Terharu Ikuti PKPNU, Masto Pemuda Bira Timur Sampang : Baru Sekarang Saya Mengerti NU yang Sebenarnya

Selasa, 20 Mei 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SAMPANG, Detikzone.id — Raut wajah haru tampak jelas dari Masto, pemuda asal Desa Bira Timur, saat mengikuti Pendidikan Kader Penggerak Nahdlatul Ulama (PKPNU) Angkatan ke-46 yang digelar oleh Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Sokobanah.

Ia mengaku, baru kali ini benar-benar memahami nilai-nilai dan perjuangan Nahdlatul Ulama secara utuh.

“Selama ini saya mengaku NU dan sangat fanatik, tapi ternyata saya belum benar-benar paham apa itu NU. Di PKPNU ini saya banyak belajar tentang sejarah, nilai perjuangan, dan prinsip keaswajaan. Saya merasa sangat terharu,” ungkap Masto saat di wawncarai Media ini. (19/5/2025).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Masto menuturkan, dirinya sebelumnya hanya mengenal NU sebatas identitas organisasi. Namun selama mengikuti PKPNU, ia merasa dibimbing secara sistematis untuk memahami NU sebagai gerakan sosial keagamaan yang moderat, toleran, dan berpihak pada masyarakat kecil.

“Banyak hal yang dulu saya abaikan, sekarang saya pahami. NU itu bukan hanya soal serban dan amalan, tapi soal tanggung jawab menjaga Islam rahmatan lil ‘alamin,” tambahnya.

PKPNU Angkatan 46 ini diikuti oleh puluhan kader muda dari berbagai desa di Kecamatan Sokobanah. Selama tiga hari penuh, para peserta digembleng dengan materi-materi strategis, mulai dari Sejarah NU, Ke-NU-an, Ke-Aswaja-an, hingga Manajemen Organisasi dan Peran NU dalam kehidupan berbangsa.

Ketua MWC NU Sokobanah, KH. Ach. Fauzan, berharap agar pasca kegiatan PD-PKPNU, NU di Sokobanah bisa lebih maju, dan kadernya lebih solid dan berkembang.

“Kami berharap para pengurus lebih aktif dan yakin terhadap ke-NU-annya,” ujarnya.

Pihaknya menegaskan bahwa tujuan utama PKPNU bukan hanya mencetak kader loyal, tapi juga membentuk pemimpin yang mampu menggerakkan masyarakat sesuai dengan prinsip-prinsip NU.

“Kami ingin mencetak kader yang tidak hanya paham struktur, tapi juga mengakar secara ideologis. NU butuh penggerak, bukan hanya pengikut,” tegas KH. Fauzan.

PKPNU ini juga menjadi ruang konsolidasi antar kader muda NU, memperkuat jaringan dan sinergi gerakan hingga ke tingkat ranting.

Masto berharap, kegiatan seperti ini terus dilaksanakan dan menjangkau lebih banyak pemuda di pelosok desa.

“Dengan adanya PKPNU Ini pemuda Bira Timur jadi paham Ahlussunnah Wal Jamaah (Aswaja) ,” ucapnya.

“Saya yakin, kalau anak muda tau saya akan banyak yang ikut PKPNU. NU akan semakin kuat, tidak hanya dalam jumlah, tapi juga kualitas kadernya,” pungkasnya.

Penulis : Anam Sakti

Berita Terkait

Bobol Kotak Amal Masjid, Pelaku Dibekuk Satreskrim Polres Sumenep
Putri Wartawan Jadi Korban Dugaan Malapraktik RS Permata Madina, Tangannya Terpaksa Diamputasi
Tegang di Awal, Damai di Akhir: Polemik Arisan Get Berakhir Kekeluargaan
Ngopi Malam Penuh Makna! Kapolres Sumenep dan Kades Satukan Komitmen
Tak Ada Dispensasi, 42 Penumpang Arus Balik Bawean Tertahan di Pelabuhan
Janggal! Belum Setahun Dipakai Wali Kota dan Wakil, Perawatan Mobdin Sudah Membengkak Ratusan Juta
Perkembangan Sistem Perbankan Syariah
HEBOH! Pajero Dijemput Polisi Pakai Sprint, Tiba-Tiba Muncul Ngaku “Pemilik” dari Bekasi: Ada Apa di Balik Kasus Ini?

Berita Terkait

Jumat, 3 April 2026 - 14:46 WIB

Bobol Kotak Amal Masjid, Pelaku Dibekuk Satreskrim Polres Sumenep

Selasa, 31 Maret 2026 - 10:33 WIB

Putri Wartawan Jadi Korban Dugaan Malapraktik RS Permata Madina, Tangannya Terpaksa Diamputasi

Jumat, 27 Maret 2026 - 16:03 WIB

Tegang di Awal, Damai di Akhir: Polemik Arisan Get Berakhir Kekeluargaan

Jumat, 27 Maret 2026 - 11:00 WIB

Ngopi Malam Penuh Makna! Kapolres Sumenep dan Kades Satukan Komitmen

Jumat, 27 Maret 2026 - 10:52 WIB

Tak Ada Dispensasi, 42 Penumpang Arus Balik Bawean Tertahan di Pelabuhan

Berita Terbaru