PROBOLINGGO – Debu jalanan dan terik matahari tidak menyurutkan langkah Tim Reaksi Cepat Penanggulangan Bencana (TRC PB) BPBD Kabupaten Probolinggo. Jum’at (18/9/2026) pagi sekitar pukul 09.55 WIB, dua unit truk tangki berkapasitas total 12.000 liter air bersih bergerak membelah jalanan, membawa misi kemanusiaan yang sangat dinanti menyambung napas warga yang sedang dicekik krisis air bersih.
Bantuan ini menyasar dua titik krusial yang paling merasakan dampak mengeringnya sumber mata air, yaitu Dusun Paoan di Desa Tegalsono (Kecamatan Tegalsiwalan) dan Dusun Gunungdame di Desa Tigasan Wetan (Kecamatan Leces).
Bagi warga setempat, kedatangan truk tangki merah-oranye milik BPBD ini ibarat oase di tengah gurun. Di Dusun Paoan, sebanyak 112 Kepala Keluarga (KK) atau sekitar 336 jiwa berbondong-bondong membawa jeriken dan ember kosong mereka. Sementara itu, di Dusun Gunungdame, antrean serupa juga terlihat dari 83 KK (sekitar 249 jiwa) yang sudah berhari-hari kesulitan meneguk air bersih yang layak. Secara keseluruhan, ada 585 jiwa yang hari itu terselamatkan dari jerat kekeringan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Probolinggo, Oemar Sjarief, menegaskan bahwa aksi ini bukan sekadar rutinitas birokrasi, melainkan bentuk nyata kehadiran negara di saat masyarakat sedang kesulitan.
“Distribusi air bersih ini merupakan respons cepat kami terhadap jeritan masyarakat yang mengalami krisis sumber mata air. Kami hadir untuk memastikan kebutuhan dasar mereka tidak terputus,” ujar Oemar dengan nada tegas namun penuh empati.
Oemar menambahkan bahwa penanganan krisis air bersih tidak bisa dilakukan dengan setengah hati. Pihaknya berkomitmen untuk terus memantau pergerakan dinamika di lapangan agar bantuan yang dikirimkan selalu tepat sasaran dan tepat waktu.
“Air adalah urat nadi kehidupan. Ketika alam sedang tidak bersahabat dan sumber air mengering, pemerintah wajib turun tangan langsung ke lapangan. Kami berharap bantuan 12.000 liter air ini bisa meringankan beban harian warga, setidaknya sampai sumber-sumber mata air mereka kembali berdenyut,” pungkasnya.
Hingga berita ini diturunkan, BPBD Kabupaten Probolinggo berkomitmen untuk terus menyisir wilayah-wilayah kering lainnya, memastikan tidak ada satu pun warga Probolinggo yang terabaikan di tengah musim sulit ini.







