PEMALANG, 16 Agustus 2026 — Deretan puluhan pasang sepatu yang tersusun rapi di teras kelas menjadi pemandangan menarik di SMPN 1 Petarukan, Kabupaten Pemalang. Bukan sekadar kerapian, susunan sepatu tersebut menjadi gambaran tumbuhnya kesadaran siswa terhadap disiplin dan kebersihan lingkungan sekolah.
Pemandangan itu terlihat saat para siswa kelas VII dan VIII hendak melaksanakan kegiatan kebersihan kelas. Secara mandiri, mereka melepas alas kaki sebelum memasuki ruangan yang sedang disapu dan dipel.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Tanpa harus menunggu komando guru, sepatu-sepatu tersebut disusun berjajar dengan posisi menghadap keluar dan jarak yang relatif teratur di atas teras kelas.
Kebiasaan sederhana itu menjadi bagian dari upaya menjaga lantai kelas yang baru dibersihkan agar tidak kembali kotor oleh debu dan kotoran dari luar.
Kepala SMPN 1 Petarukan, Purwaningsih, S.Pd., M.Pd., mengapresiasi kesadaran para siswa tersebut. Menurutnya, tindakan sederhana seperti menata sepatu di luar kelas menunjukkan bahwa nilai kedisiplinan mulai tumbuh dari kesadaran pribadi.
“Kebersihan bukan sekadar program sekolah, melainkan cerminan kepribadian. Ketika anak-anak berinisiatif menata sepatu agar tidak mengotori lantai yang baru dibersihkan atau menghalangi jalan, di situlah terlihat kedisiplinan yang tumbuh dari kesadaran,” ujar Purwaningsih saat ditemui di lingkungan sekolah, Minggu (16/8/2026).
Sementara itu, salah satu perwakilan pengurus OSIS menjelaskan, kebiasaan tersebut berawal dari kesadaran bersama untuk membuat kegiatan membersihkan kelas berjalan lebih efektif.
Dengan melepas sepatu sebelum memasuki ruangan, debu dan kotoran dari luar tidak kembali mengotori lantai yang telah dibersihkan. Pada saat yang sama, teras kelas tetap terlihat tertata.
Meski tampak sederhana, kebiasaan tersebut menjadi bagian dari proses pembentukan karakter siswa. Disiplin tidak selalu lahir dari aturan yang panjang, tetapi dapat tumbuh melalui kebiasaan kecil yang dilakukan secara konsisten.
Deretan sepatu yang tersusun rapi di depan kelas akhirnya bukan hanya menjadi pemandangan biasa. Ia menjadi gambaran bagaimana kesadaran menjaga kebersihan dapat berjalan beriringan dengan kedisiplinan.
Pihak sekolah berharap kebiasaan positif tersebut dapat terus dipertahankan dan menjadi budaya yang melekat dalam kehidupan siswa, baik di lingkungan sekolah maupun di luar sekolah.
(Ragil)







