Pemalang- Kiprah seseorang di tengah masyarakat terkadang tidak lahir dari ambisi untuk menduduki sebuah jabatan. Berawal dari kepedulian sederhana dan kebiasaan membantu berbagai persoalan lingkungan, nama Waindun kini mendapat dukungan warga untuk maju dalam Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Sungapan, Kecamatan Pemalang, yang akan digelar secara serentak bersama 174 desa yang berada di kabupaten Pemalang, pada 9 November 2026 mendatang.
Kedekatan dengan masyarakat disebut menjadi salah satu alasan munculnya dorongan agar Waindun ikut mengambil bagian dalam kontestasi kepemimpinan desa. Selama ini, dirinya dikenal aktif membantu kegiatan lingkungan dan berusaha hadir ketika masyarakat membutuhkan.
Dukungan tersebut pun berkembang dari pembicaraan warga menjadi dorongan agar Waindun bersedia mencalonkan diri.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Awalnya kami melihat beliau memang sering membantu kegiatan lingkungan. Bukan hanya ketika ada kepentingan tertentu, tetapi sudah sering berbaur dengan warga. Dari situ muncul keinginan agar beliau maju,” ujar Mondol ( 55 ) seorang warga setempat .
Menurut penuturan beberapa warga, sosok pemimpin desa tidak hanya membutuhkan kemampuan administratif, tetapi juga kedekatan dan kemauan untuk mendengar aspirasi masyarakat.
Bagi Waindun, dorongan tersebut menjadi sebuah amanah yang harus dipertimbangkan dengan matang. Jika nantinya benar-benar maju, ia diharapkan mampu membawa semangat kebersamaan serta memperkuat pembangunan dan pelayanan masyarakat Desa Sungapan.
“Kalau masyarakat memberikan kepercayaan, tentu itu menjadi amanah yang harus dijawab dengan kerja nyata. Yang paling penting adalah bagaimana kita bersama-sama membangun desa dan menjaga kerukunan,” ujar Waindun,pada Sabtu ( 5/9).
*Dari Kepedulian Menjadi Kepercayaan*
Perjalanan Waindun menuju bursa Pilkades Sungapan, menarik perhatian karena berawal dari aktivitas sosial di lingkungan masyarakat. Kebiasaan membantu dan berinteraksi langsung dengan warga perlahan membangun kepercayaan.
Kini, dukungan warga menjadi modal sosial yang membuat namanya mulai diperbincangkan sebagai salah satu figur yang berpotensi maju dalam Pilkades Sungapan.
Namun demikian, dukungan masyarakat bukanlah akhir dari perjalanan. Jika pencalonan benar-benar terwujud, masyarakat tentu akan menilai gagasan, visi, program, serta komitmen masing-masing calon.
Pilkades pada akhirnya bukan sekadar pertarungan nama, melainkan momentum bagi masyarakat untuk menentukan sosok yang dianggap mampu membawa Desa Sungapan menuju arah yang lebih baik.
Dari sering membantu lingkungan, tumbuh kepercayaan. Dari kepercayaan warga, muncul dorongan untuk mengabdi lebih luas. Kini, nama Waindun mulai menjadi perbincangan menuju Pilkades Sungapan.( Ragil)







