Pemdes Natakoli Gelar Persiapan Pelaksanaan Program Ketahanan Pangan

Jumat, 8 Agustus 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Maumere, DetikZone.id- Pemerintah Desa Natakoli Kecamatan Mapitara Kabupaten Sikka menggelar rapat persiapan pelaksanaan program ketahanan pangan Desa, bertempat di Aula Kantor Desa Natakoli, Kamis,(7/8/2025).

Agenda pertemuan, penyusunan Rencana Anggaran Biaya (RAB) serta analisa kelayakan usaha ketahanan pangan dari kelompok tani yang akan bekerjasama dengan Badan Usaha Milik Desa (BUM Desa) Nuran Human terkait budidaya jagung dan bawang merah.

Rencana kerjasama tersebut, merupakan implementasi Keputusan Menteri Desa Nomor 3 tentang Panduan Penggunaan Dana Desa untuk Ketahanan Pangan dalam Mendukung Swasembada Pangan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Rapat dihadiri oleh perangkat Desa, pengurus BUM Desa Nuran Human, Petugas Penyuluh Lapangan (PPL) Pertanian, Pendamping Desa dan kelompok tani.

Ketika membuka kegiatan, Sekretaris Desa Natakoli, Florida Bura, menyampaikan apresiasi kepada kelompok tani yang hadir dan telah menyatakan komitmen untuk berpartisipasi mendukung progran ketahanan pangan di Desa Natakoli.

“Kami sampaikan apresiasi kepada poktan yang telah bersedia hadir dan telah menyatakan komitmen untuk mendukung ketahanan pangan di Desa Natakoli”, ungkapnya.

Menurutnya, rapat ini merupakan langkah teknis membangun sinergi semua pihak yang akan mengambil bagian dalam menyukseskan program ketahanan pangan.

“Rapat ini merupakan langkah teknis awal membangun sinergi semua pihak yang akan mengambil bagian dalam upaya menyukseskan program ketahanan pangan”, tuturnya.

Kelompok tani Kajowair dan Popowolot berencana mengembangkan budidaya jagung hibrida bisi 18. Sedangkan, kelompok tani Sinar Gobat, budidaya bawang umbi Bima.

Setiap kelompok menyiapkan lahan kurang lebih seluas 1 hektar, diperoleh melalui sewa maupun milik para anggota kelompok tani.

Diiskusi berlangsung hangat, peserta membahas dan menyusun Rencana Anggaran Biaya (RAB) berdasarkan hasil survei harga yang telah dilakukan bersama antara kelompok tani dan pengurus BUM Desa beberapa waktu lalu.

Kajian kelayakan usaha, salah satunya, dihitung berdasarkan perkiraan produksi dikali dengan harga jual di pasaran per satuan. Dari total penjualan akan diperoleh keuntungan bersih setelah dikunjungi biaya produksi.

Kelompok tani Kajowair dan Popowolot memperkirakan produksi jagung masing-masing sebanyak 8 ton per hektare, kisaran harga per kilogramnya Rp. 7.000.

Sementara, kelompok Sinar Gobat, menargetkan produksi bawang merah antara 7 sampai 8 ton per hektar, harga jual antara Rp. 25.000 sampai Rp. 50.000 per kilogram.

Rencana Anggaran Biaya yang disusun ini merupakan bagian dari proposal bisnis kelompok tani yang akan diserahkan kepada BUM Desa. Memuat harga satuan dari bahan dan peralatan yang dibutuhkan sesuai jenis budidaya yang dipilih.

Secara umum, sesuai Kepmendes Nomor 3 tahun 2025, biaya ketahanan pangan meliputi sarana prasarana misalnya, alat pertanian, bibit, benih, pupuk dan pestisida. Ditambah, biaya operasional seperti upah pekerja serta pelatihan teknis petani serta biaya pemasaran.

Pendamping Desa Kecamatan Mapitara, Silvester Moan Nurak, mengatakan, proposal bisnis menjelaskan tujuan usaha, strategi, analisis pasar dan rencana keuangan agar pelaksanaannya berjalan efektif dan efisien.

Lebih lanjut, dikatakan, BUM Desa berperan sebagai pengelola program ketahanan pangan. Sedangkan, pelaksanaan teknis diserahkan kepada kelompok tani demi memberi kesempatan usaha kepada masyarakat khususnya di bidang pertanian.

Secara mekanisme, pelaksanaan kegiatan ketahanan pangan meliputi persiapan awal antara lain, suvery lahan, penetapan kebutuhan, suvery harga bahan dan peralatan dan penyusunan RAB.

“Setelah itu, kelompok tani, menyusun proposal bisnis yang dilampirkan dengan RAB dan kajian kelayakan usaha lalu menyerahkannya kepada BUM Desa”, jelasnya.

Menindaklanjuti proposal yang ada, pengurus BUM Desa dan kelompok tani menandatangani perjanjian kerjasama sebagai bentuk komitmen dan tanggung jawab bersama.

Tahap berikutnya, BUM Desa mengajukan proposal penyertaan modal ke pemerintah Desa guna membiayai pelaksanaan program ketahanan pangan.

Dalam pertemuan ini, dijadwalkan penyusunan proposal kelompok tani dan penandatanganan perjanjian kerjasama ketahanan pangan antara BUM Desa dan kelompok tani.

Berita Terkait

Momentum Hari Bhayangkara, Pemkab Hibahkan Tanah 458 Meter Persegi untuk Polres Probolinggo
Sinergi PLN Nusantara Power UP Gresik dan Pokmaswas Hijau Daun Tanam 10.000 Bibit Mangrove di Bawean Gresik
Program Rutilahu Sumenep Wujudkan Impian Suiyeh Miliki Rumah Layak Huni
Sumenep Jadi Magnet Daerah Lain, Pemprov NTB Datang Pelajari Inovasi Pemerintahan
Era Baru Belanja Daerah, Probolinggo Uji Nyali Penyedia Jasa lewat Mini Kompetisi
Gandeng Pemprov Jatim, DPUPR Probolinggo Cetak SDM Konstruksi Berbasis BIM
Tak Sekadar Sepakat, Bupati Fauzi Ingin Sinergi Pemkab-DPRD Sumenep Berbuah Kesejahteraan
Raperda Pertanggungjawaban APBD 2025 Disahkan, Bupati Fauzi Apresiasi Sinergi DPRD Demi Sumenep Lebih Maju

Berita Terkait

Rabu, 1 Juli 2026 - 17:12 WIB

Momentum Hari Bhayangkara, Pemkab Hibahkan Tanah 458 Meter Persegi untuk Polres Probolinggo

Rabu, 1 Juli 2026 - 13:26 WIB

Sinergi PLN Nusantara Power UP Gresik dan Pokmaswas Hijau Daun Tanam 10.000 Bibit Mangrove di Bawean Gresik

Rabu, 1 Juli 2026 - 11:28 WIB

Sumenep Jadi Magnet Daerah Lain, Pemprov NTB Datang Pelajari Inovasi Pemerintahan

Selasa, 30 Juni 2026 - 22:22 WIB

Era Baru Belanja Daerah, Probolinggo Uji Nyali Penyedia Jasa lewat Mini Kompetisi

Selasa, 30 Juni 2026 - 19:36 WIB

Gandeng Pemprov Jatim, DPUPR Probolinggo Cetak SDM Konstruksi Berbasis BIM

Berita Terbaru