SUMENEP, Jumat, 7 Agustus 2026 – Di saat banyak orang memilih beristirahat ketika kondisi kesehatan belum sepenuhnya pulih, keluarga besar Detikzone.id justru terus melangkah menebarkan kepedulian. Semangat berbagi tidak pernah surut, meski Pimpinan Redaksi hingga kini masih menjalani proses pemulihan kesehatan.
Memasuki hari ke-67, bertepatan dengan Jumat Berkah, Program Sedekah Setiap Hari kembali hadir menyapa masyarakat yang membutuhkan. Kali ini, bantuan disalurkan kepada anak yatim dan janda tua di Kabupaten Sumenep sebagai bentuk nyata kepedulian terhadap mereka yang hidup dalam keterbatasan.
Senyum bahagia tampak menghiasi wajah anak-anak yatim saat menerima bantuan. Begitu pula para janda tua yang hidup seorang diri dengan kondisi ekonomi yang serba terbatas. Bagi mereka, perhatian yang diberikan bukan hanya bernilai materi, tetapi juga menjadi penyemangat bahwa masih banyak orang yang peduli terhadap perjuangan hidup mereka.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Bagi Detikzone.id, sedekah bukan sekadar memberikan bantuan. Lebih dari itu, program ini menjadi ikhtiar untuk menghadirkan harapan, menumbuhkan kepedulian, serta memastikan masyarakat kecil tetap merasakan kasih sayang dari sesama.
Selama 67 hari berturut-turut, Program Sedekah Setiap Hari telah menjangkau berbagai lapisan masyarakat, mulai dari anak yatim, lansia, penyandang disabilitas, janda lanjut usia, nelayan, buruh harian, tukang becak, pemulung, pedagang kecil, hingga keluarga dhuafa di berbagai pelosok Kabupaten Sumenep.
Program ini lahir dari semangat Jurnalisme Ihdinas Sirotol Mustaqim, sebuah gagasan bahwa media tidak cukup hanya menyampaikan informasi, tetapi juga harus mampu menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat.
Bagi Detikzone.id, berita terbaik bukan hanya yang dibaca banyak orang, melainkan yang mampu menggerakkan kepedulian dan melahirkan aksi nyata.
Pimpinan Redaksi Detikzone.id, Igusty Madani, mengatakan bahwa kondisi kesehatan yang sedang ia jalani justru menjadi pengingat bahwa hidup akan lebih bermakna apabila diisi dengan kebaikan.
“Allah bisa saja mengambil kesehatan kapan pun. Karena itu, selama masih diberi kesempatan hidup, kami ingin terus berbagi. Jangan pernah menunggu menjadi kaya untuk bersedekah, dan jangan menunggu sehat untuk menolong orang lain. Sebab, yang paling berharga bukan seberapa besar yang kita miliki, tetapi seberapa besar manfaat yang bisa kita berikan,” ujarnya.
Ia menegaskan, Detikzone.id ingin menjadi media yang tidak hanya hadir saat memberitakan peristiwa, tetapi juga hadir ketika masyarakat membutuhkan uluran tangan.
“Kami ingin setiap langkah Detikzone.id membawa manfaat. Jika suatu hari nama kami tidak lagi diingat, semoga kebaikan yang pernah kami lakukan tetap hidup melalui doa anak-anak yatim, para janda tua, kaum dhuafa, dan masyarakat kecil yang pernah kami temui,” katanya.
Ia juga menyampaikan terima kasih kepada keluarga besar Detikzone.id, dan orang baik yang terus mendukung, memberikan semangat, dan mempercayai gerakan kemanusiaan tersebut.
Selain Program Sedekah Setiap Hari, Detikzone.id juga terus menjalankan berbagai program sosial lainnya, seperti santunan anak yatim, bantuan pendidikan, bantuan biaya pengobatan, layanan ambulans gratis, rumah singgah keluarga pasien, wakaf Al-Qur’an, pembangunan musala, pembagian sembako, hingga bantuan bagi warga yang tertimpa musibah.
Tak berhenti di sana, Detikzone.id juga tengah mempersiapkan Program Rumah Makan Gratis bagi kaum dhuafa di Kabupaten Sumenep. Program tersebut diharapkan menjadi tempat bagi masyarakat kurang mampu untuk memperoleh makanan yang layak tanpa dipungut biaya.
Hari ke-67 bukan sekadar penanda perjalanan sebuah program sosial, tetapi menjadi bukti bahwa kepedulian tidak boleh berhenti karena keadaan, tidak boleh padam oleh sakit, dan tidak boleh kalah oleh keterbatasan. Selama masih diberi kesempatan, Detikzone.id berkomitmen untuk terus mengetuk pintu-pintu harapan, menebarkan kebaikan, dan menghadirkan senyum bagi anak yatim, janda tua, serta masyarakat yang membutuhkan.







