Karakteristik Pemuda Muslim yang Ideal Dalam Memaknai Arti Sumpah Pemuda

Senin, 17 Februari 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto : Qadirun alal Kasbi (Mandiri atau Berdikari) .

Foto : Qadirun alal Kasbi (Mandiri atau Berdikari) .

Nasional – Seorang pemuda bukanlah kanak-kanak yang berlindung di ketiak orang tuanya ketika sebuah kesulitan menghampirinya.

Pemuda adalah seseorang yang mandiri dalam menyelesaikan satu hal, tidak berpangku tangan kepada orang lain, dan mandiri, terutama dari segi ekonomi.

Hal ini harus disadari karena mempertahankan dan menegakkan kebenaran baru bisa dilakukan secara paripurna ketika seorang pemuda memiliki kemandirian, terutama dari segi ekonomi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Karena pada dasarnya akan menjadi lumrah ketika banyak orang-orang yang mengorbankan prinsip yang telah dianutnya karena tidak memiliki kemandirian dari segi ekonomi. Oleh karena itu, kemandirian menjadi sesuatu yang sangat penting untuk dimiliki oleh seorang pemuda.

Bahkan kemandirian dalam bekerja itu juga dianjurkan oleh Rasulullah SAW dalam sabdanya yang berbunyi: “Tidak ada seorang yang memakan satu makanan pun yang lebih baik dari memakan hasil usaha tangannya sendiri. Dan sesungguhnya Nabi Daud As memakan makanan dari hasil usahanya sendiri.” (HR. Bukhari no. 2072)

Dalam hadits lain, Rasulullah SAW juga bersabda:

“Sungguh pikulan seikat kayu bakar di atas punggung salah seorang kamu (lantas dijual) lebih baik daripada ia meminta-minta kepada orang lain, entah itu diberi atau tidak diberi.” (HR. Bukhari).

Nafi’un Lighairi (Bermanfaat untuk Orang Lain).

Karakteristik pemuda yang satu ini berkaitan dengan hadits Rasulullah SAW yang berbunyi:

“Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia lainnya.” (HR. ath Thabrani dalam Mu’jam al Kabir li ath Thabrani, XI/84)

Bermanfaat untuk orang lain dalam hal ini luas maknanya. Namun bagi pemuda, bermanfaat bisa jadi diderivasi maknanya menjadi menyelamatkan atau menolong orang lain demi menyelamatkan atau menolong diri sendiri. Hal ini senada dengan hadits Rasulullah SAW yang berbunyi:

“Barangsiapa (yang bersedia) membantu keperluan saudaranya, maka Allah (akan senantiasa) membantu keperluannya.” (HR. Bukhari no. 2442 dan Muslim no. 6743)

Rasulullah SAW juga pernah bersabda:

“Barangsiapa membebaskan seorang mukmin dari suatu kesulitan dunia, maka Allah akan membebaskannya dari suatu kesulitan pada hari kiamat…” (HR. Muslim no. 7028)

Jika diperluas lagi, maka dalam konteks kenegaraan dan tatanan sosial kemasyarakatan, pemuda yang terlibat dalam merubah tatanan masyarakat ke arah yang lebih baik, maka pemuda tersebut akan dipermudah dan ditolong pula urusannya oleh Allah SWT. Dengan demikian pemuda Muslim ideal memang seharusnya menjadi generasi pembaharu yang mampu membawa perubahan, bukan malah menjadi beban masyarakat.

Mujahidun li Nafsihi (Berjuang Melawan Hawa Nafsu).

