SUMENEP, Detikzone.id – Komitmen TNI dalam membantu memenuhi kebutuhan masyarakat terus diwujudkan melalui Program Bakti TNI AD untuk Rakyat Madura Tahun 2026. Di Kabupaten Sumenep, progres pembangunan sejumlah fasilitas publik hingga rumah warga dipantau langsung oleh Dandim 0827/Sumenep Letkol Inf Citra Persada, Sabtu (5/9/2026).
Peninjauan dilakukan untuk memastikan setiap sasaran pembangunan tidak hanya selesai secara fisik, tetapi juga benar-benar sesuai kebutuhan dan memberikan manfaat bagi masyarakat.
Sejumlah lokasi menjadi sasaran pengecekan, mulai dari rehabilitasi sekolah, pembangunan jembatan, hingga Rumah Tidak Layak Huni (RTLH).
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Peninjauan pertama dilakukan di MI Miftahul Ulum, Desa Guluk Manjung, Kecamatan Bluto. Di lokasi tersebut, proses rehabilitasi sekolah telah rampung 100 persen.
Citra Persada melihat langsung kondisi bangunan setelah direhabilitasi. Dengan selesainya pembangunan, fasilitas pendidikan tersebut kini diharapkan semakin layak dan nyaman untuk mendukung kegiatan belajar mengajar siswa.
Dari Bluto, rombongan melanjutkan peninjauan ke MI Mathlabul Ulum di Dusun Maronggi, Desa Pragaan Laok, Kecamatan Pragaan. Berbeda dengan lokasi sebelumnya, pekerjaan rehabilitasi sekolah tersebut masih dalam tahap pengerjaan.
Dandim memeriksa progres pembangunan sekaligus mengevaluasi kondisi di lapangan. Hal itu dilakukan untuk memastikan pekerjaan berjalan sesuai rencana dan dapat diselesaikan dengan baik.
“Yang sudah selesai kami pastikan hasilnya benar-benar bisa dimanfaatkan. Untuk yang masih berproses, kita lihat apa yang menjadi kendala di lapangan sehingga bisa segera ditindaklanjuti,” ujar Citra Persada.
Selain fasilitas pendidikan, Dandim juga meninjau pembangunan jembatan di Desa Pragaan Laok, Kecamatan Pragaan. Infrastruktur tersebut diharapkan dapat memperlancar akses masyarakat serta mendukung aktivitas warga sehari-hari.
Peninjauan kemudian berlanjut ke Dusun Brumbung, Desa Batu Ampar, Kecamatan Guluk Guluk. Di lokasi tersebut, Citra melihat langsung pembangunan RTLH milik Moh. Tamim.
Menurutnya, setiap pembangunan yang masuk dalam Program Bakti TNI AD harus memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Sasaran pembangunan harus bersentuhan langsung dengan kebutuhan warga.
“Prinsipnya sederhana, apa yang dibangun harus menjawab kebutuhan warga. Jadi bukan hanya selesai secara fisik, tetapi setelah selesai manfaatnya harus benar-benar dirasakan dan bisa digunakan dalam jangka panjang,” tegasnya.
Program Bakti TNI AD untuk Rakyat Madura Tahun 2026 di wilayah Kodim 0827/Sumenep terus diarahkan untuk menjawab berbagai kebutuhan masyarakat, mulai dari peningkatan fasilitas pendidikan, akses transportasi hingga penyediaan hunian yang lebih layak.
Peninjauan tersebut turut didampingi sejumlah jajaran Kodim 0827/Sumenep dan Koramil setempat.







