Sampah Menumpuk dan Bau Menyengat, Pedagang Pasar Dringu Probolinggo Resah

Kamis, 31 Juli 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Probolinggo –– Tumpukan sampah yang jarang diangkut membuat para pedagang di Pasar Dringu, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, mengeluhkan bau tak sedap yang mengganggu aktivitas jual beli. Sampah yang hanya diangkut seminggu sekali ini menimbulkan aroma menyengat yang menyebar hingga ke dalam area pasar.

Pantauan langsung di lokasi, tumpukan sampah yang mendominasi Tempat Pembuangan Sementara (TPS) terdiri dari limbah sayur, plastik, dan bahkan popok bayi. Kondisi ini membuat pengunjung menutup hidung saat melintas, karena bau busuk menyengat hingga menusuk rongga dada.

Pedagang yang menjual pakaian maupun makanan terpaksa menyemprotkan parfum dan meletakkan irisan daun pandan agar pembeli tidak terganggu oleh bau sampah. Mereka mengaku merasa dirugikan karena kenyamanan pembeli jelas terganggu, dan itu berpotensi menurunkan omzet penjualan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Salah satu pedagang menyebut, ada ratusan pedagang yang setiap bulan rutin membayar iuran pengangkutan sampah. Besaran iuran bervariasi, mulai dari Rp15.000 per bulan untuk stand bagian depan, dan Rp7.000 untuk stand di bagian dalam.

Menanggapi hal ini, Erawati Astuti dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Probolinggo menjelaskan bahwa pengangkutan sampah pasar Dringu sudah diatur melalui MoU antara pihak pasar dan DLH.

“MoU pengangkutan sampah pasar Dringu dengan DLH hanya sebulan tiga kali. Jika kapasitas sampah meningkat, bisa ditambah menjadi empat sampai lima kali angkut dalam sebulan,” jelas Erawati, Kamis (31/07/2025).

Ia juga menyebutkan, biaya satu kali pengangkutan dari TPS ke TPA mencapai Rp250.000 sesuai dengan Perda Nomor 1 Tahun 2024 tentang Pajak dan Retribusi Daerah.

Namun, saat dikonfirmasi, Kepala Pasar Dringu, Muhid, enggan memberikan penjelasan secara detail. Ia menyatakan bahwa pengelolaan sampah bukan menjadi tanggung jawab langsung pihak pasar.

“Yang menangani sampah bukan dari pihak pasar, jadi kami kurang paham soal teknisnya,” singkatnya.

Sementara itu, para pedagang berharap ada solusi cepat dari pihak terkait, agar kebersihan pasar tetap terjaga dan kenyamanan pengunjung tidak terusik oleh bau tak sedap.

Penulis : Moch Solihin

Berita Terkait

LSM Perjuangan Rakyat Desak ATR/BPN Cabut Sertifikat Bermasalah Milik Perangkat Mimbaan Situbondo
Lecehkan Santri, Oknum Pengasuh Ponpes Al Qibtiyah Banyuwangi Diamankan Polisi Usai Didatangi Yakuza Maneges
Balap Liar di Jalan Argopuro Situbondo Kian Brutal, LSM Desak APH Bertindak
Istri Anggota Polisi Terjerat Kasus Arisan Bodong, Polres Kediri Jamin Proses Hukum Tanpa Pandang Bulu
Anggaran Triliunan Dipertanyakan, PMII Sampang Turun Jalan Desak Audit Total MBG dan Moratorium Koperasi Merah Putih
Diduga Tipu Korban Hingga Rp10 Miliar, Rumah Istri Anggota Polisi di Kediri Digeruduk Warga
Demi Keadilan, KAKI Minta Presiden dan Elit Negara Tak Intervensi Kasus Roy Suryo–Dokter Tifa
MBG: Malaikat Berjubah Gelap

Berita Terkait

Kamis, 2 Juli 2026 - 10:36 WIB

LSM Perjuangan Rakyat Desak ATR/BPN Cabut Sertifikat Bermasalah Milik Perangkat Mimbaan Situbondo

Rabu, 1 Juli 2026 - 12:42 WIB

Lecehkan Santri, Oknum Pengasuh Ponpes Al Qibtiyah Banyuwangi Diamankan Polisi Usai Didatangi Yakuza Maneges

Minggu, 28 Juni 2026 - 11:22 WIB

Balap Liar di Jalan Argopuro Situbondo Kian Brutal, LSM Desak APH Bertindak

Jumat, 26 Juni 2026 - 23:23 WIB

Istri Anggota Polisi Terjerat Kasus Arisan Bodong, Polres Kediri Jamin Proses Hukum Tanpa Pandang Bulu

Kamis, 25 Juni 2026 - 21:26 WIB

Anggaran Triliunan Dipertanyakan, PMII Sampang Turun Jalan Desak Audit Total MBG dan Moratorium Koperasi Merah Putih

Berita Terbaru

PEMERINTAHAN

Gus Qowim Sambut Kepulangan Jemaah Haji Kota Kediri, Doakan Mabrur

Kamis, 2 Jul 2026 - 10:38 WIB