PROBOLINGGO- Kesehatan masyarakat bermula dari apa yang mereka konsumsi sehari-hari, salah satunya air bersih. Menyadari hal tersebut, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Probolinggo bergerak cepat melakukan pengawasan ketat dan uji petik kualitas air pada jaringan Himpunan Penduduk Pemakai Air Minum (HIPPAM) di wilayah Kecamatan Gading, Selasa (15/9/2026).
Bukan sekadar formalitas, Tim Pengawasan Kesehatan Lingkungan Dinkes turun langsung menyisir 10 titik jaringan HIPPAM. Dari sana, sampel-sampel air diambil untuk diuji secara klinis di laboratorium guna memastikan air yang mengalir ke rumah-rumah warga bebas dari kontaminasi dan memenuhi standar kesehatan yang ketat.
Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinkes Kabupaten Probolinggo, Sri Wahyu Utami, menegaskan bahwa pemantauan ini adalah langkah krusial. Air bersih adalah hak dasar warga yang kualitasnya tidak boleh ditawar.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Pengawasan dan uji petik ini dilakukan untuk memastikan kualitas air yang digunakan masyarakat tetap terpantau dan memenuhi persyaratan kesehatan. Pada kegiatan kali ini, kami mengambil sampel di 10 titik jaringan HIPPAM di wilayah Kecamatan Gading untuk pemeriksaan lebih lanjut,” ujar Sri Wahyu.
Ia menambahkan, kualitas air tanah dan sumber alam bersifat dinamis. Oleh karena itu, pengecekan berkala wajib dilakukan agar Dinkes memiliki data akurat mengenai peta kualitas air di lapangan.
Langkah preventif ini diharapkan bisa mendeteksi dini segala bentuk penurunan kualitas air sebelum berdampak pada kesehatan masyarakat.“Kami berharap hasil pemantauan ini dapat menjadi dasar tindak lanjut apabila ditemukan kondisi yang perlu diperbaiki. Dengan begitu, akses masyarakat terhadap air yang aman dan berkualitas dapat terus terjaga,” pungkasnya.
Melalui uji petik ini, Dinkes Kabupaten Probolinggo kembali menegaskan komitmennya dalam menjaga benteng kesehatan masyarakat, yang dimulai dari pengelolaan lingkungan yang bersih dan higienis.







