SUMENEP, Detikzone.id – Kebaikan kembali bergerak dari satu sudut kota ke sudut lainnya. Setelah melewati 71 hari tanpa terputus, Program Sedekah Setiap Hari Detikzone.id kembali menyapa warga yang membutuhkan.
Memasuki hari ke-72, Rabu (12/8/2026), langkah berbagi kali ini menyasar dua kelompok masyarakat yang menjalani kehidupan dengan penuh perjuangan, yakni penyandang disabilitas dan abang becak di Kabupaten Sumenep.
Bagi sebagian orang, bantuan yang diberikan mungkin terlihat sederhana. Namun bagi mereka yang setiap hari harus berjuang memenuhi kebutuhan hidup, perhatian dan kepedulian tersebut memiliki arti tersendiri.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Selama 72 hari berjalan, program ini telah menyentuh beragam lapisan masyarakat. Mulai dari lansia, janda tua, anak yatim, penyandang disabilitas, buruh harian, tukang becak, pemulung, nelayan, pedagang kecil hingga keluarga dhuafa.
Sasaran bantuan pun tidak ditentukan semata berdasarkan angka atau target. Detikzone.id berupaya menemukan warga yang memang membutuhkan melalui penelusuran dan perjumpaan langsung di lapangan.
Kini, setelah lebih dari dua bulan perjalanan, tantangan terbesar bukan lagi sekadar memulai gerakan sosial, melainkan menjaga agar kepedulian itu tetap hidup setiap hari.
Program Sedekah Setiap Hari lahir dari keyakinan bahwa berbagi tidak harus menunggu seseorang menjadi kaya. Kebaikan dapat dimulai dari apa yang dimiliki, sekecil apa pun nilainya.
Pimpinan Redaksi Detikzone.id, Igusty Madani, menegaskan bahwa konsistensi jauh lebih penting daripada sekadar mengejar jumlah hari.
“Jangan menunggu kaya untuk bersedekah. Jangan menunggu punya banyak untuk berbagi. Kalau kita memiliki sedikit dan sedikit itu bisa membantu orang lain, maka jangan takut untuk memberikannya,” ujarnya.
Menurutnya, angka 72 hari bukanlah garis akhir. Setiap hari justru menjadi pengingat bahwa masih banyak masyarakat yang membutuhkan perhatian dan kepedulian.
“Yang kami jaga bukan sekadar angka 72 hari. Yang kami jaga adalah keikhlasan dan konsistensi. Semoga setiap langkah kecil yang dilakukan bisa memberikan manfaat bagi mereka yang kami temui,” katanya.
Ia juga menyampaikan terima kasih kepada keluarga besar serta orang-orang baik yang selama ini memberikan doa dan dukungan sehingga gerakan tersebut dapat terus berjalan.
“Program ini bukan milik satu orang. Ini perjalanan kita bersama. Setiap dukungan dari keluarga dan orang-orang baik telah menjadi bagian dari kebaikan yang sampai kepada masyarakat,” ungkapnya.
Program Sedekah Setiap Hari menjadi bagian dari semangat “Jurnalisme Ihdinas Sirotol Mustaqim” yang dikembangkan Detikzone.id. Semangat tersebut berupaya menempatkan aktivitas jurnalistik tidak hanya sebagai sarana menyampaikan informasi, tetapi juga sebagai jalan untuk menghadirkan kepedulian di tengah masyarakat.
Gerakan sosial Detikzone.id juga diwujudkan melalui berbagai kegiatan lainnya, seperti santunan anak yatim, bantuan pendidikan, bantuan biaya pengobatan, ambulans gratis, rumah singgah keluarga pasien, wakaf Al-Qur’an, pembangunan musala, pembagian sembako hingga bantuan bagi warga yang tertimpa musibah.
Tidak berhenti di sana, Detikzone.id juga tengah mempersiapkan Program Rumah Makan Gratis bagi kaum dhuafa di Kabupaten Sumenep.
Perjalanan 72 hari ini menjadi catatan panjang sebuah gerakan yang dibangun dari langkah-langkah kecil. Dari seorang lansia, janda tua, anak yatim, hingga abang becak dan penyandang disabilitas, satu per satu mereka menjadi bagian dari perjalanan tersebut.
Hari berganti, sasaran berganti, tetapi satu hal yang ingin dipertahankan tetap sama: berbagi tanpa menunggu berlebih dan bergerak tanpa harus menunggu dipuji.
Bagi Detikzone.id, sedekah bukan tentang seberapa besar yang diberikan. Lebih dari itu, ada pesan bahwa di tengah kesibukan dan kerasnya kehidupan, masih ada tangan yang bersedia mengulurkan bantuan.
Hari ke-72 pun terlewati.
Namun perjalanan belum selesai. Masih ada hari berikutnya, masih ada warga yang membutuhkan, dan masih ada jejak-jejak kebaikan yang harus ditemukan.
Dari sudut-sudut Sumenep, Detikzone.id terus berjalan. Bukan sekadar menghitung hari, tetapi berusaha memastikan setiap hari ada kebaikan yang sampai kepada mereka yang membutuhkan.
Penulis : Redaksi







