Situbondo – Isu hilangnya sapi milik BUMDes Berjaya Desa Paowan yang sempat viral di media sosial akhirnya diluruskan. Pemerintah Desa bersama pengurus BUMDes memastikan bahwa sapi tersebut tidak hilang, melainkan telah dijual sesuai mekanisme yang berlaku.
Klarifikasi ini disampaikan dalam rapat koordinasi yang digelar di Balai Desa Paowan, Kecamatan Panarukan, Rabu (15/04/2026). Rapat tersebut dihadiri oleh jajaran kecamatan, pengurus BUMDes, BPD, serta tokoh masyarakat setempat.
Direktur BUMDes Berjaya, Ferdian Rizki Ardiansyah, menegaskan bahwa tidak ada sapi yang raib seperti yang ramai diberitakan.
“Tidak ada sapi yang hilang. Semua sudah dijual sesuai kesepakatan dan mekanisme yang telah ditetapkan bersama,” tegasnya.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Ia menjelaskan, total lima ekor sapi dijual secara bertahap, yakni dua ekor pada Kamis dan tiga ekor pada Sabtu. Penjualan tersebut merupakan hasil Musyawarah Desa setelah masa penggemukan selama enam bulan sejak Oktober 2025.
Menurut Ferdian, kondisi kandang yang kosong sejak Sabtu siang menjadi pemicu kesalahpahaman di masyarakat. Padahal, seluruh proses penjualan telah direncanakan dan disepakati bersama.
Kepala Desa Paowan, Surya Dharma, juga membantah keras istilah “sapi raib” yang dinilai tidak tepat dan berpotensi menimbulkan keresahan.
“Semua proses sudah sesuai regulasi dan SOP. Bahkan ada bukti pendukung seperti rekaman CCTV saat sapi diambil dan dijual,” ujarnya.
Ia menambahkan, hasil penjualan sapi akan kembali dimanfaatkan untuk pengembangan usaha BUMDes, termasuk pembelian ternak baru yang akan dikaji kembali melalui musyawarah desa.
Pemerintah Desa Paowan juga mengimbau masyarakat agar tidak mudah menyebarkan informasi yang belum terverifikasi. Ke depan, transparansi pengelolaan BUMDes akan terus ditingkatkan guna menjaga kepercayaan publik.
Dengan adanya klarifikasi ini, diharapkan situasi kembali kondusif dan masyarakat dapat bersama-sama membangun desa dengan semangat kebersamaan.
Penulis : Anton







