LSM RATU: Praktik Pungutan Uang Seragam Mahal di SMA/SMK Negeri Kediri Resahkan Wali Murid, Siap Gelar Aksi Damai

Jumat, 11 Juli 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KEDIRI, Detikzone.id – Menjelang tahun ajaran baru 2025/2026, keluhan dari para orang tua siswa tingkat SMA dan SMK Negeri di Kediri, baik kabupaten maupun kota, semakin ramai disuarakan.

Isu utama yang mencuat adalah dugaan pungutan biaya seragam sekolah yang dinilai mahal dan memberatkan masyarakat menengah kebawah.

Ketua Lembaga Swadaya Masyarakat – Rakyat Muda Bersatu (LSM – RATU), Saiful Iskak, menyatakan bahwa pihaknya menerima banyak pengaduan dari masyarakat terkait mahalnya biaya masuk sekolah. Sejumlah wali murid bahkan melaporkan harus mengeluarkan dana lebih dari Rp3 juta untuk memenuhi kebutuhan anak-anaknya saat awal masuk sekolah baru.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Dari pengaduan yang masuk kepada kami, pembayaran tersebut disebutkan untuk pembelian seragam. Namun, pihak sekolah tidak memberikan rincian atau penjelasan yang jelas soal komponen biayanya,” ujar Saiful, kepada jurnalis media detikzone.id, Jumat (11/7/2025) sore.

Saiful menekankan bahwa koperasi sekolah tidak boleh menjadi alat pemaksaan pembelian seragam kepada siswa atau wali murid.

“Koperasi sekolah hanya boleh menyediakan seragam jika ada permintaan dari siswa atau orang tua. Tidak boleh ada paksaan atau kewajiban membeli di sana,” tegas dia.

Menurutnya, tidak ada kewajiban bagi siswa baru SMA/SMK Negeri untuk membeli seragam di sekolah. Mereka bebas membeli di luar sesuai kemampuan dan pilihan masing-masing. Jika ada pemaksaan atau tekanan dari pihak sekolah untuk membeli di koperasi sekolah, itu merupakan pelanggaran.

“Koperasi hanya boleh menjadi tempat bantu, bukan tempat memaksa. Bahkan, untuk siswa kurang mampu, idealnya koperasi justru membantu menyediakan seragam secara gratis,” lanjut Saiful.

[Dugaan Penyimpangan dan Aksi Damai]

LSM RATU juga menyoroti adanya dugaan bahwa sekolah berpotensi menjadi lahan pencarian pendapatan melalui penjualan seragam, karena harga yang ditawarkan dinilai jauh lebih mahal dibanding harga di pasaran.

“Karena itu, kami akan melakukan aksi damai sebagai bentuk kontrol sosial dan desakan agar persoalan ini diperiksa secara menyeluruh,” tegasnya.

[Rencana Aksi Damai:]

• Hari/Tanggal: Rabu, 16 Juli 2025
• Titik Kumpul: Depan Kantor Pemkab Kediri
• Masa Aksi: 100 orang dan perwakilan LSM
• Waktu: Pukul 09.00 WIB hingga selesai
• Alat Peraga: Sound system, banner, dan ban bekas untuk dibakar
• Tempat Aksi: Kantor Kejaksaan Negeri Kabupaten Kediri

[Tuntutan Utama:]

> Periksa seluruh satuan pendidikan SMA/SMK negeri di Kabupaten Kediri terkait dugaan penyimpangan dalam kebijakan pembelian seragam.
> Hentikan praktik pemaksaan pembelian seragam melalui sekolah.
> Transparansikan rincian pungutan pada saat pendaftaran ulang.

“Sekolah negeri harus bisa dijangkau semua kalangan. Hak anak untuk memperoleh pendidikan yang layak tidak boleh dibebani oleh pungutan yang tidak jelas dan memaksa,” pungkas Saiful.

LSM RATU juga mengimbau masyarakat yang merasa keberatan atas pungutan seragam atau menemukan indikasi paksaan, agar segera melapor ke Dinas Pendidikan setempat atau instansi pengawasan terkait.

Penulis : Bimo

Berita Terkait

Pelaksanaan TKA 2026 di SDN Panaongan III Sumenep Berjalan Lancar, Kepala Sekolah Tinjau Langsung Kesiapan Peserta
Kembali Jadi yang Terbaik, Siswi SMP Integral Luqman Al-Hakim Sumenep Sabet Juara 1 dari 300 Peserta di Pamekasan
SDN Pasongsongan IV Wakili Kecamatan Pasongsongan di ISCO Hardiknas 2026, Siap Harumkan Nama Sumenep
Cuaca Ekstrem Mengancam, Kadindikpora Pemalang Minta Study Tour Ditunda
Tetap Khidmat di Bawah Terik Matahari, Upacara Bendera SDN Panaongan III Sumenep Tanamkan Pendidikan Karakter
KKG Gugus 2 Pasongsongan Sumenep Dorong Profesionalisme Guru, Bahas KBGO dan Digital Parenting dalam Workshop Inspiratif
KKG PAI Pasongsongan Sumenep Gelar Pertemuan Perdana Pasca Ramadan di SDN Panaongan I
Disrupsi Digital Mengancam, Sekda Sumenep Dorong Guru Bertransformasi

Berita Terkait

Senin, 20 April 2026 - 09:23 WIB

Pelaksanaan TKA 2026 di SDN Panaongan III Sumenep Berjalan Lancar, Kepala Sekolah Tinjau Langsung Kesiapan Peserta

Minggu, 19 April 2026 - 17:44 WIB

Kembali Jadi yang Terbaik, Siswi SMP Integral Luqman Al-Hakim Sumenep Sabet Juara 1 dari 300 Peserta di Pamekasan

Sabtu, 18 April 2026 - 10:28 WIB

SDN Pasongsongan IV Wakili Kecamatan Pasongsongan di ISCO Hardiknas 2026, Siap Harumkan Nama Sumenep

Senin, 13 April 2026 - 21:14 WIB

Cuaca Ekstrem Mengancam, Kadindikpora Pemalang Minta Study Tour Ditunda

Senin, 13 April 2026 - 13:51 WIB

Tetap Khidmat di Bawah Terik Matahari, Upacara Bendera SDN Panaongan III Sumenep Tanamkan Pendidikan Karakter

Berita Terbaru