Kapolres Blitar Tanggapi Penertiban Tambang Pasir: Langkah Tegas untuk Mengambil Keputusan

Jumat, 31 Januari 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Blitar, Detikzone.id – Pengurus Cabang (PC) Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Blitar mendesak Aparat Penegak Hukum (APH) untuk menindak tegas kegiatan eksploitasi tambang berupa pasir dan batu (sirtu) di kawasan wilayah lahar (KWL) di Blitar yang dikhawatirkan dapat merusak lingkungan.

Terkait hal itu, Kapolres Blitar AKBP Arif Fazlurrahman mengatakan jika pihaknya sangat berterima kasih atas masukan dari PC PMII Blitar, dan pihaknya sudah mengambil langkah-langkah strategis terkait hal tersebut (aktifitas eksploitasi tambang).

“Kami sangat berterima kasih sekali atas masukan dari adik-adik mahasiswa. Ini menandakan bahwa tingkat kepedulian adik-adik mahasiswa terhadap Kabupaten Blitar sangat bagus, dan perlu diapresiasi,” ungkap Arif Fazlurrahman, Jumat (31/1/2025).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Meski baru memasuki minggu kedua masa jabatannya sebagai Kapolres Blitar, AKBP Arif mengatakan jika apa yang menjadi masukan terkait masalah pertambangan tersebut, sedang didalami. Sehingga pihaknya juga berharap peran serta dan masukan informasi dari masyarakat.

“Sedang kami pelajari, dan dalami. Karena terkait regulasinya, masalah eksploitasi pertambangan ini, musti hati-hati. Makanya kami tetap berharap adanya asupan informasi dari masyarakat,” jelasnya.

Lebih lanjut AKBP Arif menegaskan jika pihaknya siap mengawasi secara aktif terhadap aktifitas pertambangan yang berada di wilayah blitar tersebut. Sehingga jika terbukti ada yang tidak sesuai aturan perundangan, pihaknya siap menindak.

“Kalau ternyata tidak sesuai aturan, kami pastikan akan ditindak,” tegas perwira lulusan Akpol 2005 ini.

Sebelumnya, Ketua PC PMII Blitar Muhammad Thoha Ma’ruf melalui rilis resminya pada Kamis (30/1/2025) mengatakan jika pihaknya memiliki temuan terkait aktifitas pertambangan sirtu yang merusak lingkungan.

Blitar dilewati oleh sungai yang jadi aliran lahar Gunung Kelud, seperti Kali Putih dan Kali Bladak. Namun, pemanfaatan yang asal-asalan hanya akan memberi banyak mudharat daripada manfaatnya,” katanya.

Selain itu, dalam rilis, Thoha juga menunjukkan potret di lapangan terkait aktifitas eksploitasi yang dikhawatirkan dapat mengakibatkan bencana seperti tanah longsor, kerusakan sawah petani, kerusakan jalan, polusi udara, dan beberapa dampak buruk lainnya akibat eksploitasi tambang.

 

Penulis : Basuki

Berita Terkait

Rumah Impian Pak Ibnu Mulai Berdiri, TNI dan Warga Gotong Royong Tanpa Henti di Sumenep
Silaturahmi Lintas Elemen, Kapolres Kediri Tegaskan Pentingnya Kolaborasi Jaga Kondusivitas
Demi Nyawa dan Aspal Dringu, Menakar Ketegasan Dishub Probolinggo Batasi Truk Fuso di Jalan Tamansari
Apel Perdana, Kapolres Kediri Tekankan Deteksi Dini dan Respons Cepat
Evakuasi Korban KM Mutiara Sentosa 2 Berlangsung Intensif, Kapolresta Sumenep Turun Langsung ke Pelabuhan
Polres Pemalang Dalami Kematian Pelajar SMP di Randudongkal
Tak Hanya Jaga Negara, TNI AD Bangun Masa Depan Anak Bangsa Lewat Rehabilitasi Madrasah di Sumenep
Dihadang Batu Besar, TNI AD Pantang Menyerah Wujudkan Sumur Bor untuk Warga Pragaan Sumenep

Berita Terkait

Rabu, 5 Agustus 2026 - 21:58 WIB

Silaturahmi Lintas Elemen, Kapolres Kediri Tegaskan Pentingnya Kolaborasi Jaga Kondusivitas

Selasa, 4 Agustus 2026 - 12:13 WIB

Demi Nyawa dan Aspal Dringu, Menakar Ketegasan Dishub Probolinggo Batasi Truk Fuso di Jalan Tamansari

Selasa, 4 Agustus 2026 - 12:12 WIB

Apel Perdana, Kapolres Kediri Tekankan Deteksi Dini dan Respons Cepat

Senin, 3 Agustus 2026 - 20:31 WIB

Evakuasi Korban KM Mutiara Sentosa 2 Berlangsung Intensif, Kapolresta Sumenep Turun Langsung ke Pelabuhan

Senin, 3 Agustus 2026 - 18:19 WIB

Polres Pemalang Dalami Kematian Pelajar SMP di Randudongkal

Berita Terbaru