Dari Sumenep, Dr. Naghfir Serukan Generasi Muda Jadi Benteng Terakhir Pelestari Budaya Nusantara di Hari Keris Nasional

Minggu, 19 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Dr. Naghfir, S.H.I., S.H., M.Kn, menyampaikan seruan pelestarian budaya dalam momentum Hari Keris Nasional, mengajak generasi muda menjadi benteng penjaga warisan budaya Nusantara di Kabupaten Sumenep.

Dr. Naghfir, S.H.I., S.H., M.Kn, menyampaikan seruan pelestarian budaya dalam momentum Hari Keris Nasional, mengajak generasi muda menjadi benteng penjaga warisan budaya Nusantara di Kabupaten Sumenep.

SUMENEP, Minggu, 19/4/2026 Peringatan Hari Keris Nasional  2026 kembali menjadi momentum penting bagi penguatan jati diri bangsa. Dari Kabupaten Sumenep, Dr. Naghfir, S.H.I., S.H., M.Kn. melalui Naghfir’s Institute menyuarakan pesan kuat tentang pentingnya menjaga warisan budaya Nusantara, khususnya keris sebagai simbol peradaban dan identitas bangsa Indonesia.

Dalam pernyataannya, Dr. Naghfir menegaskan bahwa keris bukan sekadar benda pusaka, melainkan cerminan nilai filosofis, spiritual, dan kehormatan yang diwariskan oleh para leluhur.

“Keris adalah simbol peradaban. Di dalamnya ada nilai, ada sejarah, dan ada martabat bangsa yang tidak boleh kita lupakan,” ungkapnya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sebagai tokoh intelektual yang juga dikenal sebagai notaris ternama, Dr. Naghfir terus menunjukkan konsistensinya dalam menggabungkan peran hukum, pendidikan, serta pelestarian budaya. Melalui Naghfir’s Institute, ia aktif mendorong literasi budaya dan pemberdayaan masyarakat agar nilai-nilai lokal tetap hidup di tengah modernisasi.

Lebih lanjut, Dr. Naghfir berharap agar generasi muda Indonesia tidak hanya mengenal keris sebagai simbol masa lalu, tetapi juga memahami makna mendalam yang terkandung di dalamnya sebagai bagian dari identitas bangsa.

“Generasi muda jangan hanya sekadar bangga, tetapi juga mau belajar, memahami, dan melestarikan budaya keris sebagai warisan yang harus dijaga bersama,” tegasnya.

Ia juga menekankan bahwa pelestarian budaya tidak boleh berhenti pada seremoni tahunan, melainkan harus menjadi gerakan nyata yang menyatu dalam kehidupan sehari-hari masyarakat.

Dari Sumenep, pesan itu kembali digaungkan: menjaga keris berarti menjaga jiwa bangsa, menjaga budaya berarti menjaga masa depan Indonesia.

Berita Terkait

Hari ke-103 Sedekah Setiap Hari, Detikzone.id: Jurnalis Tak Hanya Dikenang Lewat Tulisan, Tapi Lewat Kebaikan yang Ditinggalkan
Gerakan Green Garden, KKN Posko 24 Ajak PP Al-Anwar Mulai Peduli Lingkungan dari Hal Kecil
Tempo Berjudi di Madura 
Hari ke-102, Program Sedekah Setiap Hari Detikzone.id di Sumenep Terus Menebar Manfaat
PKDI Cup II 2026 Masuk Grand Final, Ketua PKDI Sumenep H. Ubaid Abdul Hayat Ajak Masyarakat Ramaikan Stadion Gelora Bangkalan
PKDI Sumenep Apresiasi Eksistensi RRI di Usia 81 Tahun
Klarifikasi Ponpes Ash-Sholihah Sleman Terkait Kasus Dugaan Asusila: Tegaskan NH Menantu, Bukan Pengasuh
Bagikan Informasi Terbaru Terkait Kebijakan Pangan Indonesia, Menko Pangan dan Mbak Wali Hadiri Pengajian Maulid Nabi di Ponpes Al-Amien

Berita Terkait

Sabtu, 12 September 2026 - 20:55 WIB

Hari ke-103 Sedekah Setiap Hari, Detikzone.id: Jurnalis Tak Hanya Dikenang Lewat Tulisan, Tapi Lewat Kebaikan yang Ditinggalkan

Sabtu, 12 September 2026 - 19:27 WIB

Gerakan Green Garden, KKN Posko 24 Ajak PP Al-Anwar Mulai Peduli Lingkungan dari Hal Kecil

Sabtu, 12 September 2026 - 17:59 WIB

Tempo Berjudi di Madura 

Jumat, 11 September 2026 - 21:14 WIB

Hari ke-102, Program Sedekah Setiap Hari Detikzone.id di Sumenep Terus Menebar Manfaat

Jumat, 11 September 2026 - 18:11 WIB

PKDI Cup II 2026 Masuk Grand Final, Ketua PKDI Sumenep H. Ubaid Abdul Hayat Ajak Masyarakat Ramaikan Stadion Gelora Bangkalan

Berita Terbaru

SOSBUD

Tempo Berjudi di Madura 

Sabtu, 12 Sep 2026 - 17:59 WIB