Bukan Hanya Jago Kitab Kuning, Tiga Santri Ponpes Syeh Abdurrahman Rabah Pamekasan Ukir Prestasi Nasional, Raih Reward 7 Hari ke Tiongkok

Senin, 26 Oktober 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ket foto: Tiga santri Pondok Pesantren Syeh Abdurrahman Rabah, Pamekasan, meraih prestasi nasional dalam kompetisi bahasa Mandarin yang diselenggarakan Harian Disway di Pakuwon Mall Surabaya. Prestasi tersebut mengantarkan mereka memperoleh reward perjalanan ke Tiongkok selama tujuh hari.

Ket foto: Tiga santri Pondok Pesantren Syeh Abdurrahman Rabah, Pamekasan, meraih prestasi nasional dalam kompetisi bahasa Mandarin yang diselenggarakan Harian Disway di Pakuwon Mall Surabaya. Prestasi tersebut mengantarkan mereka memperoleh reward perjalanan ke Tiongkok selama tujuh hari.

PAMEKASAN, Senin, 26/10/2026— Siapa bilang santri hanya berkutat dengan kitab kuning? Tiga santri Pondok Pesantren Syeh Abdurrahman Rabah, Pamekasan, membuktikan bahwa dunia pesantren juga mampu melahirkan generasi berprestasi dalam penguasaan bahasa internasional.

Taufiqurrohim, Nahdinassyifa, dan Alfin Iskandar, santri kelas II Madrasah Aliyah (MA) Syeh Abdurrahman Rabah, berhasil mengukir prestasi dalam kompetisi bahasa Mandarin tingkat nasional yang diselenggarakan Harian Disway di Pakuwon Mall Surabaya.

Ketiganya meraih prestasi pada sejumlah kategori, yakni Juara I Nasional Lomba Debat Bahasa Mandarin, Juara Harapan I Lomba Pidato Bahasa Mandarin, dan Juara III Nasional Lomba Debat Bahasa Mandarin.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sebagai bentuk penghargaan atas pencapaian tersebut, para santri memperoleh reward berupa perjalanan ke Tiongkok selama tujuh hari. Penghargaan ini menjadi apresiasi atas kerja keras, kemampuan, dan keberanian mereka dalam berkompetisi di tingkat nasional.

Prestasi tersebut sekaligus memperlihatkan bahwa santri memiliki kesempatan untuk berkembang di berbagai bidang, termasuk penguasaan bahasa asing, tanpa harus meninggalkan pendidikan agama yang menjadi fondasi kehidupan pesantren.

Pondok Pesantren Syeh Abdurrahman Rabah, Pamekasan, mengembangkan pola pendidikan yang memadukan pendalaman ilmu agama dengan keterampilan yang relevan dengan perkembangan zaman.

Selain mempelajari kitab kuning, para santri mendapatkan pembelajaran bahasa Arab, bahasa Inggris, bahasa Korea, dan bahasa Mandarin. Pesantren ini juga mengembangkan program pesantren digital sebagai bagian dari upaya mengenalkan teknologi kepada para santri.

Perpaduan tersebut memberikan kesempatan kepada santri untuk memperkuat fondasi keagamaan sekaligus memperluas wawasan melalui penguasaan bahasa internasional dan pemanfaatan teknologi.

Program penggunaan bahasa Mandarin menjadi salah satu bekal yang berkaitan langsung dengan prestasi Taufiqurrohim, Nahdinassyifa, dan Alfin Iskandar. Kemampuan yang terus diasah melalui proses pembelajaran dan latihan itu mengantarkan mereka meraih prestasi di panggung nasional.

Keberhasilan tersebut menjadi kebanggaan tersendiri bagi lingkungan pesantren. Di tengah tantangan zaman yang semakin berkembang, santri dituntut tidak hanya memiliki pemahaman agama yang kuat, tetapi juga mampu mengembangkan keterampilan dan potensi diri.

Di balik pengembangan program pendidikan tersebut, terdapat perjalanan panjang yang tidak lepas dari perjuangan keluarga pesantren.

Sejak ayahanda Abdul Hamid atau Lora Mansuhana meninggal dunia pada 2016, Lora Mansuhana terus berupaya mengembangkan Pondok Pesantren Syeh Abdurrahman Rabah, Pamekasan.

Pengembangan dilakukan melalui berbagai program pendidikan yang memadukan pembelajaran agama, bahasa internasional, dan teknologi. Upaya tersebut menjadi bagian dari ikhtiar menghadirkan lingkungan pendidikan yang memberikan ruang bagi santri untuk tumbuh dan mengembangkan potensi.

Dewan Pengasuh Pondok Pesantren Syeh Abdurrahman Rabah, Abdul Hamid atau Lora Mansuhana, menegaskan bahwa santri perlu memiliki bekal ilmu agama sekaligus keterampilan yang sesuai dengan tantangan zaman.

“Prestasi ini menjadi kebanggaan bagi kami. Kami ingin para santri tidak hanya memiliki dasar keagamaan yang kuat, tetapi juga menguasai bahasa internasional, teknologi, dan ilmu pengetahuan agar mampu menghadapi perkembangan zaman. Santri harus berani bermimpi, terus belajar, dan membuktikan kemampuannya melalui prestasi,” tegas Lora Mansuhana.

Ia berharap keberhasilan tersebut tidak berhenti sebagai kebanggaan sesaat, tetapi menjadi pemantik semangat bagi santri lainnya untuk terus belajar, berani berkompetisi, dan mengembangkan potensi masing-masing.

Menurutnya, prestasi para santri dapat menjadi motivasi bagi generasi muda di lingkungan pesantren untuk terus meningkatkan kemampuan dan tidak ragu menunjukkan hasil dari proses belajar yang telah dijalani.

