Tim PKB Kembali Tuntaskan Misinya di Pulau Sapudi Sumenep, drg Ellya Fardasah Pastikan Pelayanan Dilakukan Secara Terpadu 

Selasa, 8 Juli 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUMENEP — Tim Pelayanan Kesehatan Bergerak ( PKB) yang digagas oleh Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa melalui Dinas Kesehatan Provinsi Jatim kembali menuntaskan misinya di wilayah kepulauan Kabupaten Sumenep.

Program yang sudah dijalankan sejak tahun 2019 itu kini menjangkau Kecamatan Gayam dan Nonggunong di Pulau Sapudi, yang menjadi bagian dari misi pelayanan kesehatan ke-15 di kawasan kepulauan Jawa Timur.

Pada Sabtu (5/7/2025), Gubernur Khofifah secara resmi melepas keberangkatan tim Pelayanan Kesehatan Bergerak (PKB) ke Pulau Sapudi, sebagai lanjutan dari pelayanan yang sebelumnya digelar di Pulau Raas pada Mei 2025 lalu.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Tim Pelayanan Kesehatan Bergerak (PKB) adalah ikhtiar nyata kami untuk menghadirkan layanan kesehatan yang setara bagi seluruh masyarakat, termasuk yang berada di wilayah kepulauan seperti Raas dan Sapudi,” ujar Khofifah, Sabtu (5/7/2025).

Pihaknya menegaskan, akses layanan kesehatan tidak boleh hanya dinikmati masyarakat perkotaan. Pemerintah, kata Khofifah, harus aktif hadir ke daerah terpencil dan kepulauan guna memenuhi hak dasar warga.

“Kami ingin memastikan warga tidak hanya mendapat pengobatan, tetapi juga edukasi, pendampingan, serta penguatan sistem kesehatan lokal. Ini adalah bagian dari komitmen kami membangun Jawa Timur yang inklusif dan berkeadilan,” tambah Khofifah.

Untuk diketahui, sepanjang tahun 2023, tim Yankes Bergerak telah dua kali melakukan misi di Sumenep, yakni ke Pulau Sapudi pada Juni dan Pulau Raas pada September. Kemudian dilanjutkan lagi pada Mei 2025 ke Raas, dan kini kembali ke Sapudi.

Pelepasan tim Pelayanan Kesehatan Bergerak PKB turut dihadiri oleh Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kabupaten Sumenep, drg. Ellya Fardasah, M.Kes. Ia mengungkapkan bahwa program ini merupakan misi kedua di Sumenep selama tahun 2025.

“Pelayanan Kesehatan Bergerak ini sudah direncanakan dilakukan empat kali dalam setahun di wilayah Kabupaten Sumenep. Ini yang kedua kalinya di Pulau Sapudi, tepatnya di Kecamatan Gayam dan Nonggunong, yang akan berlangsung mulai 5 hingga 8 Juli,” ujarnya dikutip dari dapurrakyatnews.

Menurut drg. Ellya, tim yang diterjunkan berasal dari gabungan beberapa rumah sakit besar di Jawa Timur. Di antaranya RSUD Dr. Saiful Anwar Malang, RSUD dr. Mohammad Noer Pamekasan, RSUD dr. H. Moh. Anwar Sumenep, serta didukung puskesmas setempat.

“Ada layanan spesifik seperti operasi katarak, skrining penyakit THT dan mata, serta kegiatan promotif dan preventif lainnya. Kami juga melibatkan teman-teman puskesmas untuk skrining awal, agar pasien yang datang bisa langsung ditindak,” paparnya.

Pelayanan kesehatan ini dilakukan secara terpadu di tiga lokasi utama: Puskesmas Gayam, Puskesmas Nonggunong, serta di atas kapal kesehatan yang telah dipersiapkan khusus untuk mendukung kegiatan tim medis selama berada di pulau.

“Dengan pelayanan ini, masyarakat tidak perlu jauh-jauh datang ke kota Sumenep. Justru kita yang hadir langsung ke pulau untuk memberikan pelayanan terbaik kepada warga kepulauan,” tegas drg. Ellya.

Program Yankes Bergerak ini mendapat sambutan positif dari masyarakat kepulauan yang selama ini memiliki keterbatasan akses terhadap layanan medis berkualitas.

Kehadiran tim kesehatan ke pulau-pulau kecil seperti Raas dan Sapudi menjadi angin segar bagi pemerataan layanan publik di Jawa Timur.

Kegiatan ini tidak hanya memberikan layanan pengobatan langsung, tetapi juga memperkuat sistem kesehatan lokal melalui pelatihan, edukasi kesehatan, dan distribusi informasi penting mengenai pencegahan penyakit.

Dengan terus dijalankannya program Yankes Bergerak secara berkala, Pemerintah Provinsi Jawa Timur berharap bisa terus mendorong penguatan layanan dasar di wilayah-wilayah yang selama ini kerap luput dari perhatian sistem kesehatan konvensional.

Penulis : Redaksi

Berita Terkait

27 Dokter di Probolinggo ‘Digembleng’ 10 Hari di Lawang, Targetkan Eliminasi Total Malaria
Bupati Fauzi: Kepercayaan Kemenkes Harus Dijawab dengan Kerja Nyata, dr. Erliyati Matangkan Layanan KJSU di RSUD Sumenep
Telah Hadir Layanan Neurorestorasi di Bali
Tak Memandang Jabatan, Dirut RSUD Sumenep dr. Erliyati Beri Penghormatan kepada Pegawai Purna Tugas, Bukti Budaya Saling Menghargai
Tekan Stunting Sejak Remaja, TPPS dan Puskesmas Gending Probolinggo Gelar Edukasi Kesehatan di Pesantren
Respons Cepat Keluhan Masyarakat, Puskesmas Kendit Situbondo Perkuat Pelayanan Ramah dan Humanis
Kasus Stroke Terus Meningkat, Dinkes Kota Kediri Perkuat Kompetensi Nakes Lewat OJT Penanganan Stroke
Kolaborasi Berkah, BAZNAS dan Dinkes Sumenep Siapkan Khitan Gratis 100 Anak di Momentum Muharram

Berita Terkait

Minggu, 12 Juli 2026 - 21:06 WIB

27 Dokter di Probolinggo ‘Digembleng’ 10 Hari di Lawang, Targetkan Eliminasi Total Malaria

Jumat, 10 Juli 2026 - 22:54 WIB

Bupati Fauzi: Kepercayaan Kemenkes Harus Dijawab dengan Kerja Nyata, dr. Erliyati Matangkan Layanan KJSU di RSUD Sumenep

Sabtu, 4 Juli 2026 - 13:03 WIB

Telah Hadir Layanan Neurorestorasi di Bali

Kamis, 2 Juli 2026 - 10:27 WIB

Tak Memandang Jabatan, Dirut RSUD Sumenep dr. Erliyati Beri Penghormatan kepada Pegawai Purna Tugas, Bukti Budaya Saling Menghargai

Selasa, 30 Juni 2026 - 22:24 WIB

Tekan Stunting Sejak Remaja, TPPS dan Puskesmas Gending Probolinggo Gelar Edukasi Kesehatan di Pesantren

Berita Terbaru