SUMENEP – Tagar boikot PeKabe mendadak viral di media sosial, khususnya TikTok melalui akun Tempuh Madura, menyusul pernyataan Anggota DPRD Jawa Timur Fraksi PKB asal Dapil Madura, Nur Faizin, yang menegaskan komitmennya memberantas peredaran rokok ilegal di Madura.
Pernyataan tersebut memicu reaksi keras dari masyarakat dan warganet.
Banyak pengguna menilai langkah ini berpotensi mematikan usaha kecil, termasuk petani tembakau dan buruh linting yang menggantungkan hidup pada industri rokok rumahan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Kritik diarahkan kepada PKB yang dianggap lebih memihak kepentingan besar, sementara mengabaikan tradisi Madura yang erat kaitannya dengan tembakau.
Meski demikian, beberapa pihak mendukung sikap Nur Faizin.
Mereka menekankan bahwa peredaran rokok ilegal merugikan negara karena tidak menyumbang cukai dan rawan disalahgunakan untuk praktik perdagangan gelap.
Nur Faizin dalam keterangan resminya kepada media menegaskan, peredaran rokok ilegal dari Batam ke Madura merupakan tantangan serius bagi fiskal negara.
Berdasarkan kajiannya, kasus merek San Marino dan Manchester menunjukkan lemahnya pengawasan distribusi dan potensi kolusi aparat, yang merugikan negara dan menciptakan distorsi pasar.
“Tarif cukai tinggi tanpa pengawasan efektif dapat memicu tax elasticity problem, memperbesar shadow economy, dan melemahkan industri tembakau legal,” tegas Nur Faizin, Kamis (21/8/2025).
Ia menambahkan, reformasi kebijakan cukai yang terintegrasi dengan penguatan penegakan hukum diperlukan untuk menekan peredaran rokok ilegal.
Faizin menekankan pentingnya audit independen jalur distribusi, penyesuaian tarif cukai sesuai elastisitas harga, serta kolaborasi lintas lembaga seperti DPR, Bea Cukai, KPK, dan BPK untuk memperkuat integritas pengawasan.
“Peredaran rokok ilegal bukan hanya persoalan fiskal, tapi juga masalah tata kelola dan integritas aparat. Penanganannya harus melalui reformasi kebijakan fiskal, penguatan hukum, dan peningkatan kesadaran publik,” pungkasnya.
Fenomena ini diperkirakan akan terus memicu kontroversi, mengingat Madura merupakan basis kuat PKB sekaligus daerah dengan sejarah panjang dalam pertanian tembakau dan industri rokok kretek.
Penulis : Redaksi







