SANGKAPURA — Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di SMAN 1 Sangkapura, Kecamatan Sangkapura, Kabupaten Gresik, tampil berbeda tahun ini. Rangkaian kegiatan yang digelar di halaman sekolah, Rabu (9/9/2026), dibuka dengan parade siswa dan drama teatrikal yang menyuguhkan kisah kehidupan masyarakat Arab pada masa jahiliyah hingga kelahiran Rasulullah SAW.
Mengusung tema “Meneladani Rasulullah SAW, Sang Fajar Penakluk Gulita, Pembawa Cahaya bagi Semesta Menuju Peradaban Mulia,” parade diikuti siswa kelas X, XI, dan XII.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Dengan penuh antusias, siswa dan siswi tampil memeriahkan kegiatan sekaligus menunjukkan kreativitas mereka. Parade tersebut menjadi pembuka yang membuat suasana Maulid Nabi di lingkungan sekolah semakin semarak.
Semarak kegiatan berlanjut melalui drama teatrikal yang dipersembahkan siswa dan siswi. Pertunjukan tersebut menggambarkan kondisi masyarakat pada zaman jahiliyah, berbagai tradisi dan perilaku yang berkembang sebelum Islam, hingga hadirnya Nabi Muhammad SAW membawa risalah dan cahaya bagi umat manusia.
Drama tersebut tidak hanya menjadi tontonan. Pesan sejarah dan keagamaan yang disampaikan melalui seni teatrikal menjadi media pembelajaran bagi siswa untuk memahami kondisi masyarakat Arab sebelum Islam serta besarnya perubahan yang dibawa Rasulullah SAW.

Mewakili Kepala SMAN 1 Sangkapura, Waka Kurikulum Fauzan, S.Pd., M.Pd., menyampaikan bahwa konsep Maulid Nabi tahun ini sengaja dibuat berbeda dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
Ia menjelaskan konsep tersebut dirancang untuk memberikan ruang kepada siswa dalam mengekspresikan kreativitas sekaligus mengaktualisasikan kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW. Parade dan drama teatrikal dipilih sebagai media agar nilai-nilai keteladanan Rasulullah dapat disampaikan secara lebih kreatif dan dekat dengan dunia peserta didik.
Acara kemudian dilanjutkan dengan tausyiah yang disampaikan Kiai Gus Zah Faid Bajuri. Dalam tausyiahnya, ia mengulas makna di balik drama teatrikal yang menggambarkan perjalanan menuju kelahiran Nabi Muhammad SAW.
Pementasan tersebut dinilai tidak sekadar menjadi pertunjukan seni, tetapi memiliki misi pendidikan untuk menanamkan nilai-nilai keteladanan sekaligus membentuk karakter peserta didik. Kisah yang ditampilkan diharapkan dapat membantu para siswa memahami kondisi masyarakat sebelum kelahiran Rasulullah SAW serta perubahan besar yang dibawa melalui risalah Islam.
Gus Zah Faid juga mengulas kehidupan para sahabat yang hidup bersama Rasulullah SAW. Para sahabat menghadapi berbagai tantangan dalam mendampingi perjuangan dan syiar Nabi Muhammad SAW. Perjalanan mereka menjadi gambaran tentang pentingnya keteguhan, kesabaran, keberanian, dan akhlak dalam menyampaikan serta mempertahankan nilai-nilai kebaikan.
Di akhir tausyiahnya, ia menekankan pentingnya memadukan ilmu dan kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW. Ilmu menjadi bekal untuk memahami ajaran dan keteladanan Rasulullah, sedangkan kecintaan kepada beliau menjadi dorongan untuk mengamalkan nilai-nilai tersebut dalam kehidupan sehari-hari.
Dengan ilmu dan kecintaan kepada Nabi, generasi muda diharapkan tidak hanya mengenal Rasulullah melalui sejarah, tetapi juga mampu meneladani akhlak, perjuangan, kesabaran, dan semangat beliau dalam menghadapi berbagai tantangan.
Lebih dari sekadar peringatan tahunan, kegiatan tersebut menjadi momentum SMAN 1 Sangkapura untuk memperkuat pendidikan karakter dan nilai-nilai keagamaan di lingkungan sekolah.







