SANGKAPURA — Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Marem Jaya menggelar peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW sekaligus syukuran satu tahun berdirinya SPPG Marem Jaya, di Dusun Batusendi, Desa Sidogedungbatu, Kecamatan Sangkapura, Kabupaten Gresik, Jumat malam (25/9/2026).
Kegiatan tersebut dihadiri Camat Sangkapura, Unsur Kepolisian dan Koramil serta Kepala Desa Sidogedungbatu. Dan kegiatan yang berlangsung di SPPG Marem Jaya tersebut mengusung tema “Gema Maulid Nabi Muhammad Mempererat Ukhuwah Islamiyah Melalui Kebersamaan Makan Bergizi Gratis.”
Ketua Yayasan Insan Cendekia Marem, Suhofi Alkaf, S.Sos, menyampaikan rasa syukur atas perjalanan SPPG Marem Jaya yang telah memasuki usia satu tahun dalam menjalankan program Makan Bergizi Gratis (MBG). 
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Mengingat awal berdirinya SPPG Marem Jaya, alhamdulillah sekarang sudah satu tahun berjalan,” ujar Suhofi.
Menurutnya, pelaksanaan program MBG tidak terlepas dari berbagai dinamika dan masukan dari masyarakat. Karena itu, pihaknya terbuka menerima masukan dari para penerima manfaat sebagai bahan evaluasi untuk meningkatkan kualitas makanan maupun pelayanan.
Selain aspek pelayanan, Suhofi juga berharap pelaksanaan program MBG ke depan dapat memberikan dampak ekonomi yang lebih besar bagi masyarakat Bawean, khususnya melalui pemanfaatan hasil pertanian lokal.
“Kami sangat berharap bahan-bahan untuk SPPG MBG ini bisa mencukupi dari hasil petani lokal. Dengan begitu, program ini juga dapat menjadi bagian dari pemberdayaan masyarakat daerah,” ungkapnya.
Namun, ia mengatakan hingga saat ini sebagian bahan kebutuhan SPPG Marem Jaya masih harus didatangkan dari luar Pulau Bawean.
Kondisi tersebut menjadi salah satu tantangan dalam mendorong keterlibatan lebih besar para petani dan pelaku usaha lokal dalam rantai pasok program MBG.
Suhofi berharap ke depan ketersediaan hasil pertanian dan bahan pangan lokal dapat semakin memadai sehingga kebutuhan SPPG dapat dipenuhi dari Bawean.
Dengan demikian, keberadaan program MBG tidak hanya berorientasi pada pemenuhan gizi, tetapi juga dapat menggerakkan perekonomian masyarakat setempat.
Sementara itu, dalam tausyiahnya, Ustadz Muhammad Ahyar mengajak jamaah menjadikan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi momentum untuk mencontoh keteladanan Rasulullah dalam kehidupan sehari-hari.
Ia menekankan pentingnya meneladani akhlak Nabi Muhammad SAW, termasuk menghormati dan mencintai orang tua, khususnya ibu yang telah melahirkan dan merawat anak.
Ustadz Muhammad Ahyar juga berharap masyarakat dapat menghidupkan sunnah-sunnah yang diajarkan Nabi Muhammad SAW dengan penuh kesederhanaan dan diwujudkan melalui perilaku nyata.
Peringatan Maulid Nabi sekaligus syukuran satu tahun SPPG Marem Jaya tersebut menjadi momentum memperkuat ukhuwah, kebersamaan, serta komitmen meningkatkan pelayanan pemenuhan gizi sekaligus mendorong manfaat ekonomi bagi masyarakat Bawean.
Penulis : Abd Hamid







