Bandung – Suasana Gedung Grand Yogya Kepatihan, Bandung, Pada tanggal 21–22 Juni 2025, lantunan nada-nada religi menggema dari panggung utama dalam acara Festival Bintang Seni Qasidah yang digelar oleh DPW Lembaga Seni Qasidah Indonesia (LASQI) Provinsi Jawa Barat.
Acara ini tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga menjadi wadah syiar Islam melalui seni musik Islami yang menggugah hati.
Festival ini menghadirkan berbagai kategori lomba, mulai dari Qasidah Rebana Anak, Pop Religi Anak, hingga Pop/Dangdut Religi Umum dan Bintang Vokalis Gambus, yang menyedot antusiasme para peserta dari seluruh penjuru Jawa Barat.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Tercatat lebih dari 35 perwakilan kabupaten/kota turut meramaikan ajang tahunan ini.
Tak hanya sekadar lomba, festival ini juga menjadi ajang silaturahmi seni yang menghadirkan semangat ukhuwah dan dakwah dalam bentuk yang indah.
Kehadiran tokoh-tokoh penting dari LASQI, termasuk Imam Nasrullah, Sekretaris Jenderal DPW LASQI Jawa Barat, menambah semarak acara.
“Festival ini bukan hanya soal siapa yang juara, tetapi soal siapa yang mampu menebar nilai-nilai keislaman dengan cara yang lembut, menyenangkan, dan menyentuh,” ujar Imam Nasrullah saat memberikan sambutan di pembukaan acara.
Kabupaten Bogor Ikut Ambil Bagian demgan Mengirim Wakil Terbaik dari Sukamakmur.
DPD LASQI Kabupaten Bogor tak ketinggalan mengirimkan dua wakil terbaik dalam kategori Bintang Vokalis, hasil seleksi dari DPK LASQI Kecamatan Sukamakmur.
Kedua peserta ini mewakili semangat generasi muda Kabupaten Bogor dalam menyalurkan bakat seni Islami ke panggung provinsi.
Ketua DPK LASQI Sukamakmur, Irene Fero Cyanida, S.E., M.M, mengungkapkan rasa bangganya atas kesempatan tersebut.
Menurutnya, keikutsertaan ini adalah hasil dari proses pembinaan berkelanjutan di tingkat kecamatan yang juga didukung oleh sinergi dengan berbagai pihak, termasuk Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Bogor.
“Minggu lalu kami masih disibukkan dengan pelatihan-pelatihan pemuda bersama Dispora, dan kini kami kirimkan dua peserta terbaik kami ke tingkat provinsi. Ini menunjukkan bahwa DPK LASQI Sukamakmur tidak pernah berhenti bergerak,” ujar Irene.
Kedua wakil Kabupaten Bogor tampil dengan percaya diri, membawakan lagu-lagu religi dengan penuh penghayatan dan kualitas vokal yang memukau penonton.
Ajeng Umaroh: Seni Adalah Jalan Lembut Menyampaikan Nilai Islam
Ketua DPD LASQI Kabupaten Bogor, Ajeng Umaroh, turut memberikan apresiasi dan dukungan penuh kepada para peserta yang bertanding.
Menurutnya, ajang seperti ini penting untuk memperkuat identitas seni Islami di tengah generasi muda serta menjalin komunikasi yang erat antar daerah.
“Kami di DPD LASQI Kabupaten Bogor sangat mengapresiasi kerja keras para peserta, khususnya yang berasal dari DPK Sukamakmur. Menang atau kalah adalah hal biasa, yang terpenting adalah silaturahmi dan syiar melalui seni tetap terjaga,” kata Ajeng.
Ajeng juga berharap partisipasi ini menjadi inspirasi bagi DPK lainnya di wilayah Kabupaten Bogor untuk aktif mengikuti program-program dari DPW LASQI Jawa Barat.
“Festival ini bukan hanya tentang musik, tapi tentang bagaimana kita mewariskan nilai-nilai luhur Islam dengan cara yang kreatif dan menyentuh hati masyarakat,” tutupnya.

Seni Islami, Pilar Syiar Modern
Festival Bintang Seni Qasidah 2025 di Bandung menjadi bukti bahwa syiar Islam tidak hanya bisa dilakukan lewat mimbar, tapi juga lewat musik yang merangkul, lirik yang menyentuh, dan penampilan yang menyejukkan jiwa.
Dengan dukungan para tokoh, pelatih, dan komunitas seni Islami, LASQI terus berupaya menjadikan seni qasidah sebagai bagian penting dari peradaban Islam di Indonesia—bukan sekadar hiburan, tetapi media dakwah kultural yang mendidik dan mempersatukan.
Penulis : Rahman







