Pemalang – Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Pemalang menggelar Pelatihan Budidaya Ikan Lele bagi warga binaan pada Kamis, ( 30/7 ). sebagai upaya meningkatkan keterampilan dan mendukung program pembinaan kemandirian. Kegiatan yang dimulai pukul 09.30 WIB ini menghadirkan narasumber dari Balai Pelatihan Penyuluhan dan Pengembangan Perikanan (BP3) Tegal, yaitu Ibu Rika dan Ibu Wiwin, serta diikuti oleh 20 orang warga binaan.
Pelatihan dibuka secara resmi oleh Kepala Rutan Kelas IIB Pemalang, Nur Febrianto, didampingi Kepala Sub Seksi Pelayanan Tahanan, Akbar Priambodo. Dalam sambutannya, Kepala Rutan menyampaikan bahwa pembinaan kemandirian merupakan salah satu program penting dalam proses pembinaan warga binaan agar memiliki bekal keterampilan yang dapat dimanfaatkan setelah kembali ke masyarakat.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Pelatihan ini merupakan bentuk komitmen Rutan Pemalang dalam memberikan pembinaan yang produktif dan berkelanjutan. Kami berharap ilmu yang diperoleh hari ini tidak hanya menjadi pengetahuan, tetapi juga menjadi bekal keterampilan yang dapat diterapkan sehingga mampu membuka peluang usaha dan meningkatkan kemandirian warga binaan setelah bebas nanti,” ujar Nur Febrianto.
Memasuki sesi materi, Ibu Rika memaparkan berbagai aspek penting dalam manajemen budidaya ikan lele, mulai dari persiapan kolam, pemilihan benih unggul, pengelolaan kualitas air, pemberian pakan, hingga pengendalian penyakit. Selain itu, peserta juga diperkenalkan dengan penerapan metode probiotik dan Recirculating Aquaculture System (RAS) yang dinilai mampu meningkatkan produktivitas budidaya.
Dalam pemaparannya, Ibu Rika menjelaskan bahwa penggunaan probiotik dapat membantu menjaga kualitas air sekaligus meningkatkan kesehatan ikan, sedangkan sistem RAS memungkinkan penggunaan air yang lebih efisien melalui proses sirkulasi dan penyaringan secara berkelanjutan.
“Budidaya ikan lele saat ini tidak hanya bergantung pada pemberian pakan, tetapi juga pada pengelolaan lingkungan budidaya yang baik. Melalui penggunaan probiotik dan sistem RAS, pertumbuhan ikan menjadi lebih optimal, risiko penyakit dapat ditekan, serta biaya operasional dapat lebih efisien,” jelas Ibu Rika.
Sementara itu, Ibu Wiwin menambahkan bahwa keberhasilan budidaya juga dipengaruhi oleh kedisiplinan dalam melakukan pemeliharaan dan pencatatan perkembangan ikan.
Usai penyampaian materi, kegiatan dilanjutkan dengan studi lapangan ke kolam pembesaran ikan lele milik Rutan Pemalang. Pada sesi ini, para peserta memperoleh kesempatan untuk melihat secara langsung penerapan teknik budidaya yang telah dipaparkan, sekaligus berdiskusi mengenai pengelolaan kolam, kualitas air, dan pemeliharaan ikan.
Melalui kegiatan ini, Rutan Pemalang berharap warga binaan memperoleh pengetahuan dan keterampilan praktis di bidang budidaya perikanan yang dapat menjadi bekal untuk membangun usaha mandiri setelah selesai menjalani masa pidana, sekaligus mendukung keberhasilan program pembinaan kemandirian di lingkungan pemasyarakatan.( Ragil).







