NGAWI — Organisasi sosial spiritual Yakuza Maneges Ngawi resmi menggelar agenda “Temu Anggota dan Sindikat” pada Selasa, 15 September 2026. Kegiatan pertemuan rutin di bawah naungan Pimpinan Pusat Den Gus Thuba Topo Broto Maneges tersebut berlangsung di kediaman Mas Jarwanto Topan, Dusun Takteng, Desa Bangunrejo, Kecamatan Karanganyar, di mulai pukul 20.00 WIB.
Mengusung tema semangat Solid, Kompak, Bersaudara, pertemuan ini diselenggarakan sebagai ruang silaturahmi untuk mempererat tali persaudaraan serta memperkuat konsolidasi internal antaranggota di wilayah Kabupaten Ngawi.
Dalam arahannya, Ketua Yakuza Maneges Ngawi, Riyantono Gempol, menyampaikan beberapa poin krusial. Pertama, agenda ini menjadi sarana pengenalan visi, misi, serta tujuan organisasi kepada para calon sindikat yang baru bergabung. Kedua, pihak kepengurusan menegaskan kembali pentingnya kepatuhan terhadap kode etik bagi seluruh anggota Yakuza Maneges Ngawi tanpa terkecuali.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Dan yang ketiga adalah, jagalah nama baik organisasimu dan jadilah amanah,” tegas Riyantono menyampaikan pesan mendalam dari jajaran inisiator dan pimpinan Yakuza Maneges Ngawi kepada seluruh anggota yang hadir.
Pada kesempatan yang sama, Tim Kuasa Hukum Yakuza Maneges Ngawi, Imam Sampurno, S.H., turut menyampaikan informasi penanganan perkara hukum yang dikawal organisasi. Ia memberitahukan perkembangan perihal kasus “Danang Al Bento”, di mana berkas perkara telah dinyatakan lengkap (P21) oleh pihak kejaksaan. Pihaknya kini tengah menunggu jadwal penyerahan tersangka dan barang bukti (tahap II) dari penyidik kepolisian ke kejaksaan.
Untuk diketahui, secara kultural dan spiritual, Yakuza Maneges berada di bawah naungan Majelis Semaan Al-Qur’an dan Dzikrul Ghofilin yang didirikan oleh ulama kharismatik KH Hamim Tohari Djazuli (Gus Miek). Hal ini mempertegas garis ideologi organisasi yang berfokus pada pendekatan kultural dan spiritual, khususnya terhadap masyarakat marginal.
Nama “Yakuza” dalam konteks organisasi ini memiliki akronim dan filosofi mendalam, yakni (Y)ang (A)walnya (K)otor (U)jungnya (Z)uhud (A)badi.
Secara keorganisasian, Yakuza Maneges mengusung visi sebagai “Penjaga yang Lemah, Pembela yang Benar, dan Pembenah yang Salah.” Sementara misinya bergerak di bidang kemanusiaan dan keadilan sosial, termasuk merangkul masyarakat awam yang jauh dari nilai agama hingga lintas iman.
Selain itu, Yakuza Maneges juga menjalankan peran pendampingan bagi masyarakat yang menghadapi permasalahan hukum maupun nonhukum, baik secara fisik, mental, hingga psikis. Organisasi ini turut aktif memantau dan memproteksi dinamika sosial dari potensi penyimpangan di tengah masyarakat, pejabat, hingga oknum ulama, khususnya terkait persoalan asusila dan pelanggaran norma.
Sebelumnya, kepengurusan Yakuza Maneges Wilayah Ngawi telah resmi dideklarasikan di Hall Natosuman pada Sabtu malam (22/08) lalu. Deklarasi tersebut dihadiri langsung oleh Pimpinan Pusat Den Gus Thuba, Bupati Ngawi Ony Anwar Harsono, jajaran pengurus pusat Yakuza, serta jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Ngawi.







