Bogor – Langkah awal yang penuh makna ditorehkan Pimpinan Cabang (PC) Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (PERGUNU) Kabupaten Bogor periode 2025–2030 di bawah kepemimpinan Dr. Hj. L. Fauziah Balgis, M.A.Ek.
Pasca terpilih dalam Konfercab II pada 31 Juli 2025 lalu, jajaran pengurus baru PERGUNU bergerak cepat dengan menggelar safari silaturahmi ke Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bogor, Rais Syuriyah PCNU Kabupaten Bogor, serta Ketua PCNU Kabupaten Bogor pada Selasa, 19 Agustus 2025.
Bagi PERGUNU, perjalanan ini bukan sekadar rutinitas seremonial, melainkan bentuk nyata dari komitmen untuk meneguhkan kembali peran guru NU sebagai penjaga peradaban, penguat akidah, dan pilar pendidikan Islam Nusantara di Kabupaten Bogor.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Silaturahmi perdana dilaksanakan di Kantor Kemenag Kabupaten Bogor. Selasa, 19 Agustus 2025. Rombongan PERGUNU disambut hangat oleh H. Ahmad Syukri, Kepala Kemenag Kabupaten Bogor. Dalam pesannya, beliau menekankan pentingnya kesejahteraan guru agar mampu menjalankan peran ganda: mencerdaskan bangsa sekaligus membimbing umat dalam nilai-nilai keislaman.
“Keinginan masyarakat guru itu bukan hanya urusan dunia, tapi juga akhirat. Karena itu, bagaimanapun guru harus kita dorong agar naik ekonominya. Saya berharap kepengurusan PERGUNU benar-benar berdampak nyata,” ujarnya.
Lebih jauh, H. Ahmad Syukri mendorong agar PERGUNU tidak hanya berfokus pada aspek pendidikan formal, tetapi juga merambah ke ranah pemberdayaan ekonomi. Ia menyinggung pentingnya sinergi dengan Baznas, Bank Syariah, serta lembaga sosial lainnya, agar guru-guru NU mampu mengangkat harkat martabatnya.
“Guru NU bukan hanya mengajar, tapi juga menjadi perekat persaudaraan. Kalau PERGUNU bisa masuk dalam ruang-ruang dialog lintas iman sambil tetap menjaga akidah, itu akan sangat luar biasa,” tambahnya.
Menyambut arahan tersebut, Ketua PERGUNU Kabupaten Bogor, Dr. Hj. L. Fauziah Balgis, menegaskan arah perjuangan kepengurusannya. Dengan nada tegas namun penuh kelembutan, ia menyampaikan visi besar PERGUNU memperkuat posisi guru NU sebagai pelita peradaban.
“Guru adalah ruh pendidikan sekaligus benteng moral bangsa. Namun faktanya, banyak guru NU yang masih tertatih dalam soal kesejahteraan. Melalui PERGUNU, kami ingin memastikan guru bukan hanya mengabdi, tetapi juga berdaya secara ekonomi, sosial, dan spiritual,” ucapnya.
Ia menambahkan, kepengurusan baru menyiapkan sejumlah program prioritas, seperti pendataan guru NU berbasis Kartu Tanda Anggota (KTA), pelatihan keilmuan dan kepemimpinan, hingga seminar keagamaan yang meneguhkan nilai Islam ahlussunnah wal jamaah.
Lebih jauh, Fauziah Balgis, menegaskan bahwa perjuangan guru adalah perjuangan peradaban Islam.
“Sejak masa Rasulullah, guru adalah pewaris para nabi. Mereka bukan sekadar profesi, tetapi penjaga warisan ilmu. PERGUNU ingin memastikan, guru NU di Kabupaten Bogor punya rumah besar yang menyejukkan sekaligus memperjuangkan nasib mereka,” katanya penuh semangat.
Perjalanan silaturahmi berlanjut ke kantor KH. Romdhoni, S.Ag., M.M., Rais Syuriyah PCNU Kabupaten Bogor. Dalam suasana hangat dan penuh kekeluargaan, beliau memberikan pesan mendalam agar PERGUNU tetap berakar pada sejarah perjuangan para pendahulu.
“Yang baru itu ada karena ada yang lama. Jangan pernah menghapus sejarah, justru jadikan sebagai auto kritik untuk memperbaiki langkah ke depan,” pesannya.
Beliau juga mengingatkan, PERGUNU Bogor telah banyak diwarnai tokoh hebat sejak awal berdiri. Dari Dr. Darum hingga KH. Imron, semua telah memberikan jejak emas yang harus dijaga.
Menanggapi hal ini, Dr. Fauziah menundukkan kepala penuh takzim.
“Kami hadir bukan untuk mengulang, tetapi untuk melanjutkan dengan cara yang lebih adaptif terhadap zaman. InsyaAllah dengan doa dan bimbingan para masyayikh, PERGUNU akan tetap berada di rel perjuangan NU,” ujarnya dengan nada haru.
Silaturahmi ditutup di Kantor PCNU Kabupaten Bogor. Rombongan PERGUNU diterima langsung oleh KH. Abdul Somad, Ketua PCNU Kabupaten Bogor periode 2025–2030, didampingi Wakil Ketua, KH. Waspodo.
Dalam sambutannya, KH. Abdul Somad menegaskan bahwa guru bukan sekadar pengajar, melainkan penentu arah peradaban.“PERGUNU harus menjadi pilar pembinaan guru-guru NU. Jika pengurusnya kompak dan menjunjung ketaatan pada ulama, insyaAllah PERGUNU akan berkembang.
“Guru bukan hanya pengajar, tapi teladan dan pembangun karakter bangsa,” tegasnya.

Safari silaturahmi ini juga membuka ruang diskusi. Dr. Hj. L. Fauziah Balgis,, dengan suara bergetar menyampaikan harapan.
“Selama ini guru sering dipandang sebelah mata, padahal mereka ujung tombak. Melalui PERGUNU, kami ingin guru NU lebih percaya diri dan merasa memiliki wadah yang kuat. Tugas besar kami adalah menjadikan guru NU tidak hanya penceramah di kelas, tapi juga pionir pembangunan di desa-desa. Guru harus hadir di tengah masyarakat sebagai teladan.” tegasnya.

Safari silaturahmi yang diakhiri dengan doa bersama ini menjadi tanda awal kiprah besar PERGUNU Kabupaten Bogor di bawah kepemimpinan Dr. Fauziah Balgis. Dengan dukungan penuh Kemenag, Rais Syuriyah, dan PCNU, PERGUNU diharapkan bukan hanya menjadi wadah perjuangan guru, tetapi juga penguat nilai-nilai Islam Nusantara.
Dr. Fauziah menutup perjalanan hari itu dengan kalimat penuh makna:
“Guru NU bukan sekadar profesi. Mereka adalah penjaga peradaban Islam Nusantara. Dengan sinergi ini, insyaAllah PERGUNU akan hadir sebagai rumah yang menyejukkan sekaligus menguatkan. Kami percaya, ketika guru sejahtera, maka peradaban akan berjaya.” tandasnya.
Penulis : Redaksi







