JEMBER — Organisasi sosial-spiritual Yakuza Maneges resmi mengepakkan sayap organisasinya dengan mengukuhkan dan melantik jajaran kepengurusan Cabang Kabupaten Jember, Jawa Timur. Processi deklarasi dan pengukuhan tersebut digelar secara khidmat di Pendopo Wahyawibawagraha, Jember, pada Minggu (2/8) malam.
Kegiatan strategis ini dihadiri langsung oleh Pendiri Yakuza Maneges, Den Gus Thuba Topo Broto Maneges, bersama jajaran tim eksekutif pusat. Momentum pengukuhan kepengurusan daerah ini juga disaksikan langsung oleh Bupati Jember DR. Muhammad Fawait SE., MSc., jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), OPD Kabupaten Jember, para tokoh agama, tokoh masyarakat, serta ratusan tamu undangan yang memadati lokasi acara.
Dalam sambutannya, Ketua Umum Yakuza Maneges, Hari Simplek, menegaskan bahwa perluasan struktur organisasi hingga ke tingkat daerah bukan sekadar ajang perayaan seremonial semata. Langkah ini menjadi momentum peneguhan komitmen serta kelanjutan dari tanggung jawab sosial organisasi terhadap masyarakat, bangsa, dan negara.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Hari ini bukan sekadar seremonial deklarasi, tetapi peneguhan komitmen, penanaman nilai, sekaligus kelanjutan dari tanggung jawab besar yang kita deklarasikan di pusat. Tujuannya tetap sama, yaitu mengabdi kepada masyarakat, bangsa, dan negara,” ujar Hari Simplek tegas di hadapan seluruh hadirin.
Mengingat rekam jejak perjalanan Yakuza Maneges sejak pertama kali dideklarasikan di Kediri pada 9 Mei lalu, Hari mengakui bahwa langkah awal organisasi tidak sepenuhnya berjalan mulus. Berbagai dinamika, keraguan, hingga prasangka sempat bermunculan dari sebagian kalangan masyarakat terkait keberadaan organisasi sosial-spiritual ini.
Namun, Yakuza Maneges memilih untuk tidak merespons berbagai pandangan miring tersebut dengan perdebatan emosional maupun opini publik. Pihaknya konsisten membuktikan niat serta visi organisasi melalui aksi nyata dan pengabdian langsung di tengah-tengah warga.
“Kami memilih menjawab semua melalui kerja, pengabdian, dan tindakan nyata. Seiring berjalannya waktu, lewat kegiatan sosial, pendampingan masyarakat, serta aksi kemanusiaan, masyarakat dapat menilai sendiri,” tuturnya.
Untuk memperkuat landasan moral jajarannya, Hari Simplek mengutip pesan (dawuh) mendalam dari almarhum Gus Miek yang menjadi pegangan perjuangan organisasi: “Cangkang tidak menjamin isi, penampilan tidak menjamin hati.”
Menurutnya, pesan spiritual tersebut menjadi pengingat krusial agar organisasi tidak dinilai sebatas nama, simbol, atau penampilan luar, melainkan dari integritas dan manfaat konkret yang dihadirkan bagi masyarakat luas.
“Yang sesungguhnya menjadi ukuran adalah integritas, akhlak, konsistensi, dan manfaat yang mampu diberikan kepada masyarakat. Biarlah waktu yang menjadi saksi, biarlah karya yang berbicara, dan pengabdian yang membuktikan,” imbuhnya.
Tak hanya menekankan sisi spiritual dan sosial, Hari Simplek memberikan instruksi keras dan terperinci terkait prinsip kerja organisasi di bidang hukum. Ia menegaskan bahwa seluruh pengurus dan anggota Yakuza Maneges wajib mentaati koridor hukum yang berlaku dalam setiap pergerakan organisasi.
Dalam menanggapi setiap laporan atau pengaduan masyarakat, Yakuza Maneges berkomitmen untuk bekerja secara profesional, objektif, dan bertanggung jawab. Setiap aduan yang masuk tidak akan langsung ditindaklanjuti secara gegabah, melainkan wajib melalui tahapan kajian mendalam bersama tim hukum (lawyer) internal Yakuza Maneges.
