Terkesan Lamban dan Tanpa Kejelasan Terkait Kasus Warek 1 UMMAT, Gumi Paer Datangi PP Muhammadiyah

Rabu, 12 Maret 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Nasional- Ormas Gumi Paer menunaikan janjinya untuk datang ke Kantor Pengurus Pusat (PP) Muhammadiyah yang beralamat di Kota Yogyakarta, Selasa (11/03/2025).

Kedatangannya ini terkait persoalan Wakil Rektor (Warek) I Universitas Muhammadiyah Mataram (UMMAT). Kedatangannya ini diterima PP Muhammadiyah dan Majelis Dikti Litbang.

Dialog terkait kasus Warek I pun berlangsung hangat dan penuh kekeluargaan. Usai pertemuan tersebut, Lalu Junaidi selaku ketua mengaku tujuan kedatangannya tidak hanya membahas soal Warek I.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Namun bagaimana ormasnya dapat menjalin silaturahmi dengan para petinggi Muhammadiyah dalam rangka memanfaatkan momentum Ramadan.

“Alhamdulillah, kami sudah bertemu dan berdialog dengan mereka. Semua berjalan lancar dan hangat,”ujarnya.

Diakui Junaidi bahwa dalam dialog tersebut, PP Muhammadiyah menjelaskan persoalan Warek I belum final. Kewenangan Pengurus Wilayah (PW) Muhammadiyah dan BPH UMMAT, hanya sebatas memberikan rekomendasi terhadap hasil investigasi tim yang dibentuk kampus.

“Rekomendasi dan hasil investigasi nanti akan dikaji lagi. Pihak-pihak yang terlibat dalam kasus ini akan kembali dipanggil. Keputusannya dikembalikan kepada Majelis Dikti Litbang di Pengurus Pusat Muhammadiyah dan akan diputuskan sebelum tanggal 17 Maret ini,” terangnya.

Dalam pertemuannya tersebut, kata Junaidi, PP Muhammadiyah juga sempat menanyakan soal adanya intervensi ormas dalam persoalan internal universitas.

“Mereka sempat menanyakan hal itu. Dan saya menjawab, yang membuat kacau, masalah ini disebarluaskan melalui media. Terlebih lagi lembaga resmi kampus yang menyampaikan sehingga kegaduhan ini terjadi, baik rektor maupun jajaran UMMAT sudah ikut berstatemen di media massa,” singgungnya.

“Tentu ormas-ormas di Pulau Lombok, lebih-lebih antara saya dengan warek masih berkeluarga, harus masuk untuk kondusifkan Muhammadiyah. Jika tidak, maka datang massa dari Lombok Timur, untuk menggedor kampus UMMAT,” tegasnya.

Kendati menjadi kewenangan Majelis Dikti Litbang PP Muhammadiyah, Junaidi berkomitmen akan terus mengawal persoalan tersebut hingga tuntas.

“Kasus ini tetap kami kawal, dan siapapun yang menuduh Warek I Ummat sebagai pelaku pelecehan seksual harus bertanggung jawab. Karena kita ada di negara hukum,” tandasnya.

Penulis : Rin

Berita Terkait

Selamatan Desa Taman Kursi 2026 Berlangsung Meriah, Budaya Leluhur dan Semangat Ekonomi Desa Menguat
Geger! KSB dan Pendiri NGO KBB Sepakat Bubarkan Organisasi Demi Kebangkitan Kabupaten Bogor Istimewa
Sinergi dengan Bareskrim, Lapas Cipinang Dukung Pengungkapan Kasus Vape Etomidate
Libur Panjang, Satpolairud Situbondo Siaga Penuh Amankan Wisata Pantai Pasir Putih
Aksi Tebar 75 Ribu Bibit Bandeng Kalapa Kendal Bersama Warga Binaan 
Banjir Rob di Pantura Pemalang Jadi Kolam Renang Dadakan Bagi Anak -anak 
Polemik PAW Situbondo Mereda, DPRD Pastikan Tidak Ada Pembatalan Sepihak
Al-Bai’ sebagai Arsitektur Keadilan: Telaah Normatif dan Pendekatan Filosofis dalam Perspektif Fiqih Muamalah

Berita Terkait

Sabtu, 16 Mei 2026 - 18:12 WIB

Selamatan Desa Taman Kursi 2026 Berlangsung Meriah, Budaya Leluhur dan Semangat Ekonomi Desa Menguat

Jumat, 15 Mei 2026 - 23:24 WIB

Geger! KSB dan Pendiri NGO KBB Sepakat Bubarkan Organisasi Demi Kebangkitan Kabupaten Bogor Istimewa

Jumat, 15 Mei 2026 - 18:49 WIB

Sinergi dengan Bareskrim, Lapas Cipinang Dukung Pengungkapan Kasus Vape Etomidate

Jumat, 15 Mei 2026 - 09:31 WIB

Libur Panjang, Satpolairud Situbondo Siaga Penuh Amankan Wisata Pantai Pasir Putih

Kamis, 14 Mei 2026 - 18:50 WIB

Aksi Tebar 75 Ribu Bibit Bandeng Kalapa Kendal Bersama Warga Binaan 

Berita Terbaru