SUMENEP – Satreskrim Polres Sumenep meringkus pelaku penganiayaan terhadap anaknya sendiri.
Kasus penganiayaan terhadap anak tersbut berdasarkan laporan polisi nomor LP/B/320/XII/2024/SPKT/POLRES SUMENEP/POLDA JAWA TIMUR, tanggal 28 Desember 2024.
Pelaku berinisial K (53), warga desa Longos, Kecamatan Gapura.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Sementara, korban masih Kelas 6 MI, asal Desa Jadung, Kecamatan Dungkek.
Insiden tersebut terjadi hari Jumat tanggal 27 Desember 2024 sekira pukul 21.00 wib dirumah RI Ds. Pakondang Kec. Rubaru Kab. Sumenep.
Motif tersangka dengan sengaja melakukan penganiayaan terhadap anak kandung itu saat berada dirumah nenek tirinya yang bernama M.
“Pada saat itu tersangka K mengajak anaknya (korban) untuk pulang bersama tersangka namun korban tidak mau dan tidak menjawab ajakan tersangka sehingga tersangka marah dan memukul korban dan menyebabkan kepala korban mengalami pusing dan hidung korban mengeluarkan darah (mimisan) serta bibir korban mengalami luka,” ujar Kasi Humas Polres Sumenep.
Menurut Widi, kronologis kejadian berawal pada hari Kamis tanggal 26 Desember 2024 dijemput oleh nenek dan kakak sambungnya yang bernama S dan diajak bermain dirumah bapak sambungnya yang beralamat di Dsn. Pakondang Tengah Ds. Pakondang Kec. Rubaru Kab. Sumenep.
“Pada hari Jum’at tanggal 27 Desember 2024 sekira pukul 21.00 wib korban LAP didatangi oleh tersangka K yang mana tersangka tersebut adalah ayah kandungnya dan mengajak korban untuk pulang namun korban tidak mau pulang, pada saat itu tersangka marah sehingga melakukan penganiayaan,” tuturnya.
Selanjutnya pada hari Kamis tanggal 09 Januari 2025 sekira pukul 16.30 wib Unit Resmob melakukan penyelidikan terhadap tersangka K dan mengetahui keberadaan tersangka berada dirumahnya.
“Selanjutnya Unit Resmob mengamankan tersangka K, setelah diintrogasi tersangka mengakui perbuatannya bahwa tersangka telah melakukan tindak pidana penganiayaan terhadap anak kandungnya sendiri yang bernama LAP, sehingga membawa tersangka ke Kantor Polres Sumenep untuk proses penyidikan lebih lanjut,” tutupnya.
Barang bukti yang diamankan adalah hasil Visum Luka, dan baju milik korban.
Akibat perbuatannya tersangka dijerat dengan Pasal 44 Ayat (1) UU RI No. 23 Tahun 2004 tentang PKDRT dan Pasal 80 Ayat (4) UU RI No. 35 tahun 2014 perubahan atas UU No. 23 tanun 2002 tentang perlindungan anak, Mengatur tentang sanksi pidana bagi pelaku yaitu Setiap orang yang melakukan kekerasan fisik dalam rumah tangga dipidana dengan hukuman penjara paling lama 5 (Lima) Tahun, pelaku juga dapat dipidana dengan denda paling banyak Rp 15.000.000; (Lima Belas Juta Rupiah) dan Setiap Orang yang melanggar ketentuan sebagaimana dimaksud dalam pasal 76C dipidana paling lama 3 (Tiga) tahun 6 (Enam) bulan dan atau denda paling banyak Rp 72.000.000; (Tujuh Puluh Dua Juta Rupiah), Pidana ditambah sepertiga dari ketentuan sebagaimana dimaksud pada ayat (1), ayat (2) dan ayat (3) apabila yang melakukan penganiayaan tersebut Orang Tuanya.
Penulis : ***







