Koperasi Merah Putih: Jalan Pulang Bagi Ekonomi Indonesia

Selasa, 27 Mei 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oleh: Nur Baehaqi Syamsu (Ketua Koperasi Merah Putih Desa Bagik Polak Barat)

Opini- Di tengah pusaran sistem ekonomi kapitalistik global yang terus menciptakan ketimpangan sosial dan ekonomi, koperasi hadir sebagai wajah demokrasi ekonomi. Koperasi bukan sekedar badan usaha, tetapi cermin dari semangat gotong royong, solidaritas, dan keadilan sosial yang menjadi nilai luhur bangsa Indonesia.

Koperasi: Ekonomi Berbasis Kebersamaan

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Koperasi lahir dari rahim kearifan lokal. Ia bukan produk impor, melainkan asli dari tanah Indonesia. Nilai-nilai seperti kerja sama, kekeluargaan, dan tolong-menolong menjadi ruh utama koperasi. Dalam praktiknya, koperasi mendorong pemanfaatan sumber daya terbatas secara kolektif untuk memenuhi kebutuhan masyarakat secara adil dan berkelanjutan.

Di saat ekonomi kapitalistik menjadikan kekuatan individu dan akumulasi modal sebagai tolok ukur keberhasilan, koperasi justru menempatkan kesejahteraan bersama sebagai tujuan utama. Ia menjadi antitesis dari sistem yang menciptakan jurang lebar antara si kaya dan si miskin.

Kemiskinan dan Solusi Koperasi

Ekonom Jhon Sharp menyebutkan bahwa kemiskinan muncul dari tiga akar persoalan: 1. ketimpangan kepemilikan sumber daya, 2. perbedaan kualitas SDM, dan 3. keterbatasan akses modal. Ketiga akar inilah yang menjadi ruang gerak koperasi untuk hadir sebagai solusi nyata. Lewat koperasi, masyarakat kecil mendapatkan akses permodalan, pelatihan, hingga kesempatan untuk meningkatkan kualitas hidupnya.

Koperasi Merah Putih: Momentum Perubahan dari Desa

Kelahiran program Koperasi Merah Putih yang didorong pemerintah meski terkesan terburu-buru, namun merupakan langkah strategis dan penuh harapan. Berbagai regulasi seperti UU No. 25/1992, PP No. 7/2021, dan Inpres No. 9/2025 memberi dukungan kuat bagi koperasi desa untuk tumbuh menjadi motor penggerak ekonomi rakyat.

Namun, tantangannya tidak ringan. Struktur koperasi yang dibentuk dari desa, tetapi tercatat sebagai koperasi primer kabupaten/kota, menimbulkan kebingungan administratif dan identitas kelembagaan. Ini perlu segera diperjelas agar tidak menjadi beban dalam implementasi di lapangan.

Belajar dari Dunia: Koperasi Bukan Jalan Kuno

Bukan hanya Indonesia yang mengandalkan koperasi. Negara-negara maju seperti Korea Selatan dan Spanyol telah lebih dulu memaksimalkan sistem ini. Bahkan klub sepak bola raksasa dunia seperti FC Barcelona dikelola menggunakan sistem koperasi. Mereka sadar, kekuatan kolektif adalah tameng paling efektif dari krisis yang tak menentu.

Harapan dari Desa

Sebagai Ketua Koperasi Merah Putih Desa Bagik Polak Barat, saya memandang ini sebagai batu loncatan bersejarah. Jika dikawal dengan benar, koperasi akan menjadi jalan pulang bagi ekonomi Indonesia dari dominasi asing dan korporasi besar menuju kedaulatan ekonomi rakyat. Kesejahteraan tidak harus menunggu dari pusat. Ia bisa dimulai dari desa, dari koperasi.

Penulis : Redaksi

Berita Terkait

Hari ke-16 TMMD ke-129 Kodim 0210/TU, Pembukaan Jalan Sijarango–Pusuk 2 Hutari Tembus 83,02 Persen, Akses Ekonomi Warga Kian Dekat
APTRI Ancam Gelar Aksi di Istana Jika Pemerintah Tak Segera Naikkan HPP Gula 16.875/kg
LPKAN Jatim Prihatin Nasib Petani Tembakau, Dukung Penindakan Rokok Ilegal dan Minta Pemerintah Jangan Salah Ambil Kebijakan
Diperiksa Belasan Jam oleh KPK, Kadisdikpora Pemalang Dipulangkan, Tak Ikut Dibawa ke Jakarta
Launching Posyandu 6 Bidang SPM, Gresik Perluas Pelayanan Terpadu hingga Desa di Bawean
Lapas Kendal Fasilitasi Peninjauan Ruang Sidang Daring oleh Pengadilan Negeri
Diskominfo Sumenep Siapkan Layanan Informasi Publik Terintegrasi hingga Tingkat Desa
DUOMAMA Resmi Diluncurkan! SDN Panaongan III Jadi Pelopor Kebangkitan Bahasa dan Budaya Madura di Pasongsongan Sumenep

Berita Terkait

Jumat, 31 Juli 2026 - 20:49 WIB

APTRI Ancam Gelar Aksi di Istana Jika Pemerintah Tak Segera Naikkan HPP Gula 16.875/kg

Jumat, 31 Juli 2026 - 19:01 WIB

LPKAN Jatim Prihatin Nasib Petani Tembakau, Dukung Penindakan Rokok Ilegal dan Minta Pemerintah Jangan Salah Ambil Kebijakan

Jumat, 31 Juli 2026 - 16:19 WIB

Diperiksa Belasan Jam oleh KPK, Kadisdikpora Pemalang Dipulangkan, Tak Ikut Dibawa ke Jakarta

Jumat, 31 Juli 2026 - 15:54 WIB

Launching Posyandu 6 Bidang SPM, Gresik Perluas Pelayanan Terpadu hingga Desa di Bawean

Jumat, 31 Juli 2026 - 15:43 WIB

Lapas Kendal Fasilitasi Peninjauan Ruang Sidang Daring oleh Pengadilan Negeri

Berita Terbaru