Kepeduliannya Tanpa Batas, Tapi Viral Nyanyian Jha’ Ngarep Pessena Said di Medsos

Selasa, 19 November 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wartawan senior Hambali Rasidi bersama MH. Said Abdullah

Wartawan senior Hambali Rasidi bersama MH. Said Abdullah

Sumenep – Yang ada di benak pikirin publik menilai Said adalah segepok uang. Suka bagi bagi uang.

Jelang Pilkada Sumenep 2024. Tak sedikit netizen memposting nyanyian warga agar tak berharap pessena Said.

“Jha rep ngarep pessena Said” begitu isi nyanyian netizen yang lagi viral jelang gelaran Pilkada Sumenep 27 November mendatang.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Memang, sosok MH Said Abdullah itu gemar bagi bagi uang dan miliki kepedulian tanpa batas.

Berikut tulisan jurnalis senior Hambali Rasidi yang pernah tayang di situs matamaduranews.com, dengan judul MH Said Abdullah dan Segepok Uang…

MH Said Abdullah dan Segepok Uang

Catatan: Hambali Rasidi

MH Said Abdullah
Penulis Foto Bersama MH Said Abdullah
matamaduranews.com-Ketika menyebut nama MH Said Abdullah. Bayangan pertama yang muncul adalah segepok uang. Sosok yang tajir. Royal. Suka bagi-bagi uang. Peduli sesama.

Sosok yang melekat pada pribadi MH Said Abdullah itu, jadi bahasan netizen. Viral voice note di Grup-Grup WhatsApp.

Bagi loyalis MH Said Abdullah ada tagline yang melegenda: memberi tanpa berharap kembali.

Itulah MH Said Abdullah. Tajir dan Royal.

Publik pun bersyukur ada putra Sumenep jadi orang gede di tingkat nasional. Bisa dirasa manfaatnya.

Bagi publik Sumenep dan Madura.
Membincangkan sosok MH Said Abdullah adalah bagi-bagi uang. Bukan karena jabatan menjadi apa. Sifat royal MH Said Abdullah sudah tak asing. Publik pun tak menyangkal.

Artinya, sosok MH Said Abdullah sudah melekat dengan sifat royalnya. Suka membagi-bagi uang kepada siapa saja yang dia maui. Tak peduli berapa nonimalnya.

Itu yang bikin publik tercengang. Nilai rupiah yang dibagi-bagi tak lazim. Kalau ditotal. Sehari bisa habis Rp 1 miliar. Pada momentum tertentu bisa sampai Rp 3 miliar. Sekedar dibagi-bagi ke publik.

Lain lagi soal bantuan ini dan bantuan itu. Yang berwujud barang atau lainnya. Kalau dirupiahkan juga tak lazim.

Itu juga kerap dilakukan MH Said Abdullah.

Publik memberi istilah unlimited. Tak terbatas. Sosok yang pasrah. Tak menghitung-hitung. Berapa yang akan diberikan.

Miskun Legiyono mengakui soal kedermawanan MH Said Abdullah. Salah satu orang dekat MH Said Abdullah itu, menyebut: salah satu sifat MH Said Abdullah adalah senang membantu orang. Termasuk senang membagi-bagi uang.

Nilai rupiah yang dibagi tak dihitung-hitung. Suka-sukanya MH Said Abdullah untuk memberi kepada siapa yang dikehendaki.

Karena sifat royal MH Said Abdullah itu, publik selalu mengaitkan orang-orang yang dekat dengannya sudah diberi segepok uang.

“Itu yang banyak orang salah menilai,” sebut Pak Yon-panggilan akrab Ketua AKD Sumenep ini.

Bagi Pak Yon, kepribadian MH Said Abdullah adalah peduli kepada siapa yang butuh bantuan. Kebiasaan bantu-bantu itu sejak kecil.

Waktu sekolah, MH Said Abdullah sudah suka membantu temannya. Termasuk orang yang tak dikenal. Karena butuh bantuan. MH Said Abdullah membantu. Tanpa melihat siapa dan tanpa dikaitkan dengan kepentingan pribadi MH Said Abdullah.

Menurut Pak Yon, kebiasaan Pak Said membagi-bagi uang hanya secuil yang diketahui publik. “Padahal banyak yang disembunyikan. Dan saya tak perlu menyebut. Emang tak perlu diekspose ke publik,” kata Pak Yon menambahkan.

Pak Yon juga menyayangkan adanya voice note yang viral di Grup-Grup WhatsApp. Mengaitkan dukungan para kiai-kiai di Sumenep kepada Ganjar-Mahfud.

“Itu fitnah pak. Kok tega orang memfitnah Pak Said dengan kiai-kiai,” pungkas Pak Yon.

Publik sudah terlanjur menjustice segepok uang bagi yang dekat dengan MH Said Abdullah. Penulis juga ikut kena getah isu segepok uang.

Padahal, penulis sekadar berfoto bersama MH Said Abdullah usai acara. Karena lama tak bertemu. Eh gak tahunya MH Said Abdullah memeluk.

Publik terlanjur menilai macam-macam. Salah satu tudingan itu, menerima segepok uang dari MH Said Abdullah.

Penulis : Relawan

Berita Terkait

BEM PTMAI Zona V Jatim–Bali Geruduk DPRD Jatim, Suarakan Tolak Impunitas
Achmad Fauzi Wongsojudo Pimpin Pembagian Zakat Mal PDI Perjuangan Sumenep
Oknum Anggota DPRD PDIP Kebumen Divonis Dua Tahun Penjara
PPP Situbondo Rayakan Harlah ke-53 dengan Fokus Kaderisasi dan Bantuan Sosial
Aktivis HMI UNIBA Madura Kecam Wacana Pilkada Lewat DPRD: Negara Ini Berkedaulatan Rakyat, Bukan Milik Tirani Mayoritas
Aliansi BEM Pasuruan Raya Tolak Wacana Pilkada Lewat DPRD, Tegaskan Kedaulatan di Tangan Rakyat
HUT ke-53 PDI Perjuangan, Ratusan Anggota DPRD Jatim Serentak Laporkan Kinerja ke Rakyat
Rakernas I 2026, PDI Perjuangan Jatim Membuka Tiga Kartu Strategis sebagai Penegasan Arah Politik Nasional

Berita Terkait

Jumat, 10 April 2026 - 20:00 WIB

BEM PTMAI Zona V Jatim–Bali Geruduk DPRD Jatim, Suarakan Tolak Impunitas

Kamis, 19 Februari 2026 - 14:48 WIB

Achmad Fauzi Wongsojudo Pimpin Pembagian Zakat Mal PDI Perjuangan Sumenep

Jumat, 6 Februari 2026 - 19:34 WIB

Oknum Anggota DPRD PDIP Kebumen Divonis Dua Tahun Penjara

Jumat, 30 Januari 2026 - 11:29 WIB

PPP Situbondo Rayakan Harlah ke-53 dengan Fokus Kaderisasi dan Bantuan Sosial

Kamis, 15 Januari 2026 - 10:07 WIB

Aktivis HMI UNIBA Madura Kecam Wacana Pilkada Lewat DPRD: Negara Ini Berkedaulatan Rakyat, Bukan Milik Tirani Mayoritas

Berita Terbaru