PROBOLINGGO – Suasana di Auditorium Madakaripura Kantor Bupati Probolinggo pada Jum’at (14/8/2026) sore itu mendadak hening. Di bawah pendar lampu ruangan, 74 pasang mata remaja terpilih menatap lurus ke depan. Di dada mereka, ada debar yang tak biasa. Sore itu bukan lagi tentang latihan fisik yang menguras keringat di bawah terik matahari, melainkan tentang sumpah setia kepada ibu pertiwi.Rangkaian lagu Indonesia Raya bergema, disusul keheningan mendalam saat kepala tertunduk mengenang jasa para pahlawan.
Momentum paling menggetarkan jiwa tiba ketika dua perwakilan Paskibraka, Adri Viko Pradana dan Walidatul Maufiroh, melangkah mantap mendekati bendera Merah Putih.Alunan lagu Bagimu Negeri yang magis mulai mengalun, memecah kesunyian. Satu per satu, dengan takzim, bibir mereka menyentuh kain Sang Merah Putih. Sebuah simbol kecintaan tertinggi dan kepasrahan untuk mengemban amanah berat: mengibarkan kejayaan bangsa pada Upacara Peringatan Detik-Detik Proklamasi Kemerdekaan ke-81 Republik Indonesia, 17 Agustus 2026 nanti.
Bupati Probolinggo, dr. Mohammad Haris, yang mengukuhkan langsung pasukan ini, tidak dapat menyembunyikan rasa bangganya. Saat jemarinya memasangkan kendit secara simbolis, ia tahu bahwa di pundak anak-anak muda inilah karakter masa depan Kabupaten Probolinggo sedang dibentuk.”Kalian adalah putra-putri terbaik daerah. Posisi yang kalian emban hari ini merupakan kebanggaan sekaligus amanah yang tidak semua pelajar dapatkan,” ujar Bupati Haris dengan nada berwibawa namun penuh kehangatan bapak asuh.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Bagi Gus Haris,sapaan akrabnya—gemblengan fisik dan mental yang dilalui puluhan pelajar ini bukan sekadar simulasi baris-berbaris untuk hari H. Lebih dari itu, ini adalah kawah candradimuka untuk mencetak manusia-manusia baru yang tangguh.
“Proses pembinaan dan latihan yang telah kalian jalani bukan hanya untuk kepentingan upacara pengibaran bendera, tetapi juga untuk membentuk karakter, mental kesatria, kedisiplinan, serta tanggung jawab sebagai calon pemimpin masa depan,” tegasnya penuh penekanan. Ia juga berpesan agar api kedisiplinan ini tidak padam begitu saja setelah bendera diturunkan di Alun-alun Kraksaan, melainkan terus dihidupi dalam keseharian.Dukungan moral juga mengalir dari kursi undangan.
Kapolres Probolinggo, AKBP Asmida Rizki Siregar, yang hadir bersama Ketua DPRD Oka Mahendra Jati Kusuma dan Ketua PN Kraksaan Putu Agus Wiranata, turut membakar semangat para anggota. Menjelang hari besar yang tinggal menyisakan hitungan jam, AKBP Asmida mengingatkan mereka untuk terus menjaga kekompakan dan kesehatan fisik.
Kini, upacara pengukuhan telah usai. Sebanyak 74 pelajar tersebut telah resmi menyandang status sebagai Paskibraka Kabupaten Probolinggo Tahun 2026. Di balik seragam putih yang kaku dan formasi yang presisi, ada derap langkah kaki pemuda yang siap mengukir sejarah mereka sendiri di Alun-alun Kraksaan pada Senin, 17 Agustus nanti. Tugas mulia menanti, dan Probolinggo siap menjadi saksi.
Penulis : Moch Solihin







