PEMALANG, Detikzone.id — Pemandangan menggemaskan sekaligus hangat mewarnai peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang digelar Majelis Dzikir Nurul Anwari di Kampung Mengoneng, Kelurahan Bojongbata, Kabupaten Pemalang, Sabtu malam (29/8/2026).
Di tengah ratusan jemaah yang larut dalam lantunan selawat dan doa, seorang bocah tampak tenang berada dalam pangkuan ibunya. Tanpa rewel maupun meminta pulang, anak tersebut terlihat mengikuti suasana acara hingga selesai.
Sang ibu, Arum, terlihat memeluk buah hatinya di tengah kerumunan jemaah. Sesekali sang bocah membuka mata dan memperhatikan suasana di sekitar, termasuk panggung tempat lantunan pujian kepada Nabi Muhammad SAW dibacakan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Meski kondisi tempat acara cukup ramai dan dipadati warga, anak saya sama sekali tidak rewel atau merengek minta pulang. Ia justru terlihat tenang, sesekali matanya mengerjap memperhatikan panggung dan jemaah lain yang sedang melantunkan pujian-pujian islami,” tutur Arum sambil tersenyum.
Anak-Anak Mulai Dikenalkan Tradisi Keagamaan
Pengasuh Majelis Dzikir Nurul Anwari, Ustadz Munasir, mengatakan kehadiran anak-anak dalam kegiatan keagamaan menjadi bagian dari proses pengenalan nilai-nilai religius sejak dini.
Menurutnya, peringatan Maulid Nabi bukan hanya menjadi ruang ibadah bagi orang dewasa, tetapi juga dapat menjadi sarana mengenalkan keteladanan Rasulullah SAW kepada generasi penerus.
“Momentum ini tidak hanya menjadi wadah ibadah bagi orang dewasa, tetapi juga ruang pengenalan tradisi Islam yang ramah bagi generasi penerus,” ujarnya.
Rangkaian kegiatan diawali dengan pembacaan selawat Diba’ dan zikir bersama. Lantunan selawat mengiringi suasana majelis yang dipenuhi jemaah.
Peringatan Maulid Nabi tahun ini mengusung tema “Penguatan Karakter Berbasis Akhlakul Karimah di Era Modern.”
Dalam ceramahnya, Ustadz Munasir menyampaikan bahwa peringatan kelahiran Nabi Muhammad SAW hendaknya tidak berhenti pada kegiatan seremonial.
Menurutnya, esensi Maulid Nabi adalah menghidupkan kembali keteladanan Rasulullah SAW dalam kehidupan sehari-hari.
“Mencontoh kehidupan Rasulullah SAW itu harus dimulai dari hal-hal kecil di rumah kita. Bagaimana beliau tersenyum kepada tetangga, jujur dalam berdagang, bersabar saat menghadapi ujian, hingga cara beliau memperlakukan keluarga dengan penuh kasih sayang,” tuturnya.
Lurah Bojongbata Apresiasi Tradisi Maulid
Terpisah, Kepala Kelurahan Bojongbata, Mirza Agus Faishal, menyambut baik pelaksanaan kegiatan Maulid Nabi yang digelar masyarakat Kampung Mengoneng.
Ia menilai kegiatan tersebut tidak hanya menjadi momentum keagamaan, tetapi juga menjadi sarana mempererat silaturahmi sekaligus meneladani kehidupan Rasulullah SAW dalam kehidupan bermasyarakat.
“Saya sangat mengapresiasi kegiatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang digelar di Kampung Mengoneng setiap tahunnya. Di samping sebagai ajang silaturahmi warga, kegiatan ini juga menjadi wahana thalabil ilmi untuk mencontoh kehidupan Rasulullah dalam praktik nyata kehidupan bermasyarakat,” ungkapnya.
Peringatan Maulid Nabi kemudian ditutup dengan doa bersama untuk keselamatan bangsa dan keberkahan umat yang dipimpin sesepuh majelis.
Usai doa, para jemaah saling bersalaman dan menikmati hidangan berkah Maulid sebagai bagian dari tradisi kebersamaan dan mempererat tali silaturahmi antarwarga.