“Apabila dipandang memenuhi syarat untuk dilakukan pendampingan hukum, maka surat kuasa atas pihak yang didampingi menjadi dasar kewenangan kami dalam melakukan pendampingan maupun langkah-langkah hukum yang sah sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan,” tegas Hari.
Ia juga menekankan batas kewenangan organisasi agar tidak melangkahi lembaga penegak hukum yang ada di Indonesia.
“Kami tidak akan pernah mengambil alih kewenangan aparat penegak hukum. Proses penyelidikan, penyidikan, penuntutan, maupun proses peradilan merupakan kewenangan lembaga negara yang diberikan mandat oleh undang-undang. Kami menghormati sepenuhnya kewenangan tersebut,” jelasnya.
Peran utama Yakuza Maneges, sambungnya, adalah murni mendampingi warga, membantu menyampaikan informasi yang berimbang, memberikan edukasi hukum, mengawal hak-hak masyarakat, serta mendukung penegakan hukum agar tetap berjalan adil.
“Yakuza Maneges dikenal karena keteguhannya dalam memperjuangkan keadilan. Kami tidak pernah memandang siapa korbannya, kami tidak pernah melihat siapa yang dilaporkan. Yang menjadi pijakan kami hanyalah bukti, kejujuran, serta proses hukum yang ada,” serunya.
Dalam kesempatan yang sama, Hari Simplek memberikan clarification tegas mengenai jargon khas organisasi yang kerap terdengar di publik, yakni “Gasss Tanpa Ampun”. Ia mengingatkan seluruh jajaran agar tidak salah dalam menafsirkan jargon tersebut.
“Jargon ‘Gasss Tanpa Ampun’ bukanlah ajakan untuk bertindak semena-mena, melainkan pecut semangat agar kita tidak pernah lelah, takut, ataupun menyerah dalam memperjuangkan kebenaran melalui cara-cara yang bermartabat dan sesuai hukum,” paparnya.
Ketua Umum Yakuza Maneges ini secara tegas melarang keras seluruh anggotanya melakukan tindakan yang menjurus pada pelanggaran hukum seperti intimidasi, ancaman, kekerasan, hingga pemerasan. Ia meminta jajarannya cerdas dalam menyaring informasi dan tidak mudah termakan isu unverified yang berpotensi menimbulkan fitnah.
“Jangan mudah mempercayai informasi yang belum terverifikasi sehingga menimbulkan fitnah ataupun merugikan nama baik orang lain. Setiap informasi harus dikaji secara cermat dan disikapi dengan bijaksana,” instruksinya.
“Ingatlah bahwa marwah Yakuza Maneges tidak ditentukan oleh seberapa lantang kita berbicara, melainkan oleh akhlak, disiplin, integritas, profesional, kepatuhan terhadap hukum, dan manfaat yang mampu kita hadirkan di dalam masyarakat,” tambahnya lagi.
Mengakhiri sambutannya, Hari mengajak seluruh anggota Cabang Jember dan pengurus pusat untuk membuktikan komitmen organisasi sebagai pilar perubahan positif di Indonesia.
“Marilah kita buktikan kepada seluruh masyarakat Indonesia bahwa Yakuza Maneges adalah organisasi yang mampu menjadi rumah perubahan, wadah pengabdian, serta mitra masyarakat dalam mewujudkan keadilan sosial tanpa pernah meninggalkan nilai agama, kemanusiaan, Pancasila, UUD 1945, serta NKRI,” cetusnya.
Ia mengingatkan esensi kehadiran Yakuza Maneges di tengah dinamika sosial saat ini. “Mari kita hadir bukan untuk ditakuti, tetapi untuk dipercaya. Bukan untuk dipuji, tetapi untuk mengabdi. Bukan untuk mencari nama, tetapi untuk hadir di masyarakat. Semoga setiap langkah yang kita tempuh menjadi amal kebaikan, membawa keberkahan, dan menjadi bagian dari ikhtiar membangun bangsa yang adil, bermartabat, dan berkeadaban,” pungkas Hari Simplek.
Dengan diresmikannya kepengurusan Cabang Kabupaten Jember ini, Yakuza Maneges optimistis dapat memperluas jangkauan program kemanusiaan, pendampingan hukum, sosial, serta kegiatan keagamaan secara masif di seluruh wilayah Jawa Timur. (red/BG17)
Penulis : Bimo







