Mega Proyek Rp 7 Miliar Graha Kedaton Probolinggo Kini Terkesan Hanya Jadi Proyek Mubazir

Selasa, 12 Agustus 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto : Graha Kedaton Probolinggo (dok : Detikzone.id)

Foto : Graha Kedaton Probolinggo (dok : Detikzone.id)

Probolinggo – Gedung Graha Kedaton di Kecamatan Maron, Kabupaten Probolinggo, menjadi sorotan tajam lantaran pembangunannya menghabiskan dana fantastis mencapai Rp 7 miliar. Namun, ironisnya gedung megah milik Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo ini justru sepi peminat dan minim digunakan masyarakat maupun instansi terkait.

Fenomena ini menimbulkan tanda tanya besar mengenai efektivitas penggunaan anggaran publik yang sangat besar tersebut. Gedung yang sejatinya harus menjadi pusat kegiatan dan pertemuan di daerah itu, malah tampak terbengkalai dan tidak maksimal dalam pemanfaatannya.

Menanggapi kondisi ini, Asisten II Perekonomian dan Pembangunan Setda Kabupaten Probolinggo, Juwono Prasetijo Utomo, mengungkapkan bahwa saat ini Pemkab sedang mengeluarkan Surat Edaran kepada Organisasi Perangkat Daerah (OPD) agar secara wajib memanfaatkan gedung Graha Kedaton sebagai tempat kegiatan mereka.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Suratnya ada di Bagian Umum, ditandatangani langsung oleh Pak Sekda Ugas. Silakan ditanyakan ke sana,” ucap Juwono, Senin (11/08/2025).

Tidak hanya itu, Pemkab juga tengah gencar mempromosikan Graha Kedaton kepada masyarakat luas dan membuka kesempatan bagi warga Kabupaten Probolinggo untuk menggunakan gedung tersebut untuk berbagai keperluan seperti pertemuan, hajatan, dan kegiatan sosial lainnya.

“Termasuk kami memberikan keringanan biaya sewa kepada masyarakat yang ingin menggunakan gedung Graha Kedaton,” tambah Juwono.

Meski ada upaya promosi dan kebijakan keringanan biaya, publik menilai langkah tersebut seperti upaya terakhir yang terpaksa dilakukan Pemkab karena gedung yang menghabiskan dana miliaran rupiah itu tetap minim pengunjung dan pengguna.

Kritikus pembangunan menyoroti ketidaksiapan Pemkab dalam memastikan gedung ini mampu berfungsi optimal sesuai investasi besar yang telah dikeluarkan.

“Ini jelas menjadi sorotan serius, bagaimana dana rakyat sebesar itu bisa berakhir menjadi proyek yang kurang bermanfaat dan terkesan dipaksakan penggunaannya. Proyek tersebut juga terkesan mubazir,” ujar seorang warga.

Kasus Graha Kedaton ini menjadi pembelajaran penting bagi pemerintah daerah lainnya untuk lebih cermat dalam perencanaan dan pengelolaan anggaran pembangunan agar tidak benar-benar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Masyarakat tentu berhak mempertanyakan transparansi dan akuntabilitas penggunaan anggaran miliaran rupiah ini. Bukankah uang tersebut adalah hasil jerih payah rakyat yang harusnya kembali dalam bentuk fasilitas yang benar-benar berguna dan diakses secara optimal?

Kalau pemerintah tak segera merefleksikan dan melakukan evaluasi menyeluruh, bukan tidak mungkin kepercayaan publik akan semakin terkikis. Gedung megah tanpa pengunjung justru menjadi simbol pemborosan dan lemahnya tata kelola anggaran daerah.

Sudah saatnya Pemkab Probolinggo mengambil sikap tegas, bukan hanya membangun gedung fisik, tapi membangun juga kepercayaan dan sinergi dengan masyarakat agar setiap rupiah yang dikeluarkan benar-benar menghasilkan manfaat nyata.

 

Penulis : Redaksi

Berita Terkait

Cetak Pemandu Berlisensi, Diskoparekraf Probolinggo Dorong Ekowisata Naik Kelas
Pemkab Blitar Gandeng Pemkab Sumenep, Perkuat Pasokan Pangan dan Kendalikan Inflasi
Menuju Probolinggo 2045, Dr. Aminuddin: Perencanaan Pembangunan Harus Berbasis Data, Bukan Tebakan
DLH Sumenep Jadikan WCD 2026 Momentum Bangun Kesadaran Lingkungan, 150 Peserta dari Berbagai Unsur Bersihkan Pantai Badur
Malam Ini, MEC 2026 Sumenep, Raja dan Sultan Nusantara Bakal Berdefile
Tak Sekadar Kejar Target Fisik, Dinkes Probolinggo Pastikan Mutu Layanan Kesehatan di Maron Berjalan Selaras
Saat Musik Melintasi Batas Negara Banyak Bunyik Republik Malaysia Siap Guncang Panggung ASH 2026 di Kaki Argopuro
Amanah Baru Salamet Supriyadi, Isi Kursi Kabag Perekonomian Sumenep yang Ditinggalkan Dadang

Berita Terkait

Senin, 21 September 2026 - 20:07 WIB

Cetak Pemandu Berlisensi, Diskoparekraf Probolinggo Dorong Ekowisata Naik Kelas

Senin, 21 September 2026 - 14:42 WIB

Pemkab Blitar Gandeng Pemkab Sumenep, Perkuat Pasokan Pangan dan Kendalikan Inflasi

Minggu, 20 September 2026 - 21:56 WIB

Menuju Probolinggo 2045, Dr. Aminuddin: Perencanaan Pembangunan Harus Berbasis Data, Bukan Tebakan

Minggu, 20 September 2026 - 21:19 WIB

DLH Sumenep Jadikan WCD 2026 Momentum Bangun Kesadaran Lingkungan, 150 Peserta dari Berbagai Unsur Bersihkan Pantai Badur

Sabtu, 19 September 2026 - 17:14 WIB

Malam Ini, MEC 2026 Sumenep, Raja dan Sultan Nusantara Bakal Berdefile

Berita Terbaru