Kita bisa mengerti keadaannya bahwa di masa sekarang, ketika politik asosiasi telah mengental dan merasuk ke dalam tatanan kehidupan masyarakat Islam, maka akan sangat sulit bagi pemuda untuk membebaskan dirinya dari pergaulan bebas. Oleh karena itu, bersungguh-sungguh dalam menahan diri dari perbuatan yang menjurus pada dosa merupakan suatu jihad yang paling utama. Rasulullah SAW bersabda:

“Jihad yang paling utama adalah seseorang berjihad melawan dirinya dan hawa nafsunya.” (HR. Ibnu an Najjar dan Abu Nu’aim, dishahihkan oleh Syeikh al Albani di dalam Shahih al Jami’ush-Shaghir, no. 1099)

Hasan al Banna dalam kitab Risalah Ta’alim mengatakan bahwa seorang mujahid yang tulus ialah seseorang yang mengendalikan nafsu jiwa dengan keras, sampai jiwa itu menyerahkan kendalinya kepada mujahid tersebut. Dengan demikian, besar nilainya bagi para pemuda yang hidup di masa sekarang, karena budaya barat sendiri sangat memfasilitasi hawa nafsu kita secara kompleks. Misalnya saja, kita dihadapkan pada pelegalan judi, minuman keras, tidak adanya etika pergaulan antara laki-laki dengan perempuan, dan sebagainya.

“Dari beberapa sumber yang sudah diambil penulis, bahwa jauh sebelum sumpah pemuda tercetus, islam telah mengajarkan tentang sikap seorang pemuda tentang tanggung jawab akan bangsa dan negara nya.

Sesungguhnya pemuda mempunyai tanggung jawab yang besar dalam menjaga dan memajukan bangsa serta negara nya. Dan itu semua dimulai dari dalam diri kita sendiri. Artinya korelasi karakteristik atau sikap seorang pemuda muslim sangat kuat sekali terhadap keberlangsungan kehidupan berbangsa dan bernegara.

Penulis : Shanaya Balghis Riyona Mahasiswa STMIK Tazkia

Berita Terkait

Selamatan Desa Taman Kursi 2026 Berlangsung Meriah, Budaya Leluhur dan Semangat Ekonomi Desa Menguat
Kritik Warga Masalembu Sumenep Kerap Dicurigai Bermuatan Politik, Padahal Lahir dari Realitas Lapangan
PKDI Sumenep Tekankan Peran Strategis PCNU 2026–2031 dalam Menjawab Tantangan Zaman
Konsisten dan Masif Bergerak, BIP Foundation Gelontorkan Bantuan di Lamongan: Masjid Rp1 Miliar, 2 Sapi Kurban, Ambulans, dan Layanan ODGJ
BIP Foundation Gelar Aksi Kemanusiaan di Lamongan: Salurkan Bantuan Besar untuk Yayasan ODGJ 
Geger! KSB dan Pendiri NGO KBB Sepakat Bubarkan Organisasi Demi Kebangkitan Kabupaten Bogor Istimewa
Turba Perdana ke Bawean Gresik, PWNU Jatim Ziarah Jujuk Tampo dan Dorong Wisata Religi
Ulang Tahun Sekjen Laskar Prabowo 08 Jadi Ajang Penguatan Kebersamaan, Ketum Devi Taurisa Sampaikan Doa Terbaik

Berita Terkait

Sabtu, 16 Mei 2026 - 18:12 WIB

Selamatan Desa Taman Kursi 2026 Berlangsung Meriah, Budaya Leluhur dan Semangat Ekonomi Desa Menguat

Sabtu, 16 Mei 2026 - 14:20 WIB

Kritik Warga Masalembu Sumenep Kerap Dicurigai Bermuatan Politik, Padahal Lahir dari Realitas Lapangan

Sabtu, 16 Mei 2026 - 12:04 WIB

Konsisten dan Masif Bergerak, BIP Foundation Gelontorkan Bantuan di Lamongan: Masjid Rp1 Miliar, 2 Sapi Kurban, Ambulans, dan Layanan ODGJ

Sabtu, 16 Mei 2026 - 11:51 WIB

BIP Foundation Gelar Aksi Kemanusiaan di Lamongan: Salurkan Bantuan Besar untuk Yayasan ODGJ 

Jumat, 15 Mei 2026 - 23:24 WIB

Geger! KSB dan Pendiri NGO KBB Sepakat Bubarkan Organisasi Demi Kebangkitan Kabupaten Bogor Istimewa

Berita Terbaru