APJ Sumenep Melawan! Surat Keberatan Dilayangkan, Aksi Sebulan Siap Digelar Tolak Kriminalisasi Jurnalis

Selasa, 21 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUMENEP – Gelombang penolakan terhadap dugaan kriminalisasi jurnalis di Kabupaten Sumenep kian menguat. Aliansi Peduli Jurnalis (APJ) Sumenep secara resmi mengantarkan surat keberatan atas pelaporan yang dilakukan oknum Ketua Gapoktan terhadap wartawan Media KlikTimes.

Tak hanya itu, APJ juga menyampaikan pemberitahuan rencana aksi damai yang akan digelar selama satu bulan penuh. Langkah ini menjadi bentuk protes terbuka atas tindakan yang dinilai berpotensi mengancam kebebasan pers.

Aksi tersebut dirancang bukan sekadar unjuk rasa, melainkan sebagai upaya mendorong evaluasi menyeluruh terhadap penegakan hukum, khususnya dalam implementasi Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

APJ menilai, langkah Polres Sumenep yang menerima laporan terkait produk jurnalistik tanpa melalui mekanisme Dewan Pers merupakan bentuk penyimpangan dari aturan yang berlaku. Dalam undang-undang tersebut, sengketa jurnalistik secara tegas harus diselesaikan melalui Dewan Pers, bukan langsung dibawa ke ranah pidana.

Pada Selasa (21/4/2026), Igusty Madani bersama sejumlah jurnalis mendampingi pihak terlapor, Media KlikTimes, ke Mapolres Sumenep. Mereka menyerahkan dokumen surat keberatan sekaligus pemberitahuan aksi damai sebagai bentuk penolakan terhadap dugaan kriminalisasi jurnalis di Kota Keris.

Ia menegaskan, langkah yang diambil APJ bukan hanya untuk membela satu media, melainkan bentuk solidaritas terhadap seluruh insan pers.

“Ini bukan hanya soal KlikTimes, tetapi tentang menjaga marwah profesi jurnalis. Penegakan hukum harus berjalan sesuai koridor, terutama dalam sengketa pers yang seharusnya melalui Dewan Pers,” tegasnya.

Menurutnya, jika praktik kriminalisasi terhadap karya jurnalistik dibiarkan, maka ancaman terhadap kebebasan pers dan independensi media akan semakin nyata.

APJ berharap, melalui aksi damai yang akan berlangsung selama satu bulan ke depan, pihak kepolisian dapat mengevaluasi langkah yang telah diambil serta kembali mengedepankan mekanisme penyelesaian sengketa pers sesuai aturan yang berlaku.

Di tengah situasi ini, publik pun menaruh perhatian besar. Polemik yang berkembang dinilai bukan sekadar konflik biasa, melainkan ujian nyata bagi komitmen penegakan hukum terhadap kebebasan pers di daerah.

Jika tidak ditangani secara bijak, konflik ini berpotensi meluas dan menjadi preseden buruk bagi dunia jurnalistik di Indonesia.

Berita Terkait

Suami Pelapor Kritis Usai Kecelakaan, Kuasa Hukum Murniati Desak Kejelasan Laporan Dugaan Penipuan Rp68 Juta di Polsek Bajeng Gowa
Murni Bertanya atau Kelakar yang Lupa Sopan Santun? Komentar Bremy Achizar Soal Gus Thuba Tuai Kritik
Satresnarkoba Polresta Sumenep Amankan Dua Pria, Sabu dan Bong Disita
Buntut Komentar di Media Sosial, Pemilik Akun @BREMY Sampaikan Permintaan Maaf kepada Yakuza Maneges Kediri
Perkara Pencurian Motor Keeway di Kalidawir: Korban Sudah Terima Motor Kembali dan RJ di Kejaksaan, Mengapa Penahanan Masih Berlanjut?
Perhiasan Emas 150 Gram Hilang Misterius, Keluarga di Sumenep Lapor Polisi
Penyelidikan Ibu dan Balita Hilang di Madiun Didesak PH Dipercepat
Tagline “Polisi Bersama Masyarakat” Diuji, Idah Hamida Desak Kejelasan Kasus Rp8,95 Miliar di Polrestabes Makassar

Berita Terkait

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 10:06 WIB

Suami Pelapor Kritis Usai Kecelakaan, Kuasa Hukum Murniati Desak Kejelasan Laporan Dugaan Penipuan Rp68 Juta di Polsek Bajeng Gowa

Jumat, 23 Oktober 2026 - 14:41 WIB

Murni Bertanya atau Kelakar yang Lupa Sopan Santun? Komentar Bremy Achizar Soal Gus Thuba Tuai Kritik

Kamis, 22 Oktober 2026 - 17:58 WIB

Satresnarkoba Polresta Sumenep Amankan Dua Pria, Sabu dan Bong Disita

Kamis, 22 Oktober 2026 - 07:34 WIB

Buntut Komentar di Media Sosial, Pemilik Akun @BREMY Sampaikan Permintaan Maaf kepada Yakuza Maneges Kediri

Rabu, 21 Oktober 2026 - 12:39 WIB

Perkara Pencurian Motor Keeway di Kalidawir: Korban Sudah Terima Motor Kembali dan RJ di Kejaksaan, Mengapa Penahanan Masih Berlanjut?

Berita Terbaru