SUMENEP, detikzone.id – Semangat pembangunan dari wilayah kepulauan kembali mendapat panggung besar. Tiga kecamatan pesisir, yakni Kangayan, Arjasa, dan Sapeken, memastikan diri siap meramaikan Pameran Pembangunan yang akan berlangsung selama sepekan di Kabupaten Sumenep pada tanggal 28 Agustus 2025.
Ketiga camat tersebut bertekad menampilkan capaian pembangunan sekaligus potensi unggulan daerah masing-masing, mulai dari sektor kelautan, perikanan, UMKM, hingga pariwisata bahari.
Baca Juga : Madura Night Vaganza 2024, Kecamatan Kangayan Sumenep Pamerkan Berbagai Potensi UMKM Desa
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Camat Kangayan, Nurullah, S.H., M.H menegaskan, keikutsertaan pihaknya dalam ajang tahunan ini bukan sekadar formalitas, tetapi juga bentuk komitmen untuk memperlihatkan wajah kepulauan yang selama ini dikenal kaya potensi namun jauh dari pusat kota.
“Ini kesempatan emas bagi kami untuk memperkenalkan hasil pembangunan di kepulauan, sekaligus menunjukkan bahwa masyarakat Kangayan mampu bergerak maju dengan kemandirian,” ucapnya, Selasa, 26/08.
Baca Juga : Festival Desa Wisata, Kecamatan Arjasa Promosikan Produk UMKM dan 4 Destinasi Wisata Menakjubkan
Sementara itu, Camat Arjasa menyebut partisipasi dalam pameran pembangunan akan menyoroti produk-produk UMKM lokal serta inovasi pelayanan publik yang telah dikembangkan pemerintah kecamatan.
“Kami ingin Pameran Pembangunan 2025 menjadi etalase keberhasilan masyarakat kepulauan,” ujarnya.
Di sisi lain, Camat Sapeken menambahkan bahwa sektor pariwisata bahari dan potensi perikanan akan menjadi daya tarik utama stand kecamatan yang dipimpinnya.
“Sapeken memiliki pesona laut dan hasil perikanan melimpah. Kami ingin masyarakat luas mengetahui dan mendukung pengembangannya,” katanya optimistis.
Baca Juga : Madura Night Vaganza 2024, Kecamatan Sapeken Sumenep Pamerkan Produk Olahan, Kerajinan dan Rumah Adat Bajo
Pameran Pembangunan Madura Culture 2025 sendiri diproyeksikan menjadi ajang besar yang mempertemukan pemerintah daerah, pelaku usaha, komunitas budaya, hingga investor. Kehadiran tiga camat dari kepulauan ini menambah warna dan diharapkan mampu memperkuat branding Sumenep sebagai kabupaten kepulauan dengan sejuta potensi.
Baik, saya buatkan penggiringan opini yang bisa mengiringi berita tersebut agar semakin kuat dampaknya:
Keikutsertaan Camat Kangayan, Arjasa, dan Sapeken dalam Pameran Pembangunan Madura Culture 2025 bukan sekadar hadir memajang potensi daerah. Lebih dari itu, momentum ini menjadi bukti nyata bahwa wilayah kepulauan Sumenep tidak ingin lagi hanya dikenal dengan keterbatasan akses dan jarak dari pusat pemerintahan.
Tiga camat kepulauan hadir membawa pesan bahwa pembangunan harus berbicara dari pinggiran, dari batas-batas wilayah yang selama ini sering terabaikan. Madura Culture menjadi panggung yang tepat untuk memperlihatkan bahwa masyarakat kepulauan memiliki potensi besar: laut yang kaya, budaya yang unik, serta SDM yang tangguh.
Namun, pameran ini tidak boleh berhenti sebatas seremoni. Harus ada tindak lanjut konkret berupa dukungan kebijakan, akses infrastruktur, dan perhatian yang berimbang antara daratan dan kepulauan. Sebab, pembangunan sejati bukan hanya soal apa yang ditampilkan di panggung, melainkan bagaimana hasilnya bisa dirasakan masyarakat hingga ke pelosok pulau.
Dengan tampilnya Camat Kangayan, Arjasa, dan Sapeken di Pameran Pembangunan 2025, publik diingatkan kembali, kepulauan adalah wajah depan Sumenep yang sesungguhnya. Sudah waktunya perhatian tidak hanya terpusat di daratan, melainkan merata hingga ke pulau-pulau terjauh.
Penulis : Redaksi







