Ditengah Hiruk-pikuk Modernitas, Museum Keraton Sumenep Berdiri Tegak Sebagai Saksi Kejayaan Masa lalu

Senin, 7 Oktober 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Pewarta Detikzone saat mengunjungi Museum Keraton Sumenep

Foto: Pewarta Detikzone saat mengunjungi Museum Keraton Sumenep

Sumenep, Detikzone.id-Ditengah hiruk-pikuk modernitas, Museum Kraton Sumenep berdiri teguh sebagai saksi bisu kejayaan masa lalu. Senin, 07/08/24. Siang.

Terletak di Jl. Dr. Sutomo Nomor 6, Kelurahan Pajagalan, Kecamatan Kota Sumenep, museum ini bukan hanya sekadar bangunan bersejarah, melainkan juga menyimpan kekayaan budaya dan kisah yang menghidupkan kembali era keemasan Kesultanan Sumenep.

Keraton Sumenep, yang kini berfungsi sebagai museum, dibangun pada tahun 1781 oleh Panembahan Sumolo, raja dari Dinasti Cakraningrat yang memerintah Sumenep selama berabad-abad.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kemudian Museum Sumenep ini didirikan oleh mantan Bupati yang ke-9. Yakni, Drs. Abdurrahman pada tanggal 9 Maret 1969.

Museum ini, berada di bangunan yang dulunya merupakan gedung pemerintahan kolonial.

Syefri Yuka novela, pemandu Museum Keraton Sumenep yang dikenal dengan sapaan akrab Cecep ini mengatakan, koleksi di Museum ini mencakup berbagai artefak, termasuk keramik, senjata tradisional, peralatan pertanian dan benda-benda sejarah lainnya yang menggambarkan kehidupan masyarakat sumenep dari zaman dahulu hingga sekarang.

“Arsitektur bangunan ini merupakan perpaduan gaya Eropa, Cina, dan Jawa, mencerminkan pengaruh budaya yang beragam pada masa itu,” katanya kepada pewarta Detikzone.id saat di lokasi.

Menurut dia, Museum Sumenep tersebut sebagai pusat pendidikan dan penelitian bagi masyarakat dan pengunjung sekaligus menjadi tempat untuk mengenalkan kekayaan budaya madura kepada generasi muda.

“Museum Sumenep pertama kali dikenalkan oleh pemerintah daerah sebagai bagian dari upaya untuk melestarikan dan mempromosikan warisan budaya serta sejarah lokal,” ujarnya

Cecep berharap, melalui Museum Keraton Sumenep masyarakat dapat lebih mengenal dan bisa menghargai sejarah serta budaya leluhur.

“Inisiatif ini melibatkan tokoh-tokoh budaya dan pemerintahan setempat yang menyadari pentingnya penyimpanan dan pengelolaan koleksi benda-benda bersejarah. Melalui Museum ini saya berharap masyarakat Sumenep khususnya, dan Indonesia umumnya , dapat lebih mengenal dan menghargai sejarah serta budaya leluhur yang ada di Kabupaten  Sumenep,” harapnya .

Penulis : Amin

Berita Terkait

Senator DPD RI Ning Lia Terpukau Musik Tong-Tong Sumenep, Sebut Budaya Madura Penuh Pesona
Yakuza Maneges Layangkan Somasi Terbuka Terhadap Dua Media Atas Dugaan Fitnah dan Pencemaran Nama Baik
Bukan Sekadar Expo, Tiga Media di Sumenep Satukan Jurnalisme, Budaya, Seni dan UMKM: Senator Ning Lia hingga Pemprov dan Pemkab Beri Apresiasi
Disambut Meriah di Media Expo 2026 Sumenep, Ning Lia Ajak Media Jadi Penggerak Ekonomi Kreatif
PC Muslimat NU Bawean Gelar Forum Silaturahmi, KH Moh. Qosim Bahas Tantangan Mendidik Anak di Era Digital 
Bos CV Ayunda H. Bambang Budianto Apresiasi 3 Santri Ponpes Syeh Abdurrahman Rabah Pamekasan, Juara Nasional Debat dan Pidato Bahasa Mandarin, Raih Reward 7 Hari ke Tiongkok
KH Moh. Qosim Tekankan Pentingnya Ilmu dan Pendidikan Anak dalam Pengajian Milad ke-35 PP Miftahul Ulum Kareteng
Penyerahan Dokumen SKT, Kemendagri Tegaskan Posisi Yakuza Maneges sebagai Mitra Strategis Negara

Berita Terkait

Rabu, 28 Oktober 2026 - 13:37 WIB

Senator DPD RI Ning Lia Terpukau Musik Tong-Tong Sumenep, Sebut Budaya Madura Penuh Pesona

Rabu, 28 Oktober 2026 - 12:47 WIB

Yakuza Maneges Layangkan Somasi Terbuka Terhadap Dua Media Atas Dugaan Fitnah dan Pencemaran Nama Baik

Rabu, 28 Oktober 2026 - 11:46 WIB

Bukan Sekadar Expo, Tiga Media di Sumenep Satukan Jurnalisme, Budaya, Seni dan UMKM: Senator Ning Lia hingga Pemprov dan Pemkab Beri Apresiasi

Selasa, 27 Oktober 2026 - 19:34 WIB

PC Muslimat NU Bawean Gelar Forum Silaturahmi, KH Moh. Qosim Bahas Tantangan Mendidik Anak di Era Digital 

Senin, 26 Oktober 2026 - 15:47 WIB

Bos CV Ayunda H. Bambang Budianto Apresiasi 3 Santri Ponpes Syeh Abdurrahman Rabah Pamekasan, Juara Nasional Debat dan Pidato Bahasa Mandarin, Raih Reward 7 Hari ke Tiongkok

Berita Terbaru