BAWEAN — Pulau Bawean, Kabupaten Gresik, Jawa Timur, terus mematangkan persiapan menyambut Wonderful Sail to Indonesia Chapter Bawean 2026. Beriringan dengan pelaksanaan Hari Besar Bawean (HBB) ke-425, kegiatan ini diharapkan menjadi momentum memperkenalkan kekayaan alam, budaya dan kuliner Bawean sekaligus membuka peluang ekonomi bagi pelaku UMKM.
Rapat koordinasi persiapan digelar di Pendopo Kecamatan Sangkapura, Rabu (16/9/2026). Rapat melibatkan panitia pelaksana, Unsur Forkopimcam Sangkapura dan Tambak, UPT Pariwisata Bawean, Ketua PKDI Sangkapura dan Tambak, serta relawan wisata lokal.
Koordinasi juga dilakukan melalui Zoom Meeting bersama BP2B (Badan Pengembangan Pariwisata Bawean) di Jakarta. Ketua BP2B Ahsanul Haq turut mengikuti pembahasan secara daring untuk menyatukan berbagai persiapan menjelang pelaksanaan kegiatan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Berbagai aspek menjadi perhatian panitia, mulai dari penataan lokasi, kebersihan kawasan pantai, keamanan hingga kesiapan stan UMKM.

Koordinator Relawan Sail to Indonesia Chapter Bawean 2026, Faisal Akli, mengatakan keterlibatan masyarakat menjadi kekuatan penting dalam menyambut kegiatan tersebut.
Sebagian besar relawan berasal dari guru-guru Madrasah Berbasis Internasional (MBI) Mambaul Falah yang bergabung bersama Remaja Labuhan Tanjungori. Mereka ikut terlibat dalam berbagai persiapan di kawasan Pantai Labuhan yang akan menjadi pusat kegiatan.
“Wonderful Sail to Indonesia Chapter Bawean 2026 bukan hanya sekadar event, tapi momentum untuk mengangkat potensi Bawean ke kancah nasional bahkan internasional. Kami ingin wisatawan datang, betah, dan bangga dengan Bawean,” ujar Faisal.
Kegiatan Wonderful Sail to Indonesia Chapter Bawean akan dipusatkan di Pantai Labuhan, Desa Tanjungori, Kecamatan Tambak. Selain menikmati panorama pesisir, wisatawan akan disuguhi berbagai atraksi budaya, seperti festival budaya, seni pencak silat tradisional Bawean, kuliner khas serta penampilan seni lokal lainnya.
Wakil Ketua BP2B, Abdul Halim, mengatakan pelaksanaan HBB ke-425 menjadi bagian penting dalam momentum promosi tersebut. Dengan motto “Bebien Apolong Toghelan Atolong”, kegiatan diharapkan dapat memperkuat kebersamaan masyarakat sekaligus memperkenalkan potensi Bawean kepada wisatawan.
“Kunjungan wisatawan meningkat dan berdampak langsung pada perekonomian masyarakat Bawean,” kata Abdul Halim, yang juga menjabat Ketua Panitia Pelaksana HBB ke-425 dan Wonderful Sail to Indonesia Chapter Bawean 2026.
Sektor UMKM juga mendapat perhatian khusus. Stan bagi pelaku usaha lokal disiapkan untuk memasarkan berbagai produk unggulan, mulai dari kuliner khas hingga produk olahan masyarakat.
Harapannya, geliat kegiatan tidak hanya menciptakan keramaian di lokasi acara, tetapi juga memberikan dampak ekonomi secara langsung kepada masyarakat yang bergerak di sektor perdagangan, kuliner dan pariwisata.
Panitia mengajak masyarakat Bawean untuk bersama-sama menjaga kebersihan, keamanan dan ketertiban selama seluruh rangkaian kegiatan berlangsung.
Pesan yang ingin dibangun pun jelas: Bawean aman dan nyaman untuk dikunjungi.
Wisatawan diharapkan datang tidak hanya untuk menikmati keindahan alam, tetapi juga mengenal budaya, mencicipi kuliner khas, membeli produk UMKM dan berinteraksi langsung dengan masyarakat Bawean.
Dengan dukungan pemerintah, komunitas relawan wisata, remaja desa, pelaku UMKM dan masyarakat, HBB ke-425 dan Wonderful Sail to Indonesia Chapter Bawean 2026 dipersiapkan menjadi panggung bersama untuk memperkenalkan Bawean lebih luas.
Penulis : Abd Hamid







