, Gunawan, menyampaikan keluhan warga yang selama ini mengaku terganggu oleh tebalnya debu serta bau limbah yang dinilai semakin meresahkan.
“Warga tidak membutuhkan kompensasi. Yang kami inginkan hanya satu, polusi ini benar-benar dihentikan. Jangan hanya janji, tetapi harus ada bukti nyata,” tegasnya.
Ia juga meminta pihak PG Pesantren Baru segera mengambil tindakan. Jika persoalan tidak mampu diselesaikan, warga mendesak agar aktivitas produksi dihentikan sementara demi melindungi kesehatan masyarakat.ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Menanggapi desakan tersebut, General Manager PG Pesantren Baru, Sugondo, menyampaikan permohonan maaf dan mengapresiasi masukan yang diberikan warga. Ia mengakui perusahaan akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sumber pencemaran.
“Kami akan melakukan investigasi, mengevaluasi seluruh sistem produksi, termasuk mengajukan penggantian ketel pembakaran yang memang sudah tidak layak. Kami juga akan melibatkan perwakilan warga untuk mengawal proses penyelesaian ini serta mendatangkan tenaga ahli guna mengurangi dampak polusi,” ujarnya.
Usai audiensi, sekitar pukul 10.30 WIB, perwakilan warga bersama jajaran manajemen PG Pesantren Baru melakukan peninjauan langsung ke area mesin produksi guna melihat kondisi yang diduga menjadi penyebab polusi debu.
Kegiatan yang berakhir pukul 11.30 WIB tersebut berlangsung aman dan tertib.
Meski demikian, warga berharap komitmen yang disampaikan pihak perusahaan tidak berhenti sebatas janji, melainkan segera diwujudkan melalui langkah konkret agar polusi debu tidak lagi mengganggu lingkungan dan kesehatan masyarakat sekitar.
Penulis : Purwasis








