BAWEAN — Hari Besar Bawean (HBB) ke-425 yang dilaksanakan bersamaan dengan kegiatan Wonderful Sail Indonesia Chapter Bawean 2026 menjadi momentum reborn atau kelahiran kembali HBB di Pulau Bawean, Kabupaten Gresik.
Ketua Pelaksana Kegiatan HBB dan Wonderful Sail Indonesia Chapter Bawean 2026, Abdul Halim, mengatakan momentum tersebut sekaligus menghidupkan kembali semangat awal HBB yang pada 2017 dan 2018 pernah digelar bersamaan dengan agenda Wonderful Sail Indonesia di Bawean.
“Kalau melihat sejarahnya, pada tahun-tahun awal berdirinya Badan Pengembangan Pariwisata Bawean (BP2B), khususnya 2017 dan 2018, pelaksanaan Hari Besar Bawean berlangsung bertepatan dengan agenda Wonderful Sail Indonesia Chapter Bawean,” ujarnya, Kamis (24/10/2026).
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Menurutnya, pada saat itu pelaksanaan kegiatan juga berdekatan dengan bulan Maulid Nabi Muhammad SAW. Berbagai tradisi dan budaya Bawean yang diperkenalkan kepada para yachter internasional pun banyak didominasi oleh budaya dan tradisi Maulid.
Pada prinsipnya, Hari Besar Bawean digagas melalui BP2B yang berkedudukan di Jakarta. Organisasi tersebut dipimpin Ketua Umum BP2B, Ramanda Ahsanul Haq, bersama sejumlah tokoh Bawean di tingkat pusat.
Melalui jejaring tersebut, BP2B turut mengawal dan memperjuangkan Bawean agar menjadi salah satu titik destinasi dalam program internasional Wonderful Sail Indonesia.
Masuknya Bawean sebagai salah satu chapter Wonderful Sail Indonesia menjadi kebanggaan tersendiri bagi masyarakat Bawean. Para yachter internasional dapat mengenal lebih dekat Pulau Bawean, termasuk kekayaan budaya, tradisi, kehidupan masyarakat, serta potensi pariwisatanya.
Setelah pelaksanaan HBB pada 2017 dan 2018, rangkaian kegiatan tersebut sempat terhenti akibat kebijakan nasional dalam menghadapi pandemi COVID-19. Namun, setelah kondisi pandemi berangsur membaik dan kegiatan internasional kembali diperbolehkan, para yachter internasional tetap menjadikan Bawean sebagai salah satu agenda perjalanan mereka.
Sementara itu, pada 2022, 2023, 2024, dan 2025, HBB belum kembali dilaksanakan secara bersamaan dengan kedatangan para yachter atau agenda Wonderful Sail Indonesia di Bawean.
Meski demikian, BP2B tetap menjalankan berbagai kegiatan di luar Pulau Bawean. Di antaranya kegiatan HBB, peringatan Maulid di Jakarta Utara, serta sejumlah kegiatan yang pernah dilaksanakan di Taman Mini Indonesia Indah (TMII) dan Masjid Istiqlal.
HBB 2026 Jadi Momentum Reborn
Tahun 2026 menjadi momentum penting untuk kembali membangkitkan HBB di Pulau Bawean.
Abdul Halim menjelaskan, atas inisiatif, diskusi, dan arahan Ketua Umum BP2B Ramanda Ahsanul Haq, muncul gagasan untuk melakukan reborn Hari Besar Bawean sekaligus mengembalikan semangat HBB di Pulau Bawean.
Di sisi lain, agenda Wonderful Sail Indonesia masih menjadikan Bawean sebagai salah satu titik destinasi. Karena itu, HBB 2026 kembali dihadirkan dan diagendakan bersamaan dengan kedatangan para yachter internasional pada 7–10 Oktober 2026.
“Untuk pelaksanaan tahun ini, saya mendapat amanah dari Ketua Umum BP2B untuk mengonsolidasikan kegiatan tersebut atas nama BP2B,” kata Halim.
Dalam pelaksanaannya, BP2B menggandeng sejumlah organisasi dan paguyuban yang memiliki legal standing serta kiprah di tengah masyarakat Bawean.
Keempat unsur tersebut yakni: Badan Pengembangan Pariwisata Bawean (BP2B), Persatuan Saudagar Bawean (PSB), Komunitas Warga Bawean Gresik (KWBG) dan Pemuda Bawean Gresik (PBG).
Keempat organisasi tersebut berkolaborasi menyelenggarakan HBB 2026 yang dilaksanakan bersamaan dengan agenda Wonderful Sail Indonesia Chapter Bawean pada 7–10 Oktober 2026.
Menurut Abdul Halim, kolaborasi tersebut tidak hanya dimaksudkan sebagai kegiatan seremonial maupun pelestarian budaya. Lebih dari itu, HBB 2026 diarahkan pada misi pemberdayaan ekonomi keluarga dan penguatan ekonomi kerakyatan masyarakat kepulauan Bawean.
“Bhebien Apolong, Toghellan Atolong”
Semangat kebersamaan tersebut dituangkan dalam jargon HBB 2026:
“Bhebien Apolong, Toghellan Atolong.”
Jargon tersebut menggambarkan semangat masyarakat Bawean untuk berkumpul, bersatu, saling membantu, dan bersama-sama membangun Bawean.
Semangat itu kemudian dipertemukan dengan ungkapan yang selama ini populer dalam berbagai pertemuan masyarakat Bawean:
“La Napak Ka Kerongna.”
Kedua ungkapan tersebut menjadi satu kesatuan semangat dalam HBB 2026.
“La Napak Ka Kerongna” menjadi gambaran semangat untuk hadir, berkumpul, dan bergerak bersama. Sementara “Bhebien Apolong, Toghellan Atolong” menjadi representasi semangat persatuan dan gotong royong masyarakat Bawean.
Pada akhirnya, seluruh konsep HBB 2026 diarahkan pada satu visi dan misi utama, yakni pemberdayaan serta penguatan ekonomi keluarga dan ekonomi kerakyatan masyarakat kepulauan Bawean.
Dengan demikian, HBB ke-425 tahun 2026 bukan sekadar peringatan hari besar atau agenda budaya. HBB 2026 menjadi momentum reborn untuk menghidupkan kembali semangat kebersamaan masyarakat Bawean, memperkuat jejaring organisasi dan paguyuban, memperkenalkan budaya Bawean kepada masyarakat internasional melalui Wonderful Sail Indonesia, sekaligus membuka ruang lebih luas bagi pemberdayaan UMKM dan ekonomi keluarga di Pulau Bawean.
HBB 2026 menjadi semangat untuk berkumpul, bersatu, saling menolong, dan bersama-sama menguatkan ekonomi masyarakat Bawean.
Penulis : Abd Hamid







