Sumenep – Banyak Yang Mengkritik Kemiskinan di Sumenep, Tapi tak ada satu pun yang menawarkan solusi.
Memang mudah membuat kritik. Seandainya disertai solusi. Kritik itu bisa menjadi obat.
Soal angka kemiskinan di Kabupaten Sumenep . Banyak yang menyalahkan Bupati Fauzi. Padahal, jumlah orang miskin itu sudah berlangsung lama.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Sebelum Mas Fauzi menjabat Bupati Sumenep. Angka Kemiskinan di Kabupaten Sumenep sudah Nomor 3 se Jatim.
Mas Doktor Fauzi baru dilantik Bupati Sumenep. Jumlah orang miskin di Sumenep
mulai berkurang.
Bahkan, jumlah pengurangan orang yang tergolong miskin dalam 3 tahun terakhir tergolong fantastis.
Tahun 2022, jumlah orang miskin di Kabupaten Sumenep sebanyak 206,20 ribu jiwa.
Pada pertengahan tahun 2024. Jumlah orang miskin di Kabupaten Sumenep berkurang menjadi 196,42 ribu jiwa.
Ada sekitar 10 ribu jiwa orang miskin yang sudah terentaskan sejak Mas Doktor Fauzi menjabat Bupati Sumenep.
Wajar jika Kepala BPS Sumenep, Joko Santoso menyebut, Kabupaten Sumenep masuk sejarah soal jumlah penurunan Kemiskinan karena tertinggi se Jawa Timur.
Ini yang publik tak mengerti. Resep apa yang dilakukan Bupati Fauzi dalam mengurangi kemiskinan di Kabupaten Sumenep.
Publik hanya bisa mengkritik tapi tak menawarkan konsep solusi pengurangan angka kemiskinan.
Bahkan yang lebih ekstrem. Data yang dikeluarkan BPS diragukan.
Sekarang, kalau BPS saja diragukan. Lantas mau percaya ke siapa lagi untuk mencari referensi?
Padahal BPS ITU lembaga resmi megara dan bekerja menggunakan sistem secara nasional…
Ayo…sadar. Jangan bawa emosi.
Jangan gegara beda pilihan di Pilkada. Pikiran kita jadi sungsang….
Note: soal resep penurunan Kemiskinan di Sumenep ala Mas Doktor Fauzi akan diurai dalam video lanjutan
Salam Ipin dan Upin
Penulis : Relawan Faham