Dukungan terhadap pengembangan Pondok Pesantren Syeh Abdurrahman Rabah juga datang dari Direktur Utama CV Ayunda Permata Sejahtera, H. Bambang Budianto, yang dikenal sebagai pengusaha dermawan.

Sejak awal, H. Bambang Budianto turut mendukung berbagai hal yang berkaitan dengan pesantren tersebut. Karena itu, keberhasilan para santri dalam kompetisi bahasa Mandarin tingkat nasional mendapatkan apresiasi darinya.

Ia menilai prestasi tersebut menunjukkan bahwa santri memiliki potensi besar untuk berkembang dan bersaing dalam berbagai bidang apabila mendapatkan kesempatan serta dukungan yang memadai.

“Saya menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Taufiqurrohim, Nahdinassyifa, dan Alfin Iskandar atas prestasi yang diraih. Ini membuktikan bahwa santri memiliki kemampuan luar biasa dan mampu bersaing di tingkat nasional. Prestasi seperti ini patut kita dukung bersama,” ujar H. Bambang Budianto.

Ia berharap pencapaian tersebut menjadi motivasi bagi lebih banyak santri untuk mengembangkan kemampuan, memperluas wawasan, dan berani mengambil kesempatan dalam berbagai kompetisi.

“Harapan saya, anak-anak ini terus berkembang dan tidak cepat berpuas diri. Perjalanan ke Tiongkok bukan sekadar hadiah, tetapi juga bentuk penghargaan atas prestasi yang telah mereka raih. Semoga pengalaman tersebut memberikan kesan positif dan semakin memotivasi mereka untuk terus berprestasi,” pungkasnya.

Menurutnya, dukungan terhadap pendidikan merupakan bagian dari ikhtiar bersama untuk membuka kesempatan bagi generasi muda agar mampu mengembangkan potensi dan mempersiapkan masa depan yang lebih baik.

Reward Perjalanan ke Tiongkok Jadi Apresiasi Prestasi

Bagi Taufiqurrohim, Nahdinassyifa, dan Alfin Iskandar, penghargaan berupa perjalanan ke Tiongkok selama tujuh hari menjadi pengalaman istimewa setelah berhasil menunjukkan kemampuan dalam kompetisi nasional.

Reward tersebut bukan sekadar hadiah, melainkan bentuk apresiasi atas usaha, ketekunan, dan keberanian mereka mengikuti perlombaan. Penghargaan itu sekaligus menjadi dorongan agar para santri terus mengembangkan kemampuan dan menjaga semangat berprestasi.

Capaian mereka juga memperlihatkan bahwa lingkungan pesantren dapat menjadi ruang tumbuh bagi generasi muda yang kuat dalam pendidikan agama, memiliki keterampilan bahasa internasional, serta terbuka terhadap perkembangan teknologi.

Dari Pamekasan, para santri ini telah membuktikan kemampuan mereka di panggung nasional. Prestasi tersebut menjadi kebanggaan bagi pesantren sekaligus pengingat bahwa kesempatan untuk berkembang terbuka bagi siapa saja yang tekun belajar dan berani mencoba.

Dari pesantren, lahir prestasi. Dari ketekunan belajar, terbuka jalan menuju dunia.

 

Berita Terkait

Bukan Sekadar Panggung Budaya, AJP-DKP Awali Traditional Pamekasan Culture dengan Santunan Anak Yatim
KH Moh. Qosim Buka Manasik Haji Babussalam, Ingatkan Jamaah Bawean tentang Anugerah Menjadi Tamu Allah 
Yakuza Maneges Hadiri Deklarasi Ormas PROGIB Kediri, Perkuat Kolaborasi Lintas Organisasi
Rizal Bawazier Gaspol Perjuangkan Pintu Tol Sewaka -Paduraksa, Pemalang Selatan Bikin Ledakan Ekonomi
Mahasiswa Manajemen UNIMUGO Itmam Haikalut Tanzaih Raih Juara 1 Solo Vokal Tingkat Nasional
Tiga Media Berkolaborasi, Media Expo 2026 Hadirkan Panggung Kreativitas di Sumenep
Perkuat Pelindungan Anak di Ruang Digital, Diskominfo Kota Kediri Libatkan 500 Peserta dalam Deklarasi dan Edukasi Publik Serentak
Rutan Kelas I Jakarta Pusat Gagalkan Dugaan Penyelundupan 65 Cartridge Vape

Berita Terkait

Senin, 26 Oktober 2026 - 14:50 WIB

Bukan Hanya Jago Kitab Kuning, Tiga Santri Ponpes Syeh Abdurrahman Rabah Pamekasan Ukir Prestasi Nasional, Raih Reward 7 Hari ke Tiongkok

Senin, 26 Oktober 2026 - 14:32 WIB

Bukan Sekadar Panggung Budaya, AJP-DKP Awali Traditional Pamekasan Culture dengan Santunan Anak Yatim

Minggu, 25 Oktober 2026 - 19:07 WIB

KH Moh. Qosim Buka Manasik Haji Babussalam, Ingatkan Jamaah Bawean tentang Anugerah Menjadi Tamu Allah 

Minggu, 25 Oktober 2026 - 13:36 WIB

Yakuza Maneges Hadiri Deklarasi Ormas PROGIB Kediri, Perkuat Kolaborasi Lintas Organisasi

Minggu, 25 Oktober 2026 - 13:34 WIB

Rizal Bawazier Gaspol Perjuangkan Pintu Tol Sewaka -Paduraksa, Pemalang Selatan Bikin Ledakan Ekonomi

Berita Terbaru