JAKARTA, Detikzone.id – Pelayanan kesehatan bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) tidak berhenti pada pemeriksaan. Hasil skrining kesehatan kini ditindaklanjuti dengan operasi katarak bagi mereka yang memenuhi kriteria medis.
Langkah tersebut dilakukan Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Kanwil Ditjenpas) Daerah Khusus Jakarta melalui rangkaian bakti kesehatan dalam rangka memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Rumah Sakit EMC Pulomas, Jakarta Timur, Selasa (11/8/2026).
Berdasarkan hasil skrining, sebanyak 61 Warga Binaan dari sejumlah Lapas dan Rutan di wilayah DK Jakarta serta 25 masyarakat umum dinyatakan memenuhi kriteria medis untuk mendapatkan tindakan lebih lanjut.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Sebelumnya, rangkaian kegiatan juga diisi dengan Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang telah menjangkau 2.097 Warga Binaan. Pemeriksaan tersebut menjadi bagian dari upaya deteksi dini sekaligus pemetaan kondisi kesehatan di lingkungan Pemasyarakatan.
Kepala Kanwil Ditjenpas Daerah Khusus Jakarta, Wachid Wibowo, menegaskan bahwa pelayanan kesehatan bagi Warga Binaan harus diberikan secara berkelanjutan, termasuk ketika hasil pemeriksaan menunjukkan adanya kebutuhan tindakan medis.
Menurutnya, skrining tidak boleh berhenti sebatas pemeriksaan. Warga Binaan yang membutuhkan penanganan lanjutan harus mendapatkan akses sesuai kondisi medisnya.
“Kami memastikan Warga Binaan yang berdasarkan hasil skrining membutuhkan penanganan lebih lanjut dapat memperoleh tindakan medis sesuai kebutuhannya. Pada saat yang sama, manfaat kegiatan ini juga menjangkau masyarakat,” tegas Wachid.
Pelaksanaan operasi katarak tersebut turut ditinjau langsung oleh Direktur Jenderal Pemasyarakatan, Mashudi.
Ia menilai kolaborasi lintas sektor menjadi bagian penting dalam memperluas akses pelayanan kesehatan, baik bagi Warga Binaan maupun masyarakat.
“Pemasyarakatan harus hadir memberikan manfaat. Hari ini kita melihat pelayanan kesehatan tidak berhenti pada skrining, tetapi berlanjut hingga tindakan medis bagi mereka yang membutuhkan,” ujar Mashudi.
Salah satu penerima manfaat, Samsudin, warga Kelurahan Cipinang Besar Utara, mengaku terbantu setelah mendapatkan pemeriksaan hingga kesempatan menjalani operasi katarak.
Ia menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat karena pelayanan tersebut memberikan kesempatan bagi masyarakat untuk mendapatkan penanganan kesehatan mata.
Program tersebut terlaksana melalui kolaborasi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan bersama Kementerian Kesehatan, Indosiar, CSR Emtek Media, Rumah Sakit EMC Pulomas, Perhimpunan Dokter Spesialis Mata Indonesia, tenaga medis serta relawan.
Rangkaian bakti kesehatan ini menjadi bagian dari peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia sekaligus implementasi 15 Program Aksi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan Tahun 2026.
Melalui kegiatan tersebut, Kanwil Ditjenpas DK Jakarta tidak hanya memperkuat pelayanan kesehatan bagi Warga Binaan, tetapi juga membuka akses manfaat bagi masyarakat di sekitar lingkungan Pemasyarakatan.
Pelayanan kesehatan pun diharapkan tidak berhenti pada pemeriksaan, melainkan terus berlanjut sesuai kebutuhan medis sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan oleh mereka yang membutuhkan.







