SUMENEP – Perbedaan partai dan pilihan politik tidak boleh menjadi tembok pemisah dalam membangun daerah. Pesan itulah yang ditegaskan Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo saat melepas peserta Jalan-Jalan Sehat (JJS) DPRD Sumenep, Minggu pagi.
Di tengah kebersamaan peserta yang turun ke jalan, Cak Fauzi mengingatkan bahwa kepentingan masyarakat harus tetap menjadi tujuan utama, melampaui perbedaan pilihan maupun kepentingan politik.
“Pagi ini kita tunjukkan, politik itu bukan soal perbedaan, politik itu soal kebersamaan. Kita jalan bareng, sehat bareng, untuk Sumenep bareng-bareng,” kata Fauzi.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Menurutnya, kegiatan JJS bukan hanya menjadi ajang olahraga, tetapi juga ruang untuk mempererat silaturahmi antara pemerintah daerah, DPRD, dan masyarakat.
Kebersamaan tersebut dinilai penting untuk membangun komunikasi yang lebih dekat sekaligus memperkuat sinergi dalam menjalankan pelayanan publik.
“DPRD dan Pemkab harus satu langkah, satu keringat, satu tujuan. Kalau kita sehat, kerja kita untuk rakyat jadi lebih kuat,” ujarnya.
Beda Pilihan, Kepentingan Rakyat Tetap Diutamakan
Cak Fauzi menegaskan, perbedaan partai politik maupun pilihan dalam kehidupan demokrasi merupakan hal yang wajar. Namun, perbedaan tersebut tidak seharusnya membuat hubungan antarelemen daerah menjadi renggang.
Ia mengajak seluruh pihak untuk menempatkan kepentingan masyarakat di atas perbedaan politik, sehingga pembangunan Sumenep dapat berjalan dengan dukungan bersama.
“Jangan biarkan perbedaan membuat kita berjarak. Beda partai biasa, beda pilihan biasa, tapi untuk Sumenep, kita tidak boleh berpecah,” tegasnya.
Baginya, kebersamaan antara eksekutif, legislatif, dan masyarakat menjadi bagian penting dalam menciptakan suasana yang kondusif bagi pembangunan daerah.
JJS Jadi Ruang Mendekatkan Pemimpin dan Masyarakat
Selain membawa pesan kebersamaan, kegiatan JJS juga menjadi sarana mendorong pola hidup sehat di tengah masyarakat.
Fauzi menilai, kegiatan yang melibatkan pejabat publik dan masyarakat secara langsung dapat membuka ruang komunikasi yang lebih cair, tanpa dibatasi sekat formalitas.
“Ini contoh politik yang humanis. Turun ke jalan, bertemu masyarakat, olahraga bersama. Dari yang sehat ini, lahir ide-ide sehat untuk pembangunan,” tuturnya.
Dalam kegiatan tersebut, Cak Fauzi mengenakan kaos putih JJS, topi merah-hitam, dan sepatu merah. Ia didampingi pimpinan DPRD serta unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).
Ribuan peserta dari kalangan aparatur sipil negara (ASN), pelajar, komunitas, dan masyarakat umum turut mengikuti kegiatan tersebut. Pelepasan peserta ditandai dengan pengibaran bendera start.
JJS DPRD Sumenep diharapkan menjadi agenda yang memperkuat silaturahmi sekaligus membangun kesadaran masyarakat tentang pentingnya menjaga kesehatan.
Lebih dari sekadar aktivitas olahraga, pesan yang disampaikan dalam kegiatan itu menegaskan pentingnya merawat kebersamaan di tengah perbedaan demi mendukung pembangunan Kabupaten Sumenep.







