SUMENEP, Sabtu, 8 Agustus 2026, Detikzone.id – Ketika kesehatan belum sepenuhnya pulih, langkah kebaikan justru tak boleh ikut terhenti. Di tengah proses pemulihan Pimpinan Redaksi, keluarga besar Detikzone.id kembali melanjutkan Program Sedekah Setiap Hari hingga memasuki hari ke-68.
Kali ini, kepedulian kembali diarahkan kepada janda tua di Kabupaten Sumenep yang menjalani kehidupan dalam keterbatasan. Bantuan yang diberikan mungkin tidak seberapa, namun bagi penerimanya, perhatian tersebut menjadi tanda bahwa mereka tidak berjalan sendirian menghadapi kerasnya kehidupan.
Program Sedekah Setiap Hari bukan sekadar agenda berbagi. Bagi Detikzone.id, gerakan tersebut merupakan ikhtiar untuk menghadirkan kepedulian secara nyata, terutama kepada masyarakat kecil yang sering kali luput dari perhatian.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Selama 68 hari tanpa putus, program tersebut telah menyentuh berbagai lapisan masyarakat. Mulai dari anak yatim, janda tua, lansia, penyandang disabilitas, nelayan, buruh harian, tukang becak, pemulung, pedagang kecil hingga keluarga dhuafa di berbagai wilayah Kabupaten Sumenep.
Di balik setiap bantuan, terdapat cerita kehidupan yang berbeda. Ada mereka yang bertahan seorang diri, ada yang menggantungkan hidup dari pekerjaan seadanya, dan ada pula yang hanya berharap masih ada tangan-tangan dermawan yang mau peduli.
Bagi Detikzone.id, di situlah makna sebenarnya dari sebuah kepedulian.
Program ini lahir dari semangat “Jurnalisme Ihdinas Sirotol Mustaqim”, sebuah ikhtiar untuk menjadikan media bukan hanya sebagai sarana menyampaikan informasi, tetapi juga sebagai jembatan kebaikan dan manfaat bagi masyarakat.
Pimpinan Redaksi Detikzone.id, Igusty Madani, menegaskan bahwa keterbatasan kondisi kesehatan tidak boleh menjadi alasan untuk berhenti berbuat baik.
“Allah bisa mengambil kesehatan kapan saja. Karena itu, selama masih diberi kesempatan hidup, kami ingin terus berbagi. Jangan menunggu kaya untuk bersedekah dan jangan menunggu sehat untuk menolong orang lain. Sebab, yang paling berharga bukan seberapa besar yang kita miliki, tetapi seberapa besar manfaat yang bisa kita berikan,” ujarnya.
Menurutnya, perjalanan 68 hari tersebut bukanlah tentang seberapa banyak bantuan yang telah diberikan. Lebih dari itu, program ini menjadi pengingat bahwa sekecil apa pun kebaikan tetap memiliki arti bagi orang yang sedang membutuhkan.
“Kami ingin Detikzone.id tidak hanya hadir ketika ada peristiwa yang diberitakan. Kami ingin hadir ketika masyarakat membutuhkan. Kalau suatu hari nama kami tidak lagi diingat, semoga kebaikan yang pernah kami lakukan tetap hidup melalui doa anak yatim, janda tua, kaum dhuafa, dan masyarakat kecil yang pernah kami temui,” katanya.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada keluarga besar Detikzone.id dan orang-orang baik yang selama ini ikut membersamai gerakan sosial tersebut.
Selain Program Sedekah Setiap Hari, Detikzone.id juga menjalankan berbagai kegiatan sosial, mulai dari santunan anak yatim, bantuan pendidikan, bantuan biaya pengobatan, layanan ambulans gratis, rumah singgah keluarga pasien, wakaf Al-Qur’an, pembangunan musala, pembagian sembako hingga bantuan bagi warga yang tertimpa musibah.
Detikzone.id juga tengah mempersiapkan Program Rumah Makan Gratis bagi kaum dhuafa di Kabupaten Sumenep. Program tersebut diharapkan dapat menjadi ruang berbagi sekaligus membantu masyarakat kurang mampu mendapatkan makanan yang layak tanpa dipungut biaya.
Hari ke-68 akhirnya bukan sekadar angka dalam perjalanan sebuah program. Ia menjadi bukti bahwa kepedulian bisa tetap menyala meski tubuh sedang diuji oleh sakit dan keterbatasan.
Selama masih diberi napas dan kesempatan, Detikzone.id berkomitmen untuk terus mengetuk pintu-pintu harapan, menyapa mereka yang terlupakan, dan menghadirkan senyum bagi anak yatim, janda tua, kaum dhuafa serta masyarakat kecil di Kabupaten Sumenep.
Karena bagi Detikzone.id, sedekah bukan tentang seberapa banyak yang diberikan, tetapi tentang seberapa banyak kebaikan yang bisa terus hidup setelah tangan kita melepaskannya.
Penulis : Red







