SUMENEP, Detikzone.id — Potensi Kecamatan Pasongsongan tidak hanya lahir dari satu sektor. Dari kawasan selatan gunung hingga wilayah pesisir di utara, beragam hasil masyarakat ditampilkan dalam Pameran Pembangunan dan Produk UMKM pada rangkaian Madura Night Vaganza (MNV) 2026 di GOR A. Yani Panglegur, Sumenep.
Kopi, tembakau, petis hingga hasil perikanan menjadi bagian dari potensi yang dibawa Kecamatan Pasongsongan dalam ajang tersebut.
Stan Kecamatan Pasongsongan tidak sekadar menampilkan produk. Di dalamnya terdapat gambaran mengenai karakter wilayah yang memiliki kekayaan pertanian, perkebunan, perikanan serta produk olahan masyarakat.
Camat Pasongsongan Aynizar Sukma mengatakan, pihaknya mengolaborasikan potensi dari 11 desa untuk ditampilkan dalam pameran. Wilayah tersebut memiliki karakter yang berbeda, terutama antara kawasan selatan gunung dan kawasan utara yang berbatasan dengan pesisir.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Di kawasan selatan gunung potensinya ada kopi dari Desa Prancak dan Desa Soddara yang memiliki potensi tembakau. Potensi tembakau Prancak M95 juga sangat dikenal,” kata Aynizar saat ditemui di stan pameran, Rabu (26/8/2026) malam.
Dari Kopi dan Tembakau hingga Hasil Laut
Potensi dari kawasan selatan Pasongsongan ditopang sektor pertanian dan perkebunan. Kopi dari Desa Prancak menjadi salah satu produk yang diperkenalkan, sementara tembakau menjadi salah satu komoditas yang turut mendapat perhatian.
Sementara kawasan utara memiliki karakter berbeda. Wilayah pesisir menjadi bagian penting dari kehidupan masyarakat, terutama melalui aktivitas perikanan tangkap.
Kecamatan Pasongsongan memiliki tiga desa pesisir dengan total garis pantai sepanjang 5,18 kilometer. Ketiganya yakni Desa Pasongsongan dengan panjang pantai 1,32 kilometer, Desa Panaongan 1,55 kilometer dan Desa Padangdangan 2,31 kilometer.
Kawasan tersebut juga memiliki pelabuhan perikanan aktif yang menjadi salah satu sentra aktivitas perikanan tangkap di Kabupaten Sumenep.
Ketika musim ikan tiba, hasil tangkapan masyarakat tidak hanya dijual dalam bentuk ikan segar. Sebagian diolah menjadi berbagai produk makanan, seperti keripik ikan dan kerupuk ikan.
“Potensi perikanan dengan pengolahan ikan untuk sekarang memang belum banyak, namun bila musim ikan, produksi keripik ikan dan kerupuk ikan sangat banyak,” ujarnya.
Selain hasil laut, petis khas Pasongsongan turut ditampilkan dalam pameran. Produk olahan masyarakat pesisir tersebut menjadi bagian dari kekayaan kuliner yang dinilai memiliki peluang untuk terus diperkenalkan.
11 Desa, Satu Potensi yang Ingin Dikenalkan
Keikutsertaan Kecamatan Pasongsongan dalam MNV 2026 juga menjadi momentum untuk mempertemukan berbagai potensi desa dalam satu ruang pamer.
Aynizar mengatakan, pemerintah kecamatan berupaya melibatkan desa-desa untuk menampilkan produk maupun potensi terbaik yang dimiliki masing-masing wilayah.
Menurutnya, kolaborasi tersebut penting agar potensi yang selama ini berkembang di masyarakat tidak hanya dikenal di lingkungan sendiri, tetapi memiliki kesempatan untuk diperkenalkan kepada masyarakat yang lebih luas.
“Sebagai orang tua dari desa-desa, pasti melibatkan desa dalam menampilkan yang terbaik dari apa yang bisa ditampilkan. Termasuk hal-hal baru yang inovatif, itu pasti sangat baik,” pungkasnya.
Melalui Pameran Pembangunan dan Produk UMKM MNV 2026, Kecamatan Pasongsongan ingin menunjukkan bahwa potensi wilayah tidak hanya berada di satu titik.
Ada kopi dari kawasan selatan, tembakau dari sentra pertanian, produk olahan dari masyarakat pesisir, hingga hasil perikanan yang menjadi bagian dari aktivitas ekonomi warga.
Madura Night Vaganza 2026 pun menjadi ruang untuk memperkenalkan keragaman tersebut sekaligus membuka peluang agar produk dan potensi masyarakat Pasongsongan semakin dikenal.
.







