Sumenep – Membandelnya tempat hiburan malam dan tempat dugem di Sumenep yang terus menerus beroperasi saat bulan suci ramadhan membuat Laskar Pemuda Sumenep melakukan aksi nyata gelar razia bersama Polres dan Satpol PP Sumenep, Minggu, 22/03/2025.
Aksi kolaborasi tersebut dipastikan akan berlangsung selama sepekan, sejak Sabtu, tanggal 22 hingga 28 Maret 2025, dan akan dilanjutkan setelah Idul Fitri 2025.
Kegiatan yang dipelopori Laskar Pemuda Sumenep itu karena tengilnya sejumlah manajemen yang tetap membuka tempat yang ditengarai jadi sarang maksiat itu sehingga terkesan menantang umat muslim pada momentum bulan ramadhan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Padahal, Pemkab Sumenep melalui Disbudporar sudah menyampaikan surat edaran agar tidak beroperasi selama bulan suci ramadhan sebagai wujud penghormatan.
Akan tetapi, saking bernafsunya untuk memperkaya diri. Aturan pun dilabrak bahkan petugas gabungan dibuat mainan lantaran setelah dilakukan operasi dan ditemukan puluhan miras, JBL Karaoke tetap buka kembali bahkan oknum karyawan menawarkan cewek penghibur kepada warga melalui chating pribadi.
Bahkan demi mengelabuhi petugas setelah dilakukan operasi, JBL beroperasi kembali dengan modus memadamkan lampu.
Tidak hanya JBL Karaoke, namun tempat Karaoke Potree Koneng, Nada Timur bahkan MR Ball masih beroperasi sebelum Laskar Pemuda Sumenep menunjukkan keseriusannya berkolaborasi dengan Polres dan Satpol PP untuk melakukan penindakan bersama.
Razia bersama pada tanggal 22/03/2025, dimulai di MR Ball, kemudian berlanjut ke Nada Timur, JBL, Potree Koneng.
“Ini sebagai bentuk keseriusan kami,” kata Amin, anggota Laskar Pemuda Sumenep.
Jika masih tengil dan nekat, pihanya akan melakukan langkah yang lebih tegas lagi.
“Kita akan melakukan langkah yang lebih serius lagi dengan melibatkan kiai dan santri santri. Kita tidak main main,” pungkas Amin.
Sementara, Laskar Pemuda Sumenep, Mulyadi berharap, Sumenep bersih dari tempat tempat maksiat.
“Bersihkan Sumenep dari tempat tempat yang ditengarai jadi sarang maksiat dan sarang miras. Bahkan di tempat tersebut juga diduga banyak suami- suami orang yang rela meninggalkan istri dan anaknya demi bersenang senang dengan wanita penghibur,” pungkasnya.
Penulis : Redaksi







