SANGKAPURA – Masjid Besar Saadatuddarain Kecamatan Sangkapura, Kabupaten Gresik menggelar Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H, Selasa (25/8/2026). Kegiatan tersebut dihadiri jajaran Forkopimcam Sangkapura serta masyarakat dari sejumlah wilayah.
Ketua Panitia Peringatan Maulid Nabi Masjid Besar Saadatuddarain, H. Ainul Rafiq, menyampaikan rasa syukur karena kegiatan tetap dapat terlaksana meskipun transportasi laut mengalami kendala akibat kondisi cuaca.
“Alhamdulillah, kita tetap mengadakan kegiatan peringatan Maulid Nabi. Antusiasme masyarakat tetap tinggi, meskipun tidak adanya transportasi laut karena terkendala cuaca. Terima kasih kepada yang telah berpartisipasi dalam kegiatan,” ujarnya.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Dalam kegiatan tersebut, tercatat sebanyak 115 angkatan turut berpartisipasi. Mereka berasal dari wilayah Sawahmulya dan Kotakusuma, termasuk 12 angkatan dari berbagai dusun yang ada.
Menurut H. Ainul Rafiq, tingginya partisipasi tersebut menjadi bukti bahwa semangat masyarakat dalam memperingati kelahiran Nabi Muhammad SAW tetap kuat, meskipun kondisi transportasi laut terkendala cuaca.
Sementara itu, Ketua Takmir Masjid Besar Saadatuddarain, KH. Moh. Ali Masyhar, menyampaikan bahwa tradisi angkatan dalam peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW merupakan salah satu tradisi khas masyarakat Bawean yang terus dipertahankan hingga saat ini.
Menurutnya, tradisi tersebut telah menjadi bagian dari adat istiadat masyarakat Bawean dalam memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW. Setiap angkatan yang berpartisipasi membawa semangat dan kegembiraan tersendiri dalam memeriahkan peringatan kelahiran Rasulullah SAW.
“Ini merupakan tradisi masyarakat Bawean dengan angkatan dalam kegiatan peringatan Maulid. Tradisi ini sudah menjadi ciri khas Maulid Nabi di Bawean, yang memiliki adat istiadat tersendiri sebagai bagian dari budaya Bawean,” ujarnya.
Ia menjelaskan, tradisi tersebut menjadi salah satu bentuk masyarakat dalam menunjukkan kegembiraan dan kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW. Besaran maupun bentuk partisipasi setiap angkatan disesuaikan dengan kemampuan dan kesanggupan masing-masing.
“Dalam hal harga dan ukuran, itu merupakan ukuran kita sendiri. Karena yang paling penting adalah kegembiraan kita dalam memperingati Maulid Nabi,” tuturnya.

KH. Moh. Ali Masyhar berharap tradisi tersebut dapat terus dilestarikan oleh generasi muda sebagai bagian dari kekayaan budaya masyarakat Bawean, sekaligus tetap menjaga nilai-nilai keagamaan dan kecintaan kepada Rasulullah SAW.
Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW berlangsung dengan penuh khidmat. Tausiyah yang disampaikan Kiai Ayatullah menekankan pentingnya menjadikan peringatan kelahiran Nabi Muhammad SAW sebagai momentum untuk mengenang perjalanan kehidupan Rasulullah sekaligus mengambil teladan dari akhlak dan perjuangan beliau.
Selain menjadi momentum untuk mengenang kelahiran Rasulullah SAW, kegiatan tersebut juga menjadi sarana mempererat silaturahmi dan kebersamaan masyarakat.
Rangkaian kegiatan akan ditutup setelah pelaksanaan salat Zuhur dengan pembacaan Asyrakal dan doa bersama.







