SUMENEP – Di saat banyak orang memilih beristirahat ketika kondisi kesehatan belum sepenuhnya pulih, keluarga besar Detikzone.id justru terus melangkah menebarkan kepedulian. Di tengah proses pemulihan kesehatan yang masih dijalani Pimpinan Redaksi Detikzone.id, semangat berbagi tidak pernah surut.
Kamis (6/8/2026), Program Berbagi Setiap Hari memasuki hari ke-66. Seperti hari-hari sebelumnya, bantuan kembali disalurkan kepada masyarakat yang membutuhkan. Kali ini, sasaran program adalah anak yatim dan keluarga dhuafa di Kabupaten Sumenep.
Di wajah anak-anak yatim yang menerima bantuan, terpancar senyum penuh harapan. Meski hidup dalam berbagai keterbatasan, mereka tetap menyimpan mimpi untuk meraih masa depan yang lebih baik. Sementara itu, keluarga dhuafa yang menerima bantuan mengaku bersyukur atas perhatian yang terus diberikan oleh Detikzone.id.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Bagi Detikzone.id, berbagi bukan sekadar memberikan bantuan materi. Lebih dari itu, program ini hadir untuk memastikan bahwa masyarakat kecil tidak kehilangan harapan dan tetap merasakan bahwa masih banyak orang yang peduli terhadap perjuangan hidup mereka.
Selama 66 hari berturut-turut, Program Berbagi Setiap Hari telah menyapa berbagai kelompok masyarakat yang membutuhkan, mulai dari anak yatim, lansia, penyandang disabilitas, janda lanjut usia, nelayan, buruh harian, tukang becak, pemulung, pedagang kecil, hingga keluarga dhuafa di berbagai pelosok Kabupaten Sumenep.
Program ini lahir dari semangat Jurnalisme Ihdinas Sirotol Mustaqim, sebuah gagasan bahwa media tidak cukup hanya menyampaikan informasi, tetapi juga harus mampu menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat. Bagi Detikzone.id, berita terbaik adalah berita yang mampu menggerakkan kepedulian dan melahirkan aksi nyata.
Pimpinan Redaksi Detikzone.id, Igusty Madani, mengatakan bahwa kondisi kesehatan yang sedang ia jalani justru menjadi pengingat bahwa hidup akan lebih bermakna apabila diisi dengan kebaikan.
“Allah bisa saja mengambil kesehatan kapan pun. Karena itu, selama masih diberi kesempatan hidup, kami ingin terus berbagi. Jangan pernah menunggu menjadi kaya untuk bersedekah, dan jangan menunggu sehat untuk menolong orang lain. Sebab, yang paling berharga bukan seberapa besar yang kita miliki, tetapi seberapa besar manfaat yang bisa kita berikan,” ujarnya.
Ia menegaskan, Detikzone.id ingin menjadi media yang tidak hanya hadir saat memberitakan peristiwa, tetapi juga hadir ketika masyarakat membutuhkan uluran tangan.
“Kami ingin setiap langkah Detikzone.id membawa manfaat. Jika suatu hari nama kami tidak lagi diingat, semoga kebaikan yang pernah kami lakukan tetap hidup melalui doa anak-anak yatim, kaum dhuafa, dan masyarakat kecil yang pernah kami temui,” katanya.
Igusty juga menyampaikan terima kasih kepada keluarga besar Detikzone.id, dan orang baik yang terus mendukung, mensupport dan mempercayai gerakan kemanusiaan tersebut.
Selain Program Berbagi Setiap Hari, Detikzone.id juga terus menjalankan berbagai program sosial lainnya, seperti santunan anak yatim, bantuan pendidikan, bantuan biaya pengobatan, layanan ambulans gratis, rumah singgah keluarga pasien, wakaf Al-Qur’an, pembangunan musala, pembagian sembako, hingga bantuan bagi warga yang tertimpa musibah.
Tak berhenti di sana, Detikzone.id kini tengah mempersiapkan Program Rumah Makan Gratis bagi kaum dhuafa di Kabupaten Sumenep. Program tersebut diharapkan menjadi tempat bagi masyarakat kurang mampu untuk memperoleh makanan yang layak tanpa dipungut biaya.
Hari ke-66 bukan sekadar angka dalam perjalanan sebuah program sosial. Ia menjadi bukti bahwa kepedulian tidak boleh berhenti karena keadaan, tidak boleh padam oleh sakit, dan tidak boleh kalah oleh keterbatasan. Selama masih ada kesempatan untuk berbuat baik, Detikzone.id berkomitmen akan terus mengetuk pintu-pintu harapan dan menghadirkan senyum bagi mereka yang membutuhkan.
Penulis : Red






